"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

Aceh Paling Parah Dampak Bencana, Kementerian PKP Siapkan Lahan Relokasi untuk Ribuan Rumah

Dampak Bencana di Sumatra: Aceh Paling Terdampak

Pemerintah telah mencatat sejumlah besar rumah yang terkena dampak bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Total jumlah rumah yang rusak atau hanyut mencapai sekitar 189.000 unit, dengan Aceh menjadi wilayah paling parah terkena dampak.

Data ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam mempercepat langkah relokasi dan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak bencana. Selain itu, beberapa daerah mulai beralih dari status tanggap darurat ke transisi darurat, meskipun pencarian korban masih berlangsung di Aceh.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan data tersebut dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana Sumatera yang digelar di Banda Aceh pada Sabtu (10/1/2026). Ia menjelaskan bahwa Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling besar.

Maruarar merinci, untuk kategori rumah rusak berat, Aceh mencatat 64.740 unit, Sumatra Utara 18.341 unit, dan Sumatra Barat 6.627 unit. Sementara untuk kategori rusak sedang, Aceh mencapai 40.103 unit, Sumatra Utara 3.616 unit, dan Sumatra Barat 2.842 unit. Adapun rumah yang rusak atau hanyut, di Aceh tercatat 13.969 unit, Sumatra Utara 937 unit, dan Sumatra Barat 791 unit.

“Jika kita akumulasikan seluruh kategori, total rumah terdampak kurang lebih 189 ribu unit,” ujar Maruarar.

Persiapan Lahan Relokasi di Aceh

Kementerian PKP telah menyiapkan 53 titik lahan relokasi di Provinsi Aceh untuk menangani rumah-rumah yang terdampak bencana. Total luas lahan relokasi yang diusulkan di Aceh mencapai 473,09 hektare, dengan daya tampung rumah yang dapat dibangun mencapai 28.311 unit.

Lahan relokasi tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk lahan pemerintah daerah, lahan negara, BUMN/BUMD, hingga swasta. Dari total 153 titik, 24 lokasi telah diverifikasi lapangan dan dinyatakan layak.

Selain Aceh, pemerintah juga menyiapkan 16 lokasi relokasi di Sumatera Utara dan 28 lokasi di Sumatera Barat, dengan total luas masing-masing 58 hektare dan 53 hektare.

Data Korban Jiwa dan Pengungsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memperbarui data korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra. Total korban meninggal dunia mencapai 1.182 orang. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan bahwa penambahan korban jiwa terjadi di Aceh dan Sumatra Utara selama dua hari terakhir.

“Dalam 2 hari ini ada penambahan korban jiwa meninggal dunia dari (Kabupaten) Aceh Utara 1 jiwa, Langkat 2 jiwa, dan Tapanuli Tengah 1 jiwa, sehingga menambah jumlah total korban jiwa meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa,” kata Abdul Muhari.

Ia juga menyebutkan bahwa sebanyak 145 jiwa korban hilang telah berhasil ditemukan. Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 238.687 jiwa.

Status Tanggap Darurat di Aceh

Sebanyak 14 kabupaten di Aceh mulai bergeser dari status tanggap darurat ke transisi darurat. Namun, empat kabupaten masih memperpanjang status tanggap daruratnya, yaitu Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.

“Di Provinsi Aceh pencarian korban masih terus dilakukan karena masih diperpanjang status tanggap darurat,” sebut Abdul Muhari.

Sementara itu, status kebencanaan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat sudah bergeser ke transisi darurat. Sehingga pencarian korban dihentikan. Namun, tim SAR tetap standby jika ada informasi dari masyarakat mengenai lokasi atau posisi yang mungkin diidentifikasi sebagai korban.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *