Sorotan di Proliga 2026: Khanza Putri Yansi Ganeshtri dan Kondisi Fisik yang Mengkhawatirkan
Pada pertandingan Proliga 2026 seri Bandung antara Jakarta Livin Mandiri melawan Medan Falcons, Jumat (23/1) malam WIB, sorotan terbesar jatuh kepada Khanza Putri Yansi Ganeshtri. Pevoli berusia 15 tahun asal Tulungagung ini harus ditandu keluar lapangan setelah laga berakhir, bahkan membutuhkan bantuan infus karena kondisi fisiknya yang sangat lemas.
Laga yang digelar di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Kutawaringin, Jawa Barat, berlangsung dengan intensitas tinggi. Kedua tim, Jakarta Livin Mandiri dan Medan Falcons, sama-sama memperjuangkan kemenangan karena hingga seri ketiga Proliga 2026, mereka belum meraih hasil positif. Jakarta Livin Mandiri berhasil membuka set pertama dengan skor 25-21, kemudian mempertahankan keunggulan di set kedua dengan skor 25-20. Medan Falcons mencoba bangkit di set ketiga dengan skor 20-25, tetapi gagal mempertahankan momentum dan kalah di set keempat dengan skor 25-14.
Dengan kemenangan ini, Jakarta Livin Mandiri naik ke posisi enam dengan tiga poin. Mereka masih memiliki peluang untuk lolos ke final four jika mampu menyapu bersih delapan pertandingan sisa di fase reguler. Sementara Medan Falcons tertahan di posisi tujuh dengan satu poin.
Khanza Putri: Talent Berpotensi, Tapi Masih Perlu Dibina
Khanza Putri Yansi Ganeshtri menjadi pilihan utama Marcos Sugiyama dalam pertandingan tersebut. Pevoli berpostur 179 cm ini diproyeksikan sebagai penerus estafet opposite Timnas Voli Putri Indonesia. Meski baru berusia 15 tahun, Khanza sudah masuk dalam daftar skuad Pelatnas Timnas Voli Indonesia untuk SEA Games 2025 Thailand. Namun, ia dinilai masih terlalu hijau untuk menjadi pesaing sekaligus pelapis Megawati Hangestri Pertiwi.
Oleh karena itu, Khanza tercoret dari skuad final Timnas Voli Putri yang diberangkatkan ke Thailand. Marcos Sugiyama memilih Syelomitha Wongkar sebagai pengganti. Syelo, yang juga masih muda, telah berusia 17 tahun saat berlaga di SEA Games 2025 Thailand.
Proliga 2026: Tak Ramah bagi Pemain Muda
Proliga 2026 tampaknya tidak ramah bagi pemain muda. Hingga beberapa seri terakhir, sebagian besar pemain yang cedera adalah para pemain di bawah usia 18 tahun. Contohnya adalah Naisya Pratama Putri, hitter Timnas Voli Putri Indonesia yang mengalami cedera di seri Pontianak. Selanjutnya, Gabriella Maya Inri Rompis, setter usia 14 tahun, harus membutuhkan bantuan orang lain untuk berjalan setelah cedera.
Khanza Putri Yansi Ganeshtri juga menjadi korban dari intensitas pertandingan yang tinggi. Kondisi fisiknya yang melemah setelah laga menunjukkan bahwa pemain muda masih perlu dibina dengan lebih baik agar bisa menghadapi tekanan kompetisi yang semakin ketat.











