"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

BPBD: 485 KK Terdampak Banjir di 7 Desa Parigi Moutong

Banjir di Kabupaten Parigi Moutong Mengancam 485 Kepala Keluarga

Banjir yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah memengaruhi sebanyak 485 kepala keluarga di tujuh desa yang tersebar di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Moutong dan Kecamatan Taopa. Desa Tompo menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak oleh banjir ini.

Beberapa warga sempat mengungsi akibat banjir, namun sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, beberapa lahan perkebunan masih tergenang air, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi pertanian di daerah tersebut.

BPBD bersama aparat desa, Babinsa, relawan TRC, dan masyarakat terus melakukan pendataan lanjutan untuk mengetahui kondisi terkini serta kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi. Beberapa kebutuhan yang diusulkan antara lain bantuan logistik penanggulangan bencana, penutupan tanggul yang jebol, normalisasi sungai, serta perbaikan jembatan kantong produksi di Desa Tompo.

Wilayah Terdampak Banjir

Berdasarkan data terbaru, banjir melanda tujuh desa di dua kecamatan. Di Kecamatan Moutong, banjir melanda Desa Gio Barat, Desa Moutong Utara, Desa Pande, dan Desa Pandelalap. Sementara di Kecamatan Taopa, banjir terjadi di Desa Paria, Desa Tompo, dan Desa Sibatang.

Dalam rincian data sementara, Desa Gio Barat dilaporkan terdampak oleh 35 kepala keluarga. Di Desa Pandelalap tercatat 80 kepala keluarga terdampak banjir. Di Desa Moutong Utara, terdapat 67 kepala keluarga yang terdampak, terdiri dari tujuh kepala keluarga di Dusun 1 dan 60 kepala keluarga di Dusun 3.

Di Desa Tompo, banjir merendam lima dusun dengan total 263 kepala keluarga terdampak. Rinciannya adalah 38 kepala keluarga di Dusun 1, 97 kepala keluarga di Dusun 3, 62 kepala keluarga di Dusun 4, 37 kepala keluarga di Dusun 5, serta 29 kepala keluarga di Dusun 6. Sementara di Desa Paria, banjir berdampak pada 40 kepala keluarga yang tersebar di dua dusun.

Penyebab Banjir dan Kondisi Terkini

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Mohammad Rivai, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan sungai meluap hingga merendam rumah warga.

“Sebagian besar banjir sudah surut dan warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Beberapa warga sebelumnya sempat mengungsi akibat banjir yang merendam rumah mereka. Di Desa Gio Barat, satu kepala keluarga atau empat jiwa sempat mengungsi. Sementara di Desa Pandelalap terdapat empat kepala keluarga yang mengungsi, sedangkan di Desa Pande dua kepala keluarga atau delapan jiwa juga sempat mengungsi.

Saat ini, BPBD Parigi Moutong bersama aparat desa, Babinsa, relawan TRC, dan masyarakat masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan.

Kebutuhan Mendesak dan Tindakan yang Dilakukan

Selain pendataan, pihak terkait juga sedang menyiapkan berbagai kebutuhan mendesak seperti bantuan logistik, penutupan tanggul yang jebol, serta normalisasi sungai. Perbaikan jembatan kantong produksi di Desa Tompo juga menjadi prioritas utama.

Informasi terbaru menunjukkan bahwa banjir sudah mulai surut di beberapa tempat, terutama di permukiman warga. Namun, dari pantauan TRC BPBD, sejumlah lahan perkebunan warga masih digenangi air, terutama di kawasan yang berdekatan dengan tanggul.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *