"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Sriwijaya FC Berduka: H Much Bariyadi, Manajer Setia Tim, Meninggal

Kehilangan Dua Tokoh Penting dalam Sepekan

Sriwijaya FC kembali berduka. Dalam satu minggu terakhir, klub sepak bola asal Sumatera Selatan ini kehilangan dua tokoh penting yang berjasa besar dalam sejarah kejayaannya. Pertama adalah mantan pembina klub, H. Alex Noerdin, yang meninggal dunia pada 25 Februari 2026. Kemudian, pada 2 Maret 2026, mantan manajer legendaris Sriwijaya FC, H. Much Baryadi, juga meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Palembang.

H. Much Baryadi dikenal sebagai sosok yang sangat loyal dan royal terhadap Sriwijaya FC. Ia menjadi salah satu pilar penting di balik kesuksesan klub dalam meraih gelar ganda (Double Winner) pada musim 2007/2008. Saat itu, Sriwijaya FC berhasil memenangkan Liga Indonesia dan Piala Indonesia, prestasi yang membuatnya menjadi salah satu klub dominan di kancah sepak bola nasional.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang memiliki visi jauh hari dengan mendatangkan pelatih berkualitas seperti Rahmad Darmawan. Peran Baryadi dalam menemukan pelatih tersebut dianggap sebagai langkah strategis yang membawa perubahan besar bagi kinerja tim.

Peran Lembaga dan Pengelola Klub

Faisal Mursyid SH, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), menyampaikan rasa duka atas kepergian H. Much Baryadi. Menurutnya, kehilangan dua tokoh ini merupakan kerugian besar bagi Sriwijaya FC. “Dalam satu minggu ini kita kehilangan dua tokoh yang membesarkan Sriwijaya FC yang meninggal dunia. Setelah Pak H Alex Noerdin (pembina SFC), kini Pak H Much Bariyadi mantan Manajer Tim Sriwijaya FC 2007/2008,” ujarnya.

Banyak pihak yang mengenang peran H. Alex Noerdin selama masa kepemimpinannya. Ia tidak hanya menjadi pembina Sriwijaya FC, tetapi juga sosok yang berkontribusi dalam berbagai program pembangunan di Sumatera Selatan. Kepergiannya menjadi momen yang mengingatkan masyarakat akan kejayaan klub di masa lalu.

Momen Kejayaan yang Tak Terlupakan

Keberhasilan Sriwijaya FC pada musim 2007/2008 tak lepas dari kepiawaian manajemen yang dibangun oleh H. Much Baryadi. Di bawah kepemimpinannya, klub berhasil mengumpulkan skuad bertabur bintang seperti Keith Kayamba Gumbs, Carlos Renato Elias, Zah Rahan Krangar, Ngon A Djam, Maman Abdurrahman, Charis Yulianto, hingga Ferry Rotinsulu.

Prestasi yang diraih pada saat itu menjadi simbol kejayaan yang sulit dilupakan. Meski kini Sriwijaya FC sedang berjuang untuk bangkit setelah terdegradasi ke Liga Nusantara (Liga 3), sosok H. Much Baryadi tetap menjadi inspirasi bagi para penggemar dan pengurus klub.

Harapan untuk Masa Depan

Faisal Mursyid berharap bahwa Sriwijaya FC akan kembali memiliki tokoh-tokoh seperti H. Alex Noerdin dan H. Much Baryadi. “Harapan kita kedepan semoga Sriwijaya FC bakal kembali ada tokoh-tokoh seperti ini lagi,” pungkasnya.

Jenazah H. Much Baryadi disemayamkan di Komplek Perwira 1, Seduduk Putih Palembang. Tampak hadir dalam prosesi pemakaman mantan Gubernur Sumsel, H. Syahrial Oesman, serta mantan Presiden Sriwijaya FC, H. Hendri Zainuddin.

Sebelum dirawat di Palembang, H. Much Baryadi sempat menjalani pengobatan di Yogyakarta. Sekitar sepekan terakhir, ia dipindahkan ke Palembang hingga akhirnya berpulang. Kepergian beliau bukan sekadar kehilangan seorang tokoh, tetapi juga hilangnya bagian penting dari sejarah emas Sriwijaya FC.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *