Berita Terkini: Bantuan Pemeriptah untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan untuk para korban banjir dan tanah longsor yang terjadi di tiga provinsi Pulau Sumatra. Bantuan ini mencakup santunan, biaya perbaikan rumah, serta bantuan khusus untuk mahasiswa yang terdampak bencana alam.
Santunan Korban Tewas dan Luka Berat
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah memberikan santunan kepada ahli waris korban tewas dan korban luka berat akibat bencana. Besaran santunan yang diberikan adalah sebesar Rp15 juta untuk korban meninggal dan Rp5 juta untuk korban luka berat.
Gus Ipul menyampaikan bahwa bantuan tersebut bertujuan untuk meringankan beban korban dan keluarganya. “Ini adalah bentuk tali asih untuk meringankan beban dan menguatkan kebersamaan kita di tengah-tengah bencana,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga sedang mempersiapkan program pemberdayaan bagi warga yang kehilangan rumah, pekerjaan, maupun mata pencaharian akibat bencana.
Bantuan Rumah Senilai Rp60 Juta
Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran sebesar Rp60 juta per unit rumah untuk membantu pengungsi bencana di Sumatra. Dana tersebut akan digunakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengganti atau memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat banjir bandang dan longsor.
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, menjelaskan bahwa saat ini tercatat lebih dari 37 ribu rumah warga yang rusak. Pihaknya akan membangun dua jenis hunian, yaitu hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Huntara akan dibangun oleh Satgas Penanggulangan Bencana TNI/Polri, sementara huntap akan diserahkan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP).
Suharyanto menyatakan bahwa anggaran Rp60 juta per rumah sudah cukup untuk pembangunan dan perbaikan. Namun, jika pemilik rumah ingin menambahkan dana sendiri, mereka diperbolehkan melakukannya.
Bantuan Khusus Mahasiswa
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyampaikan bahwa sebanyak 15.833 mahasiswa terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera akan menerima bantuan biaya hidup sebesar Rp1.250.000 per bulan. Bantuan ini diberikan melalui skema Program Indonesia Pintar (PIP) bagi mahasiswa korban bencana alam.
Direktur Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan mencapai 15.833 mahasiswa dari total sekitar 18.000 mahasiswa yang terdata sebagai terdampak. Total anggaran yang disiapkan untuk penyaluran bantuan tersebut mencapai Rp59,375 miliar.
Fauzan menambahkan bahwa sebanyak 60 perguruan tinggi terdampak banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Perkembangan Bencana di Sumatra
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 929 jiwa tewas akibat bencana di Sumatra, per Senin (8/12/2025). Korban tewas terbanyak ada di Kabupaten Agam dengan 179 jiwa, disusul Aceh Utara dengan 128 jiwa, dan Tapanuli Tengah dengan 120 jiwa.
Sementara itu, korban masih hilang mencapai 274 jiwa dan melukai 5.000 jiwa. Data lain menunjukkan bahwa sebanyak 148.100 rumah rusak, fasilitas umum 1.200 unit, rumah ibadah 420 unit, fasilitas kesehatan 199 unit, gedung/kantor 234 unit, fasilitas pendidikan 534 unit, dan jembatan 405 unit.











