Berau Kembali Dilanda Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi
Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur kembali dilanda banjir akibat curah hujan tinggi sejak awal pekan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat dan memicu tindakan pencegahan dari berbagai instansi terkait.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Novian Hidayat, menjelaskan bahwa banjir terjadi di wilayah hulu, khususnya di Kecamatan Segah dan Kelay. Pihaknya sudah bersiap lantaran banjir ini merupakan banjir bandang akibat curah hujan yang tinggi. Sejumlah kampung terdampak antara lain Merasa (Kelay), serta Long Ayan, Long Ayap, Tepan Buah (Segah). Di Kecamatan Sambaliung, banjir juga melanda Long Lanuk, Inaran, Bena Baru, Tumbit Melayu, Teluk Bayur, Tumbit Dayak, dan Labanan Makarti.
“Ini karena curah hujan yang tinggi. Banjir juga mengakibatkan sampah organik maupun non-organik ikut hanyut,” ujar Novian, Senin (8/12/2025).
Beberapa masyarakat sudah ada yang berpindah ke rumah kerabat yang lebih tinggi. Adapula yang masih dalam batas wajar, dan tetap tinggal di rumah. Dijelaskan Novian, saat ini pihaknya sudah bersiaga di kampung tersebut dan memantau lebih lanjut terhadap banjir yang berlangsung.
Respons BPBD dan Kondisi Warga
BPBD Berau telah menurunkan tim untuk bersiaga di lokasi terdampak dan melakukan pemantauan intensif. Sosialisasi juga dilakukan agar masyarakat tidak panik serta segera mengungsi ke tempat aman jika ketinggian air meningkat. Novian menambahkan, sebagian warga sudah berpindah ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih tinggi, sementara sebagian lainnya masih bertahan di rumah karena kondisi air dianggap masih dalam batas wajar.
Potensi Hujan Tinggi dan Pasang Air Laut
Kepala BMKG Berau, Ade Heriyadi, menjelaskan bahwa potensi hujan lebat masih ada meski intensitasnya bisa berubah sewaktu-waktu. Ia menekankan bahwa banjir kali ini diperparah oleh pasang air laut, yang membuat laju aliran air dari hulu tertahan.
“Banjir ini bersamaan dengan pasang air laut sehingga pergerakan air dari hulu tertahan. Jadi memang harus siap siaga,” tutup Ade.
Siapkan Tas Siaga Bencana
Salah satu hal yang harus dipersiapkan oleh masyarakat adalah membawa tas siaga bencana. Berikut rincian barang-barang yang wajib ada dalam tas siaga bencana:
- Dokumen penting
- Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga paspor.
- Fotokopi dan dokumen asli jika memungkinkan.
- Buku nikah atau akta kelahiran, kartu BPJS atau asuransi lainnya, serta sertifikat penting.
-
Daftar kontak darurat keluarga dan instansi penting seperti BPBD, RT/RW, dan rumah sakit.
-
Kebutuhan komunikasi dan informasi
- Radio portable dan baterai cadangan.
- Power bank yang sudah terisi daya penuh serta kabel pengisi daya ponsel.
-
Peluit untuk memudahkan pencarian saat terjebak.
-
P3K dan obat-obatan
- Peralatan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), seperti plester, kasa, perban, dan antiseptik.
- Obat-obatan pribadi seperti hipertensi, asma, diabetes.
-
Masker medis atau N95, serta salep anti nyamuk.
-
Makanan dan minuman
- Air minum minimal 1 liter per orang, idealnya 2-3 liter.
- Makanan awet seperti biskuit energi, makanan kaleng, roti kering.
-
Peralatan makan ringan seperti sendok dan gelas lipat.
-
Pakaian dan proteksi
- Pakaian ganti sekitar satu hingga dua set.
- Jaket atau raincoat untuk melindungi dan menghangatkan tubuh.
- Selimut ringan atau selimut darurat (thermal blanket) serta kaos kaki tambahan.
-
Sarung untuk kegunaan multifungsi.
-
Perlengkapan praktis
- Senter bertenaga dinamo.
- Korek api atau pemantik, pisau lipat atau multitool, tali serbaguna atau paracord.
-
Kantong plastik besar yang multifungsi, masker debu.
-
Perlengkapan kebersihan
-
Sabun kecil, sikat dan pasta gigi, tisu basah, hand sanitizer, serta pembalut jika diperlukan.
-
Perlengkapan bayi dan lansia
- Susu formula, popok, dan selimut bayi.
- Obat rutin, kacamata cadangan, serta tongkat lipat atau kebutuhan mobilitas lain.
Persiapan Lain di Luar Tas Siaga Bencana
Selain menyiapkan tas siaga bencana, Agus mengatakan persiapan untuk evakuasi keluarga juga tak kalah penting. Tentukan titik kumpul keluarga jika terpisah, ketahui jalur evakuasi dari rumah, serta kenali lokasi posko pengungsian terdekat. Nomor-nomor penting seperti nomor Basarnas (call center: 115), BNPB/BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Polisi juga sebaiknya disimpan.
Sebelum bencana, kondisi rumah pun juga harus diamankan. Matikan listrik saat banjir mulai naik, simpan barang berharga di tempat tinggi, bersihkan talang dan saluran air secara berkala, serta siapkan alat pemecah kaca. Install aplikasi siaga seperti BMKG untuk peringatan gempa dan cuaca, info BMKG, dan Inarisk BNPB untuk cek kerentanan bencana di lokasi. Terakhir, lakukan latihan evakuasi satu hingga dua kali sehingga seluruh anggota keluarga tahu apa yang dilakukan ketika keadaan darurat.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











