Peran Penting Sektor Perhubungan dalam Peningkatan Kualitas Layanan Publik
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menekankan pentingnya pembenahan sektor perhubungan melalui tiga isu utama yang menjadi fokus perhatian pemerintah daerah. Ketiganya adalah penataan parkir, pengawasan angkutan tambang, dan pemerataan penerangan jalan umum (PJU). Arahan ini disampaikan oleh Mas Handy –sapaan akrab Wakil Bupati– saat menghadiri kegiatan koordinasi dengan jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk.
Penataan Parkir yang Optimal
Mas Handy menegaskan bahwa sistem perparkiran harus diterapkan secara optimal. Ia menyoroti potensi praktik pungutan liar jika tidak diatur dengan baik. “Parkir harus jelas. Mana yang berbayar dan mana yang tidak. Jangan sampai masyarakat merasa dipungut tanpa dasar. Ini harus ditata agar tidak menimbulkan kebocoran,” katanya.
Ia juga mendorong pengelolaan parkir dilakukan secara profesional dan berbasis data. “Sehingga potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan tanpa membebani masyarakat,” tambahnya.
Pengawasan Angkutan Tambang
Di sektor angkutan tambang, Mas Handy menyoroti pentingnya pengendalian kendaraan bertonase besar yang berpotensi merusak infrastruktur jalan. Menurutnya, jalan yang dibangun dengan anggaran besar harus dijaga dari kerusakan akibat kendaraan over kapasitas.
“Jangan sampai jalan menjadi rusak karena kendaraan over kapasitas. Ini perlu pengawasan dan regulasi yang tegas,” ujarnya.
Pemerataan Penerangan Jalan Umum (PJU)
Dalam hal PJU, Mas Handy mendorong adanya inovasi dan efisiensi dalam pembangunan infrastruktur penerangan jalan. Dia mengusulkan penyesuaian jarak antar lampu berdasarkan kondisi wilayah.
“Kita bisa mulai dengan jarak tertentu, misalnya 100 meter, lalu dievaluasi. Paling penting ada progres nyata dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Sinergi Lintas Pemangku Kepentingan
Kegiatan ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk memperkuat kinerja sektor transportasi melalui sinergi lintas pemangku kepentingan. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk, Suharono, menjelaskan bahwa sektor perhubungan memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik, dengan keselamatan transportasi sebagai inti.
Ia menyatakan bahwa seluruh program harus selaras dengan visi dan misi kepala daerah serta berorientasi pada peningkatan konektivitas wilayah.
“Dishub memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin keselamatan lalu lintas. Indikator keberhasilan kami di antaranya adalah menurunnya angka kecelakaan serta meningkatnya kinerja lalu lintas,” urainya.
Tantangan dan Program Strategis
Suharono mengungkapkan bahwa saat ini, Dishub didukung oleh ratusan personel, termasuk petugas parkir yang jumlahnya cukup besar. Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam hal ketimpangan antara biaya operasional dan pendapatan yang dihasilkan.
“Tugas parkir saja melibatkan lebih dari seratus petugas. Sementara dari sisi pendapatan, masih perlu dioptimalkan agar lebih seimbang dengan biaya yang dikeluarkan,” ujarnya.
Dalam aspek keselamatan, Dishub mencatat angka kejadian kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi, mencapai ratusan kasus dalam satu tahun di berbagai ruas jalan, baik nasional, provinsi, maupun kabupaten.
“Karenanya diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan, mulai dari faktor manusia sampai kondisi infrastruktur,” imbuhnya.
Selain itu, Dishub juga terus mengembangkan berbagai program strategis, seperti layanan angkutan sekolah gratis, termasuk bagi penyandang disabilitas, serta penguatan manajemen rekayasa lalu lintas dan pengembangan fasilitas jalan.
Inovasi dan Optimasi Aset Daerah
Di sisi lain, inovasi juga dilakukan melalui optimalisasi aset daerah, seperti pemanfaatan terminal dan lahan parkir untuk meningkatkan PAD, skema kerja sama dengan desa dalam pengelolaan fasilitas parkir di kawasan strategis seperti exit tol.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











