Pemerintah Aceh Barat Daya Berikan Subsidi Tarif Air Bersih untuk MBR
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memberikan subsidi tarif air bersih kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berlangganan di Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Abdya. Subsidi ini ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) kabupaten setempat.
Plt Direktur Perumdam Tirta Abdya SM Riza Ariffiandi menjelaskan bahwa anggaran subsidi sebesar Rp 1 miliar telah dialokasikan untuk MBR. Ia menegaskan bahwa subsidi tersebut tidak merupakan penyertaan modal untuk perusahaan, melainkan bentuk bantuan dari pemerintah daerah.
“Subsidi ini diberikan sesuai aturan yang tercantum dalam PP nomor 132 tahun 2015 dan Permendagri nomor 21 tahun 2020 pasal 29A. Pemerintah diwajibkan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah karena air merupakan kebutuhan dasar,” jelas Riza.
Tahun ini, Perumdam Tirta Abdya tidak lagi mengajukan penyertaan modal ke pemerintah daerah karena secara pendapatan sudah mandiri. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan dan efektivitas penagihan rekening air.
Kinerja Perumdam Tirta Abdya pada Tahun 2025
Pada tahun 2025 lalu, Perumdam Tirta Abdya mencatatkan pencapaian signifikan. Jumlah pelanggan meningkat dari 3.844 menjadi 6.561 pelanggan antara akhir Mei hingga Desember 2025. Selain itu, perusahaan juga menerima 509 aduan dari masyarakat melalui nomor hotline terkait permasalahan air bersih.
Dari total aduan tersebut, sebanyak 498 aduan telah terselesaikan atau mencapai 98 persen. Pendapatan per bulan juga meningkat signifikan, dari sebelumnya hanya Rp 60 juta menjadi Rp 148.502.200 per bulan. Total pendapatan dari Juni hingga Desember 2025 mencapai Rp 891.013.200.
Efektivitas penagihan rekening air juga meningkat menjadi 107 persen, dengan piutang lama yang dapat tertagih sebesar Rp 66.955.150. Selain itu, jumlah karyawan Perumdam Tirta Abdya juga ditambah menjadi 35 orang dari sebelumnya hanya 16 orang.
Target Tahun 2026
Untuk tahun 2026, Riza menetapkan target sistem manajemen kinerja berbasis KPI (Key Performance Indicator) sebagai alat utama untuk merencanakan, mengukur, menilai, dan meningkatkan kinerja perusahaan serta individu secara terukur, objektif, dan berkelanjutan.
“Kita tidak lagi meminta penyertaan modal dari pemerintah mulai tahun 2026, dikarenakan secara aspek keuangan perusahaan mulai menuju mandiri. Sehingga pada tahun ini kita menargetkan akan menyumbang PAD minimal Rp 500 juta,” ujar Riza optimis.
Selain itu, pihak Perumdam juga berencana melakukan penambahan cakupan pelayanan pada wilayah yang belum terpasang jaringan pipa distribusi, optimalisasi produksi untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA), pengadaan genset untuk IPA Lembah Sabil, serta peremajaan jaringan pipa distribusi yang sudah lama/rusak.
Masalah yang Masih Dihadapi
Meskipun demikian, masih ada beberapa permasalahan yang dihadapi, seperti maraknya pencurian meteran yang semakin meresahkan, serta Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Bagi (JDB) yang sudah lama/rusak sehingga mengganggu layanan distribusi air ke rumah pelanggan.
“Kami memahami dan memaklumi masih terdapat kekurangan lainnya yang masih harus dibenahi. Kami memohon maaf kepada pelanggan yang belum mendapatkan layanan maksimal,” ujar Riza.
Segala masukan dan kritik dari pelanggan akan dijadikan evaluasi untuk perbaikan kinerja di tahun 2026. “Kritikan ini adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap kami. Kami juga memohon dukungan dan peran serta masyarakat untuk mengawasi dan mengkritisi setiap langkah kebijakan dan kinerja sekarang dan kedepannya,” tambah Riza.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah
Keberhasilan yang diraih Perumdam Tirta Abdya tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati Abdya Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli, serta pihak terkait lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, khususnya Bapak Bupati Safaruddin yang telah memberikan dukungan penuh, sehingga pengelolaan Perumdam Tirta Abdya bisa berjalan maksimal,” pungkas Riza.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











