Sejarah Sepak Bola yang Nyaris Berubah
Jose Pékerman bukan sekadar pelatih biasa. Ia adalah sosok penting yang membentuk fondasi generasi emas sepak bola Argentina. Dalam sebuah pengakuan di acara Diario Olé baru-baru ini, ia mengungkap kisah mengejutkan tentang bagaimana ia menyelamatkan Lionel Messi dari tangan Spanyol.
Pada 2004, situasi sangat genting. Spanyol berusaha untuk mendaftarkan Messi sebagai pemain nasional mereka. Jika hal itu terjadi, dunia mungkin tidak akan pernah melihat Messi memenangkan Piala Dunia bersama Argentina.
Pékerman dan stafnya merancang “operasi rahasia” untuk memastikan Messi tetap memperkuat Argentina. Ini adalah langkah strategis yang sangat penting, karena jika Spanyol berhasil mendaftarkan Messi, maka Argentina kehilangan salah satu bakat terbesar sepanjang masa.
Awal Mula Kecurigaan di Eropa
Pékerman sedang melakukan perjalanan ke Eropa untuk memperdalam ilmu kepelatihannya. Dalam kunjungannya ke Spanyol, ia mendengar percakapan antusias dari staf teknis timnas Spanyol. Mereka sedang membicarakan seorang penyerang berusia 17 tahun yang memiliki bakat luar biasa. Pékerman langsung mengenali bahwa sosok tersebut adalah Messi.
Messi saat itu sudah pindah ke Spanyol sejak usia 13 tahun untuk bergabung dengan akademi Barcelona, La Masia. Pékerman mencium adanya gelagat serius dari federasi Spanyol untuk segera menaturalisasi pemain muda tersebut agar bisa membela panji La Furia Roja.
Rencana Darurat dan Kebingungan Tocalli
Sekembalinya ke Buenos Aires, Pékerman langsung memberitahu koleganya, Hugo Tocalli, tentang ancaman ini. Ia meminta agar Messi dimasukkan dalam skuad U-20 Argentina. Tocalli awalnya bingung dan skeptis terhadap permintaan mendadak tersebut. Namun, Pékerman menjelaskan bahwa ini bukan soal taktik turnamen semata, melainkan langkah strategis jangka panjang.
Ia meyakinkan Tocalli bahwa Messi tidak harus menjadi pemain inti. Yang penting adalah memastikan namanya terdaftar dan ia bermain, meski hanya sebentar, dalam seragam Argentina di laga resmi FIFA.
Laga Persahabatan ‘Settingan’ yang Menentukan
Julio Grondona, presiden AFA saat itu, bergerak cepat untuk mengatur pertandingan resmi. Pékerman meminta agar laga digelar di stadion Argentinos Juniors, tempat legendaris Diego Maradona memulai kariernya.
Operasi penyelamatan ini terwujud dalam bentuk pertandingan persahabatan U-20 melawan Paraguay. Messi masuk di babak kedua dan mencetak gol ketujuh serta memberikan assist. Dengan penampilan ini, Spanyol secara otomatis kehilangan hak untuk memanggil Messi.
Pengakuan Messi: Menolak Jalur Mudah Spanyol
Bertahun-tahun kemudian, Messi merefleksikan keputusan tersebut dalam wawancara. Ia mengatakan bahwa keinginan untuk membela Spanyol tidak pernah terlintas di pikirannya. Bagi Messi, membela negara sendiri adalah sesuatu yang unik.
Loyalitasnya pada Argentina terbukti ketika ia mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar 2022. Keputusan yang diambil berdasarkan “operasi” Pékerman belasan tahun lalu terbukti menjadi fondasi dari cerita paling indah dalam sejarah sepak bola modern.
Penyesalan dan Rasa Hormat Vicente del Bosque
Vicente del Bosque, mantan pelatih Spanyol, mengakui bahwa federasi pernah berusaha merekrut Messi. Namun, upaya tersebut gagal karena keinginan kuat sang pemain sendiri. Del Bosque menunjukkan rasa hormat terhadap keputusan Messi yang memilih Argentina.
Ia menyatakan bahwa kehadiran Messi akan memberikan nilai tambah besar bagi timnas Spanyol. Meski demikian, ia mengakui bahwa mimpi untuk melatih Messi dalam balutan seragam La Furia Roja adalah sesuatu yang tak terwujud.
Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya langkah cepat Pékerman dalam menyelamatkan talenta terbaik Argentina. Tanpa intervensi tersebut, sejarah sepak bola dunia mungkin akan sangat berbeda.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











