Banjir Bandang di Lebong: Kerusakan Infrastruktur dan Sekolah
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Minggu (5/4/2026) di Kabupaten Lebong menyebabkan kerusakan pada permukiman warga, infrastruktur, serta fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah. Dampak bencana tersebut tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Uram Jaya, Amen, Lebong Utara, Lebong Tengah, hingga Pinang Belapis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ratusan kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir dan longsor. Di Kelurahan Pasar Muara Aman tercatat 138 KK rumah mengalami kerusakan ringan akibat banjir. Sementara di Kampung Muara Aman sebanyak 137 KK juga terdampak dengan kategori serupa. Di Desa Nangai Amen, jumlah dampak lebih besar dengan 273 KK rumah rusak ringan dan 13 KK mengalami kerusakan berat. Selain itu, Desa Kota Agung mencatat 374 KK rumah rusak ringan, sementara Desa Tangua terdapat 270 KK rumah terdampak dan 1 KK mengalami kerusakan berat.
Wilayah lain seperti Desa Tunggang, Desa Sungai Gerong, Desa Karang Anyar, hingga sejumlah desa di Kecamatan Lebong Tengah juga mengalami dampak serupa dengan kategori kerusakan ringan hingga berat.
Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Selain permukiman warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai infrastruktur umum. Di Desa Tunggang, jembatan gantung dilaporkan putus, jalan usaha tani longsor, serta beberapa ruas jalan mengalami kerusakan. Kerusakan juga terjadi pada jaringan irigasi di sejumlah desa seperti Desa Embong, Desa Kota Baru, dan Desa Tangua, serta kerusakan pada bronjong penahan tebing dan perpipaan air bersih masyarakat.
Di sektor pertanian, sawah warga turut terdampak, termasuk di Desa Kota Agung yang mencatat sekitar 10 hektare lahan pertanian terdampak. Dampak banjir dan longsor juga dirasakan di sektor pendidikan. Data menunjukkan sejumlah sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas yang terendam air, keramik lantai pecah, hingga kerusakan pada peralatan belajar mengajar.
Beberapa sekolah yang terdampak antara lain SDN 76 Lebong, SMPN 03 Lebong, SMP Muhammadiyah 05 Muara Aman, SMPN 09 Lebong, serta SMPN 01 Lebong dengan kerusakan buku mencapai sekitar 8.000 eksemplar dan ratusan unit meja kursi. Selain itu, kerusakan juga mencakup perangkat elektronik seperti komputer, laptop, printer, hingga perlengkapan laboratorium dan perpustakaan.
BPBD Imbau Warga Tetap Waspada
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebong, Saprul, mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi sehingga masyarakat diminta tidak lengah.
“Dengan cuaca ekstrem, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai hati-hati. Termasuk juga yang berada di daerah rawan longsor. Waspada dan hati-hati,” sampai Saprul kepada wartawan pada Minggu (12/4/2026).
Hingga saat ini pemerintah daerah bersama pihak terkait masih melakukan proses pemulihan di wilayah terdampak. Meski demikian, kondisi secara umum sudah kembali kondusif. Terkait proses pemulihan kedepannya, BPBD akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinsos, Dinas PUPR dan lainnya.
“Untuk tindak lanjut, saat ini masih proses. Namun kondisi sudah kondusif dan aman,” ujarnya. BPBD juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana seperti peningkatan debit air sungai, retakan tanah, atau longsoran di sekitar permukiman. Kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko bencana lanjutan.
“Yang paling penting sekarang adalah tetap waspada dan berhati-hati,” pungkasnya.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











