Persebaya Surabaya Mengalahkan Malut United dalam Laga Dramatis
Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan Malut United dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang penuh drama di Stadion Gelora Bung Tomo. Kemenangan ini menjadi awal yang baik bagi pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, dalam debutnya sebagai pelatih tim kebanggaan masyarakat Surabaya.
Pertandingan berlangsung pada Sabtu (10/1/2026) dan menjadi momen penting bagi Persebaya. Gelora Bung Tomo dipenuhi oleh ribuan pendukung yang memberikan dukungan luar biasa kepada tim Green Force sejak menit pertama. Energi yang diberikan oleh Bonek Mania membuat para pemain Persebaya tampil lebih percaya diri dan siap menghadapi lawan.
Di awal pertandingan, Malut United sempat memberikan ancaman melalui tembakan keras dari Ciro Henrique Alves Ferreira E Silva. Namun, bola masih meleset sedikit dari gawang. David Aparecido Da Silva juga mencoba memperoleh peluang, tetapi lini pertahanan Persebaya yang dipimpin Leo Lelis tampil sangat disiplin.
Memasuki menit ke-13, gol pertama Persebaya tercipta lewat Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas. Gol ini dicetak setelah mendapatkan umpan matang dari Bruno Moreira Soares. Keunggulan 1-0 membuat para pemain Persebaya semakin percaya diri dan menguasai jalannya pertandingan.
Gali Freitas hampir saja mencetak gol kedua setelah beberapa menit kemudian, namun sepakannya masih meleset dari gawang. Bruno Moreira terus mengganggu sisi sayap lawan dengan pergerakan eksplosifnya, menciptakan banyak ruang bagi rekan-rekannya.
Malut United langsung merespons dengan aksi individu David da Silva pada menit ke-15. Sayangnya, tembakan on target tersebut bisa dihalau oleh Ernando Ari. Igor Inocencio de Oliveira dan Yance Sayuri bergantian mencoba menggempur pertahanan tuan rumah, tetapi upaya mereka gagal setelah tembakan Yance Sayuri diblok oleh barisan bek Persebaya.
Pertandingan semakin panas di pertengahan babak pertama. David da Silva kembali mengancam di menit ke-20, tetapi kali ini keberuntungan belum berpihak. Ciro Alves terus bergerak liar dan mencoba memberikan umpan matang kepada rekan-rekannya di lini depan. Sementara itu, Wbeymar Angulo Mosquera juga mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh, tetapi masih bisa diblok lawan.
Gali Freitas hampir mencetak gol keduanya di menit ke-29 setelah menerima umpan matang dari Malik Risaldi. Namun, sepakan tajamnya masih meleset dari bingkai gawang Malut United. Ketegangan meningkat ketika bek Malut United, Nilson Barbosa Nascimento J Fialho, harus menerima kartu kuning akibat pelanggaran keras.
Yakob Sayuri sempat mendapatkan peluang emas setelah menerima operan dari Tri Setiawan di area kotak penalti, tetapi akurasi tembakannya masih jauh dari harapan. Petaka bagi Malut United datang kembali pada menit ke-36 lewat aksi brilian Gali Freitas. Gol ini tercipta berkat kreativitas Francisco Israel Rivera Davalos yang jeli melihat posisi kosong di pertahanan lawan.
Menjelang akhir babak pertama, Malut United terus menekan melalui serangan bertubi-tubi dari sektor sayap. Yance Sayuri dan Tri Setiawan melepaskan tembakan yang berulang kali membentur tembok kokoh pertahanan Persebaya. Skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga wasit meniup peluit tanda istirahat babak pertama.
Babak Kedua Penuh Tekanan
Memasuki babak kedua, Malut United melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Manahati Lestusen untuk menggantikan Tri Setiawan. Perubahan ini dilakukan Hendri Susilo guna memperkuat lini tengah dan meredam kreativitas gelandang Persebaya.
Yakob Sayuri langsung menggebrak di menit-menit awal babak kedua meski usahanya masih bisa diredam defender lawan. Yance Sayuri pun terus mencoba mencari celah melalui tembakan-tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang cukup berbahaya. Perjuangan tanpa lelah Laskar Kie Raha akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61 melalui gol berkelas Ciro Henrique Alves Ferreira E Silva.
Gol ini memperkecil kedudukan menjadi 2-1 setelah memanfaatkan kelengahan di lini belakang Persebaya. Gol ini sempat membuat atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi sedikit tegang bagi pendukung tuan rumah. Persebaya langsung bereaksi dengan melakukan pergantian pemain demi menjaga ritme dan mengamankan keunggulan tipis tersebut.
Bernardo Tavares memutuskan menarik keluar sang pahlawan Gali Freitas dan menggantikannya dengan Diego Maurício Machado de Brito. Toni Firmansyah juga ditarik keluar untuk memberikan tempat bagi tenaga baru, Sadida Nugraha Putra, di lini tengah. Malut United tidak mau kalah dengan memasukkan Taufik Rustam menggantikan Igor Inocencio demi menambah daya gedor.
Namun, Persebaya justru hampir menambah gol melalui Diego Maurício yang langsung nyetel dengan permainan tim setelah masuk. Pertandingan semakin panas saat Yance Sayuri dan Bruno Moreira masing-masing mendapatkan kartu kuning dari sang pengadil lapangan. Kedua pemain terlibat duel sengit yang membuat wasit harus bertindak tegas demi menjaga situasi tetap kondusif.
Drama Akhir Pertandingan
Bernardo Tavares kemudian memasukkan Koko Ari Araya untuk menggantikan Dejan Tumbas demi memperkuat sektor pertahanan samping. Koko Ari bahkan sempat melepaskan tembakan on target yang memaksa kiper Malut United bekerja keras menyelamatkan gawang.
Memasuki sepuluh menit terakhir, Malut United mengurung pertahanan Persebaya guna mencari gol penyama kedudukan yang sangat dinanti. Taufik Rustam dan Yakob Sayuri terus menebar ancaman, namun penyelesaian akhir mereka masih belum menemui sasaran yang tepat. Malik Risaldi sempat memberikan harapan bagi Persebaya melalui peluang yang diciptakan untuk Bruno Moreira di menit ke-82.
Namun, sepakan Bruno masih melambung tipis di atas mistar gawang Angga Saputra sehingga skor tidak berubah. Menjelang peluit panjang, drama pergantian pemain terus berlanjut dengan masuknya Randy Hanson dan Dimas Wicaksono di kubu Persebaya. Sementara Malut United memasukkan Muhammad Dimas Drajad untuk menggantikan Tyronne Gustavo demi opsi serangan udara.
Tambahan waktu lima menit di masa injury time menjadi periode yang sangat krusial bagi kedua tim. Gustavo Moreno de Franca hampir saja membuyarkan pesta tuan rumah lewat sundulan maut yang beruntung bisa diamankan Ernando Ari. Manahati Lestusen juga mencoba peruntungan di detik-detik akhir namun tembakannya diblok rapat oleh lini pertahanan Green Force.
Taufik Rustam justru harus diganjar kartu kuning karena melakukan pelanggaran keras di tengah upaya mengejar ketertinggalan. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan pasukan Bernardo Tavares di laga debutnya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya untuk terus bersaing di papan atas klasemen sementara. Kemenangan ini sekaligus membuktikan tangan dingin Bernardo Tavares mulai memberikan dampak positif bagi permainan tim kebanggaan Surabaya. Publik kini menanti konsistensi Green Force dalam menghadapi laga-laga berat selanjutnya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.











