"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Pemain Tetap Minati Juku Eja Meski Dilarang FIFA

PSM Makassar Kembali Terkena Sanksi FIFA Registration Ban

PSM Makassar kembali masuk dalam daftar FIFA Registration Ban pada 9 dan 20 Maret 2026. Sanksi ini merupakan bentuk hukuman yang diberikan oleh FIFA kepada klub sepak bola yang memiliki masalah administrasi atau keuangan di masa lalu. Dengan sanksi ini, PSM Makassar dilarang mendaftarkan pemain maupun pelatih selama tiga periode bursa transfer.

Penerapan sanksi FIFA membuat PSM Makassar tidak bisa menambah pemain baru, sehingga memicu kekhawatiran dari para suporter. Namun, manajemen klub tetap berkomitmen untuk menjaga komunikasi dengan calon pemain dan pelatih. Hal ini dilakukan agar minat bergabung tetap terjaga meskipun sedang menghadapi kendala administratif.

Penjelasan Manajer PSM Makassar

Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menyelesaikan masalah yang menyebabkan klub terkena sanksi. Ia menegaskan bahwa semua informasi disampaikan secara terbuka kepada pemain dan pelatih potensial. Menurutnya, hal ini penting karena para pemain profesional memahami kondisi sepak bola yang sering kali dinamis.

Fajrin juga menyatakan bahwa meski saat ini PSM Makassar sedang menghadapi tantangan, klub tetap memiliki daya tarik yang cukup besar. Ia berharap para pemain dan pelatih tetap tertarik untuk bergabung dengan PSM Makassar.

Alasan Banned FIFA Terjadi

Banyak pihak mengira banned FIFA terkait dengan masalah hak pemain yang ada di tim. Namun, Fajrin membantah anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sanksi ini bukan disebabkan oleh pemain yang saat ini berada di PSM Makassar atau pemain baru yang baru saja meninggalkan klub. Sanksi ini terjadi setelah beberapa bulan atau bahkan setahun sebelumnya, dan tidak terkait dengan pemain yang sedang aktif di tim.

Kondisi Keuangan PSM Makassar

Kondisi keuangan PSM Makassar saat ini sangat mengkhawatirkan. Dalam dua bulan tersisa dari kompetisi, klub hanya mengandalkan sponsor dan dukungan dari pemilik klub, Sadikin Aksa. Pendapatan dari penjualan tiket pertandingan menurun drastis. Jumlah suporter yang hadir dalam 12 laga kandang cuma mencapai 34.619 penonton. Rata-rata per pertandingan hanya 2.885 penonton yang memadati Stadion BJ Habibie.

Di sisi lain, PSM Makassar harus membayar denda akibat pelanggaran disiplin. Manajemen telah menghabiskan dana sebesar Rp 780 juta hanya untuk membayar sanksi tersebut. Fajrin menyatakan bahwa pihaknya akan segera menyelesaikan masalah ini, namun membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang.

Tantangan dan Harapan

Fajrin menegaskan bahwa komitmen PSM Makassar adalah untuk mengatur pendapatan dan cash flow klub. Ia yakin masalah ini akan segera terselesaikan sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Meski saat ini sedang menghadapi tantangan, PSM Makassar tetap berusaha menjaga reputasinya sebagai klub yang memiliki daya tarik bagi pemain dan pelatih.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *