Banjir Kembali Melanda Kawasan IKN di Awal Tahun 2026
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mengalami banjir di awal tahun 2026. Setelah Kelurahan Mentawir terkena dampak banjir pada Kamis (8/1/2026), kini Desa Sukaraja juga dilaporkan terendam air, dengan sebanyak 41 rumah terdampak.
Desa Sukaraja dan Kelurahan Mentawir yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sama-sama termasuk dalam kawasan rawan banjir di IKN. Banjir di Desa Sukaraja terjadi pada Minggu (11/1/2026) pagi, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 03.00 WITA.
Banjir yang melanda Desa Sukaraja dan Kelurahan Mentawir disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi selama beberapa jam. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, M Sukadi Kuncoro, mengatakan bahwa informasi awal tentang banjir diterima pada pukul 07.10 WITA, Minggu (11/1/2026). Banjir diketahui mulai terjadi sekitar pukul 04.00 WITA dan berdampak pada wilayah RT 24 dan RT 25 Desa Sukaraja.
Berdasarkan data BPBD PPU, sebanyak 41 rumah terendam banjir dengan total 129 jiwa terdampak. Mayoritas rumah berada di kawasan dataran rendah dan bantaran sungai yang rawan luapan saat curah hujan tinggi. Air mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 04.00 WITA, setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 03.00 WITA. Ketinggian muka air tercatat mencapai sekitar 80 sentimeter di halaman rumah dan sekitar 15 sentimeter di dalam bangunan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, genangan tersebut mengganggu aktivitas warga, terutama pada pagi hari ketika sebagian warga bersiap memulai rutinitas. Sebelum kejadian, BMKG telah mengeluarkan dua peringatan dini cuaca ekstrem, Sabtu (10/1/2026) malam dan Minggu (11/1/2026) dini hari. Peringatan tersebut menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang di Kecamatan Sepaku.
Dampak terparah terjadi di RT 25, dengan 34 rumah dan 110 jiwa terdampak, sementara RT 24 mencatat 7 rumah dengan 19 jiwa. Tidak terdapat laporan korban jiwa, namun aktivitas warga sempat terganggu akibat genangan di dalam rumah. BPBD PPU menerima laporan pada pukul 07.10 WITA dan segera menurunkan tim ke lokasi untuk pendataan serta pemantauan kondisi air.
Penanganan dilakukan bersama unsur Otorita IKN, Kementerian PUPR, kepolisian, pemerintah desa, dan aparat kewilayahan. Laporan BPBD juga mencatat bahwa normalisasi aliran sungai menjadi faktor kunci pencegahan banjir berulang. Dari sejumlah titik rawan di wilayah Sepaku, area Pasar Sukaraja dan Kelurahan Mentawir hingga kini belum dilakukan normalisasi. Kondisi tersebut meningkatkan risiko luapan, saat hujan intensitas tinggi terjadi dalam durasi panjang.
Hingga Minggu sore, air dilaporkan mulai surut secara bertahap, namun BPBD merekomendasikan percepatan normalisasi sungai dan pembangunan jembatan darurat di RT 25 Sukaraja sebagai langkah pengurangan risiko.
Normalisasi di Titik Rawan Banjir
BPBD Penajam Paser Utara telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Petugas melakukan pendataan dan identifikasi wilayah terdampak serta berkoordinasi dengan unsur terkait. Selain itu, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) direncanakan melakukan normalisasi di empat titik rawan banjir pada tahun ini, yakni di Desa Sukaraja, Desa Tengin Baru, Desa Karang Jinawi, dan Desa Argo Mulyo. Adapun lokasi yang belum dilakukan normalisasi meliputi area Pasar Sukaraja dan Kelurahan Mentawir.
Hingga Minggu (11/1/2026) pagi, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut secara perlahan. “BPBD merekomendasikan percepatan normalisasi aliran sungai serta pembangunan jembatan darurat di RT 25 Desa Sukaraja guna mengurangi risiko banjir susulan,” kata Kuncoro seperti dikutip dari kompas.com.
Banjir di Kelurahan Mentawir
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Sepaku sejak Kamis (8/1/2026) menyebabkan banjir di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur. Sedikitnya 54 rumah warga di 3 RT terdampak luapan sungai, dengan total 147 jiwa merasakan dampaknya. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 WITA, setelah hujan berlangsung cukup lama dan merata.
Wilayah yang terdampak meliputi RT 01, RT 02, dan RT 03 Kelurahan Mentawir, khususnya rumah-rumah warga yang berada di dataran rendah dan sekitar bantaran sungai. Jumat (9/1/2026) dilaporkan banjir di Kelurahan Mentawir yang termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kaltim ini sudah berangsur surut.
Menurut Lurah Mentawir, Nelva Susanti, banjir memang sering terjadi di wilayahnya. “Ini memang banjir musiman setiap akhir tahun dan awal tahun,” kata Nelva, Jumat (9/1/2026). Meski merupakan fenomena tahunan, Nelva mengaku, banjir kali ini merupakan yang paling besar dalam 26 tahun terakhir dia tinggal di Mentawir.
Berdasarkan catatan pihak kelurahan, ada 15 rumah yang sempat terendam banjir, sedangkan sisanya air hanya sampai kolong rumah warga. “Rumah yang terendam itu seluruhnya berada di dekat dengan sungai. Ketinggian air saat banjir sempat mencapai 1,5-2 meter,” kata dia seperti dikutip dari kompas.com. Nelva menduga, banjir parah kali ini dipicu pendangkalan di hulu sungai dan penyempitan di muara sungai. Pihak kelurahan sudah beberapa kali meminta dinas terkait untuk melakukan normalisasi Sungai Mentawir. “Tapi UPT tidak memiliki alat yang memadai untuk pengerukan. Makanya sampai saat ini normalisasi belum terealisasi,” ujar dia.
10 Titik Rawan Banjir di IKN Kaltim
Berdasarkan kajian Risiko Bencana (KRB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020-2024, terdapat 10 titik rawan banjir di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim). Desa dan kelurahan di kawasan IKN dengan potensi banjir tinggi meliputi:
- Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara
- Kelurahan Sungai Seluang
- Kelurahan Samboja Kuala
- Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara
- Kelurahan Teluk Dalam
- Kelurahan Muara Jawa Ulu
- Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara
- Desa Bukit Raya
- Desa Bumi Harapan
- Kelurahan Mentawir
- Desa Sukaraja
- Desa Wonosari
- Desa Tengin Baru
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











