Tanggul Sungai di Pasar Lalang Padang Jebol, Tiga Rumah Rusak Berat
Pada hari Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, tanggul sungai di wilayah Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, jebol setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Kejadian ini menyebabkan aliran air yang tiba-tiba meluap ke permukiman warga, sehingga menimbulkan kerusakan pada tiga unit rumah.
Aliran Air Mendadak dan Kerusakan
Arus air yang meningkat secara mendadak langsung menerjang rumah-rumah warga, membawa material seperti kayu, batu, dan pasir. Akibatnya, tiga rumah rusak berat, dengan dinding tembok yang hancur, bagian dalam rumah teronggok, dan tiang penopang rubuh. Material lumpur, pasir, dan kayu mengendap di dalam rumah hingga sore hari.
Warga masih melakukan pembersihan sisa material, sementara dampak kerusakan terus terlihat. Salah satu pemilik kontrakan di lokasi tersebut, Sumitro, mengatakan bahwa banjir terjadi secara tiba-tiba, seperti air bah. Ia menyebutkan bahwa air masuk ke dalam rumah dengan ketinggian sekitar 60 hingga 70 sentimeter, menghancurkan barang-barang seperti pakaian, buku tulis sekolah anaknya, serta bahan pokok.
Dampak yang Terus Muncul
Pantauan pada pukul 17:58 WIB menunjukkan bahwa air masih menggenang di dalam rumah Sumitro, dengan material pasir, batu kecil, kayu, dan air yang menggenang. Barang perabotan rumah tangga dan kebutuhan sekolah anaknya tampak sudah bercampur lumpur dan air. Hingga menjelang magrib, Sumitro masih membersihkan secara perlahan material air bah yang masuk ke dalam rumahnya tersebut.
Riwayat Banjir di Wilayah Pasar Lalang
Kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi di kawasan Pasar Lalang. Sebelumnya, wilayah tersebut beberapa kali mengalami kejadian serupa akibat jebolnya tanggul yang dibuat dari tumpukan material galian sungai. Hujan deras yang turun pada Sabtu sore kembali memperparah kondisi tanggul hingga akhirnya tidak mampu menahan derasnya aliran air.
Berdasarkan pantauan jurnalis Muhammad Iqbal di lokasi sekitar pukul 16.52 WIB, air terlihat masih mengalir ke sejumlah rumah warga, meski dengan arus yang tidak terlalu deras. Namun, di bagian sungai, arus air tampak cukup deras dengan warna cokelat keruh. Tanggul penahan yang sebelumnya dibangun di sepanjang pinggir sungai juga terlihat jebol di beberapa titik.

Penyebab dan Upaya Penanganan
Ketua RW 07 Pasar Lalang, Jamrus, mengatakan debit air mulai kembali naik sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, laporan baru ia terima melalui grup WhatsApp sekitar pukul 15.41 WIB. Ia menyebutkan, kejadian serupa telah terjadi sebanyak tiga kali, yakni pada akhir November 2025, awal Januari 2026, dan kembali terjadi pada hari ini. Akibatnya, rumah serta persawahan warga kembali terdampak banjir.
Menurut Jamrus, naiknya debit air disebabkan jebolnya tanggul penahan di pinggir sungai. Pasca kejadian sebelumnya pada Jumat (2/1/2026), alat berat telah dikerahkan untuk menggali material sungai dan membangun tanggul setinggi sekitar empat meter. Namun, tanggul tersebut kembali jebol karena tidak mampu menahan derasnya aliran air.
Hingga pukul 17.52 WIB, pantauan di lokasi tampak Sekretaris Daerah Kota Padang, petugas BPBD, Camat, Ketua RW, perangkat kelurahan, serta warga setempat masih berada di lokasi untuk memantau kondisi dan melakukan penanganan awal.











