Kembalinya Pablo Oliveira ke Lapangan
Pablo Oliveira akhirnya kembali bermain di lapangan setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di Brazil. Ia kembali ke Malang pada akhir 2025 dan tampil dalam pertandingan Arema FC melawan Borneo FC, Kamis (26/2/2026). Kembalinya pemain asal Brasil ini menjadi kabar baik bagi tim Singo Edan, yang sedang menghadapi beberapa kendala dalam kompetisi.
Pablo menggantikan Walisson Maia sebagai bek tengah saat Arema FC menghadapi Borneo FC. Meskipun tidak berada di posisi aslinya, ia mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam lini pertahanan. Dengan kemampuan sapuan dan dukungan terhadap serangan, Pablo menunjukkan bahwa ia masih bisa menjadi bagian penting dari tim.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengapresiasi kembalinya Pablo setelah semusim absen. Ia merasa terbantu dengan hadirnya pemain tersebut, terutama karena banyak pemain utama Arema FC absen dalam pertandingan ini. Seperti Betinho, Valdeci, dan penjaga gawang Adi Satryo, yang juga tidak bisa tampil.
“Kami kehilangan beberapa pemain yang sangat terasa, tapi saya juga senang dengan kembalinya Pablo setelah satu tahun kembali ke lapangan membantu kami,” ujar Marcos Santos. Ia menilai kehadiran Pablo akan memperkuat lini pertahanan Arema FC, terutama dalam persaingan posisi pemain bertahan.
Meskipun comeback-nya di lapangan harus dinodai dengan kekalahan Arema FC atas Borneo FC, Pablo merasa bersyukur dapat kembali bermain. Ia menilai, kalau timnya sudah bermain baik, terutama di babak kedua dengan mengontrol pertandingan. Hanya saja, Singo Edan hanya mampu mencetak satu gol, dan menyudahi pertandingan dengan kekalahan 3-1 atas Borneo FC.
“Borneo punya peluang di babak pertama dan mereka mencetak gol. Sementara kami punya beberapa peluang di babak kedua tapi akhirnya tidak membuahkan gol,” kata Pablo. Ia mengakui bahwa pertandingan ini cukup sulit, namun ada dua babak yang sangat berbeda. Borneo FC tampil bagus di babak pertama, sementara Arema FC lebih baik di babak kedua.
Hasil Pertandingan dan Evaluasi Pelatih
Kalah 3-1 lawan Borneo FC, Arema FC harus pulang dengan tangan hampa usai dikalahkan oleh tim tamu di Stadion Segiri Samarinda, Kamis (26/2/2026). Singo Edan harus tertinggal tiga gol lebih dulu di babak pertama, sebelum akhirnya mampu memperkecil kedudukan melalui Dalberto di babak kedua.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui bahwa timnya tampil di bawah standar dalam pertandingan ini. Menurutnya, kunci kekalahan Singo Edan terjadi pada babak pertama. Ia menilai anak asuhnya gagal masuk ke dalam ritme permainan sejak awal, sehingga tuan rumah mampu tampil dominan dan mencetak tiga gol lebih dulu.
“Pertandingan yang cukup sulit. Borneo FC tampil cukup bagus dengan dukungan penuh suporter,” ujar Marcos Santos usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa di babak pertama, dirinya akui bahwa timnya tidak bermain dengan baik dan intensitas sangat rendah.
Kurang maksimalnya permainan Arema FC tersebut, menurut Marcos, mampu dimanfaatkan maksimal oleh Borneo FC yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Dengan ritme tinggi dan tekanan kuat, anak asuh Fabio Lefundes ini mampu mengontrol jalannya pertandingan. Sebaliknya, Arema FC justru tertinggal dan cukup kesulitan dalam mengembangkan permainan di babak pertama.
Perbaikan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Marcos melakukan sejumlah evaluasi dan perubahan strategi. Beberapa pemain dimasukkan, seperti Gustavo Franca, Johan Alfarizi, hingga Pablo Oliveira. Hasilnya, performa Arema FC mulai membaik dan mampu keluar dari tekanan. Hingga akhirnya mampu memperkecil kedudukan melalui sundulan Dalberto pada menit 64.
Singo Edan mampu mengembangkan permainan di babak kedua. Sampai mengurung pertahanan Borneo FC dan dipaksa bermain setengah lapangan. Menurut Marcos, permainan Singo Edan disebutnya menyerupai saat menghadapi Madura FC di pekan sebelumnya. Intensitas meningkat dan serangan mulai lebih terorganisir.
Hanya saja, Singo Edan hanya mampu mencetak satu gol dan harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Borneo FC. “Babak kedua bagus, kami bisa memperbaiki ritme dan bermain lebih baik. Tapi babak pertama benar-benar kami bermain kurang maksimal,” ungkapnya.
Atas hasil ini, Arema FC harus turun satu peringkat ke urutan 10 klasemen sementara Super League dengan raihan 31 poin. Sementara Borneo FC semakin meningkat persaingan sebagai kandidat juara dengan berada di urutan ketiga dengan 49 poin. Pesut Etam hanya terpaut satu angka dari Persija Jakarta yang berada di posisi kedua dan terpaut empat poin dari Persib Bandung di puncak klasemen.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











