Bali Mengalami Peningkatan Kunjungan Wisatawan
Bali terus menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam sektor pariwisata. Isu bahwa Bali sepi wisatawan yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta yang ada. Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa kondisi pariwisata Pulau Dewata pada tahun 2025 menunjukkan tren positif, baik dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).
Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, menjelaskan bahwa pariwisata Bali memiliki pola siklus tahunan yang berulang dan tidak bisa dinilai hanya dari satu periode tertentu. “Kalau ritme kehadiran wisatawan per tahun memang di Bali ada yang high season dan low season. Ini hal yang biasa dan terjadi setiap tahun,” ujar Sumarajaya.
Menanggapi narasi penurunan kunjungan, Sumarajaya menyebut data resmi justru menunjukkan kenaikan jumlah wisatawan asing hingga menjelang akhir tahun 2025. Hingga 22 Desember 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali telah mencapai sekitar 6,8 juta orang, meningkat sekitar 500 ribu wisatawan dibandingkan total kunjungan sepanjang 2024 yang berada di angka 6,3 juta orang.
Pemerintah juga memproyeksikan jumlah tersebut bisa menembus 7 juta wisatawan hingga 31 Desember 2025. “Sejak tanggal 14 Desember, jumlah kunjungan wisman sudah berada di atas 20 ribu orang per hari,” jelas Sumarajaya.
Berdasarkan data resmi, total kunjungan wisatawan ke Bali sepanjang 2025 mencapai 15,9 juta orang, terdiri dari 6,8 juta wisman dan 9,1 juta wisnus. Puncak kunjungan terjadi pada periode April hingga Agustus, sejalan dengan musim libur dan high season pariwisata.
Data Kunjungan Wisatawan ke Bali
Berikut adalah data kunjungan wisatawan ke Bali untuk tahun 2025:
| BULAN | WISMAN | WISNUS | TOTAL WISATAWAN |
|---|---|---|---|
| JANUARI | 529.897 | 902.688 | 1.432.585 |
| FEBRUARI | 450.697 | 686.283 | 1.136.980 |
| MARET | 470.851 | 633.380 | 1.104.231 |
| APRIL | 591.221 | 1.127.649 | 1.718.870 |
| MEI | 602.213 | 774.930 | 1.377.143 |
| JUNI | 637.868 | 902.879 | 1.540.747 |
| JULI | 697.107 | 800.121 | 1.497.228 |
| AGUSTUS | 682.866 | 770.278 | 1.453.144 |
| SEPTEMBER | 635.149 | 763.690 | 1.398.839 |
| OKTOBER | 594.853 | 652.753 | 1.247.606 |
| NOVEMBER | 533.372 | 718.679 | 1.252.051 |
| DESEMBER | 393.351 | 384.449 | 777.800 |
| JUMLAH TOTAL | 6.819.445 | 9.117.779 | 15.937.224 |
Fenomena penurunan kunjungan setelah September disebut sebagai penyesuaian alami dalam siklus pariwisata, sebelum kembali meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Gubernur Bali Wayan Koster secara tegas membantah kabar Bali sepi wisatawan. Ia menilai isu tersebut tidak berdasar dan bertentangan dengan data yang dimiliki pemerintah daerah.
“Bohong. Saya punya data, setiap hari meningkat. Sekarang sekitar 17 ribu sampai 20 ribu wisatawan asing per hari. Total Januari sampai Desember sudah mencapai 6,7 juta,” tegas Koster saat rapat paripurna DPRD Bali, Senin (22/12).
Menurutnya, masih terdapat peluang lonjakan kunjungan menjelang puncak libur akhir tahun. Namun demikian, Koster juga menyoroti tantangan lain, yakni tingkat okupansi hotel yang tidak sepenuhnya sebanding dengan jumlah wisatawan. Hal ini dipengaruhi oleh tren wisatawan asing yang memilih akomodasi alternatif seperti Airbnb, yang kontribusi pajaknya ke daerah masih belum optimal.
Di sisi lain, Bali tetap menjadi destinasi unggulan wisatawan domestik. Kementerian Pariwisata memproyeksikan sekitar 128 juta perjalanan wisata nusantara terjadi selama libur akhir tahun 2025. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut sekitar 3,4 juta wisatawan domestik melakukan perjalanan menggunakan pesawat, dengan Bali tetap menjadi salah satu tujuan utama.
“Bali masih favorit untuk wisatawan domestik. Selain itu, Yogyakarta juga sangat ramai, disusul Surabaya dan beberapa wilayah Sumatera,” ungkap Widiyanti.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











