Video Genangan Air di Pasar Pagi Samarinda Viral
Sebuah video yang menunjukkan genangan air hujan masuk ke dalam koridor Pasar Pagi Samarinda, Kalimantan Timur, menjadi viral di media sosial. Video ini muncul sebelum peresmian pasar tersebut, dan mengundang perhatian luas dari masyarakat.
Seorang pedagang di lantai enam mengeluhkan bahwa air hujan masuk ke area pasar saat hujan, padahal baru saja mulai mengisi barang dagangan. Ia menyampaikan keluhannya langsung kepada pemangku kebijakan, dengan nada yang terdengar sedih dan prihatin.
“Banjir, mohon diperhatikan, gimana solusinya ya, saya sudah mulai mengisi barangnya,” ujar pria dalam video tersebut. Video ini diunggah oleh akun Instagram @samarindaku pada Sabtu (3/1/2026).
Reaksi Warganet Terhadap Video
Viralnya video tersebut menunjukkan kuatnya peran media sosial sebagai ruang pengawasan publik. Unggahan singkat berdurasi pendek mampu menarik perhatian luas dan memunculkan diskusi mengenai kesiapan fasilitas publik di Samarinda.
Banyak warganet memberikan komentar di kolom unggahan tersebut. Beberapa di antaranya menyampaikan kekecewaan atas kondisi infrastruktur Pasar Pagi:
- “Dah nunggu lama ad aj problemny, kmren smpt ksna blum jg di pake bangunan.. sdh ada yang retak / noda jamur.”
- “Mau tempias atw apapun namanya.. Amun sebanyak itu airnya lain kisah dah itu min ai. Y masa kada dipikirakan Indonesia hanya ada 2 musim aj loh.”
- “Gimana kami mau jualan.”
Video tersebut juga memicu sorotan publik terhadap kesiapan infrastruktur Pasar Pagi sebagai pusat ekonomi Samarinda.
Proses Relokasi Pasar Pagi Samarinda
Proses relokasi Pasar Pagi Samarinda menuai tuntutan dari para pedagang. Mereka meminta transparansi data pedagang yang akan mengisi kios-kios di Pasar Pagi yang terletak di Jl Gajah Mada, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Provinsi Kalimantan Timur.
Pedagang juga menuntut agar mereka yang memiliki Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) diprioritaskan. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, memberikan klarifikasi terkait aksi protes pedagang Pasar Pagi Samarinda yang menuntut transparansi relokasi bangunan baru.
Marnabas menegaskan bahwa seluruh pedagang yang masuk dalam database akan mendapatkan tempat. Total terdapat 2.505 petak kios di bangunan baru Pasar Pagi.
Proses pengembalian pedagang dibagi menjadi dua tahap utama:
* Tahap pertama: 1.800 pedagang yang memiliki kelengkapan administrasi berupa SKTUB dan aktif berjualan.
* Tahap kedua: sekitar 700 pedagang yang aktif berjualan namun belum memiliki SKTUB.
Verifikasi dilakukan melalui bukti pembayaran retribusi harian dan pantauan petugas lapangan.

Isu Jual Beli Lapak
Marnabas juga mengimbau para pedagang untuk tidak termakan informasi hoaks, terutama isu jual-beli lapak yang sempat beredar. Ia menegaskan bahwa proses ini gratis bagi pedagang resmi dan mengancam akan menindak tegas siapapun yang mencoba melakukan praktik ilegal.
Pedagang Geruduk Dinas Perdagangan
Puluhan pedagang mendatangi Kantor Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda untuk menuntut transparansi serta kepastian nasib lapak usaha yang hingga kini dinilai belum jelas. Mereka membawa bukti SKTUB asli dan menyampaikan keresahan atas aplikasi pendaftaran lapak yang sulit diakses secara merata.
Ade Maria Ulfa, Koordinator Aksi, menjelaskan bahwa janji Pemerintah Kota Samarinda dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Oktober lalu belum terealisasi hingga sekarang. Ia menegaskan bahwa pedagang berharap data awal pemilik SKTUB resmi yang diutamakan.
Oknum Pejabat Pasar Dinilai Arogan
Massa juga menyoroti perilaku tidak menyenangkan dari salah satu oknum pejabat pasar berinisial AA. Pedagang mengeluhkan tindakan AA yang dinilai arogan dan sering menggunakan kata-kata kasar saat menghadapi pedagang. Mereka meminta Wali Kota dan Kadis untuk memperbaiki etika pejabat tersebut.
Respons Dinas Perdagangan
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, memberikan klarifikasi langsung. Ia memastikan bahwa data para pedagang tidak hilang dan tetap tersimpan aman dalam database dinas. Namun, ia menjelaskan bahwa saat ini proses verifikasi sedang memasuki tahap yang sangat krusial.
Staf arogan akan dilaporkan ke Wali Kota. Marnabas Patiroy mengaku telah memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Perdagangan mengenai sikap staf UPTD yang dinilai kurang ramah. Ia memahami adanya faktor kelelahan karena staf bekerja lembur hingga dini hari untuk memfinalisasi data.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











