Pencarian Korban Banjir Bandang Siau yang Masih Hilang Terus Dilakukan
Pencarian terhadap dua korban banjir bandang di wilayah Siau yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan oleh aparat gabungan. Proses pencarian ini fokus pada wilayah perairan Siau Timur, yang menjadi lokasi utama operasi penanganan bencana alam tersebut.
Identitas korban yang masih dalam pencarian adalah Adris Pianaung dan Leonal Pianaung. Keduanya merupakan warga dari wilayah Siau Timur. Pencarian dilakukan oleh berbagai instansi seperti TNI Angkatan Laut, Polri, dan Badan SAR Nasional Kantor SAR Manado. Kepala Kepolisian Resor Sitaro, AKBP Iwan Permadi, menyebutkan bahwa tim Aman Nusa II Ditpolairud juga turut serta dalam operasi pencarian.
Banjir bandang yang terjadi pada 5 Januari 2025 dini hari mengakibatkan dampak besar bagi masyarakat di tiga kecamatan, yaitu Siau Timur, Siau Barat Selatan, dan Siau Barat. Total jumlah penduduk yang terdampak mencapai 693 orang, dengan 206 unit bangunan rusak. Dari jumlah tersebut, 30 rumah hilang terbawa banjir, 52 rumah rusak berat, 29 rumah rusak sedang, dan 89 lainnya rusak ringan.
Selain kerusakan pada perumahan, beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Misalnya, kantor pemerintahan seperti Markas Polres Sitaro, satu unit bengkel, satu kios, dan tiga bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat banjir bandang.
Hingga saat ini, total korban bencana banjir di Siau mencapai 37 orang. Dari jumlah tersebut, 17 orang meninggal, 18 warga luka-luka, dan 2 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 693 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana ini.
Daftar Korban Meninggal
Beberapa korban meninggal dalam bencana ini antara lain:
- Priscila Saol (74 tahun), Ibu rumah tangga dari Kampung Batusenggo, Siau Barat Selatan.
- Alfian Anise alias Amole (21 tahun), dari Kampung Biau Lindongan II, Kecamatan Siau Timur.
- Aleksius Olongsongke, laki-laki dari Kampung Peling Sawang.
- Silvia Pamondorang, perempuan dari Kampung Peling Sawang.
- Hermina Maningide (76 tahun), perempuan dari Kampung Laghaeng (Sanumpito), Kecamatan Siau Barat Selatan.
- Raples Kobis (74 tahun), laki-laki dari Kampung Laghaeng.
- Juanita Erlina Bangsa (21 tahun), perempuan dari Wilayah Siau Timur.
- Joan Bangsa (20 tahun), perempuan dari Wilayah Siau Timur.
- Rakmon Bangsa (52 tahun), laki-laki.
- El Kamanangan (4 tahun), laki-laki dari Wilayah Siau Timur.
- Florensi Bawonte (72 tahun), perempuan dari Wilayah Siau Timur.
- Sanli Diamanis (34 tahun), perempuan dari Wilayah Siau Timur.
- Kananta Kairi Kansil (2 bulan), dari Wilayah Siau Timur.
- Fardelin Tamalonggehe, dari Wilayah Siau Timur.
- Swigle Dalending, dari Wilayah Siau Timur.
- Jenita Maaruf (45 tahun), dari Kelurahan Bahu.
- Claiton Asriel Tatambihe (2 tahun), laki-laki dari Kampung Laghaeng.
Daftar Korban Luka-Luka
Korban yang mengalami luka-luka antara lain:
- Marlis Sanggili (perempuan, 27 tahun)
- Fatmawati Kamurahang (perempuan, 54 tahun)
- Yosiro Asarya Sanggili (laki-laki, 3 tahun)
- Ledy Sasela (perempuan, 20 tahun)
- Novin Tonggengbio (perempuan, 43 tahun)
- Yulita Damalang (perempuan, 36 tahun)
- Deiby Kamanangan (perempuan, 40 tahun)
- Dorkas Mudea (perempuan, 74 tahun)
- Flona Ambar (perempuan, 65 tahun)
- Oktavianus Dumalang (laki-laki, 61 tahun)
- Claudio Bangsa (laki-laki, 24 tahun)
- Adolfince Pandaeng (perempuan, 57 tahun)
- Ronal Kansil (laki-laki, 53 tahun)
- Bripda Indo Januardy Kansil (laki-laki, 24 tahun) dari Polres Sitaro
- Marilis Sanggili (perempuan, 27 tahun)
- Dea Pianaung (perempuan, 11 tahun)
- Eferhart Sangkilang (laki-laki, 56 tahun)
- Sumiarti Lukas (perempuan, 58 tahun)
Korban yang Masih Hilang
Saat ini, dua korban masih dalam pencarian, yaitu:
- Adris Pianaung, laki-laki, dari Wilayah Siau Timur.
- Leonal Pianaung, anak laki-laki, dari Wilayah Siau.
Informasi Tentang Pulau Siau
Pulau Siau terletak di bagian utara Provinsi Sulawesi Utara. Dari Pelabuhan Manado, jarak ke Pulau Siau dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam menggunakan kapal cepat. Pulau ini termasuk salah satu dari 47 pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro).
Dari 47 pulau tersebut, hanya 10 pulau yang berpenghuni. Total penduduk Kabupaten Sitaro mencapai 70.528 jiwa, dengan penduduk terbanyak tinggal di Pulau Siau. Disusul oleh Pulau Tagulandang dan Biaro. Ibu kota kabupaten berada di Pulau Siau.
Pulau Siau juga dikenal sebagai daerah penghasil pala, salah satu komoditi unggulan daerah ini. Selain itu, Gunung Api Karangetang dengan ketinggian 1.797 mdpl berada di pulau ini dan termasuk gunung berapi yang sangat aktif.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











