"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Sergio Castel Bicara soal Debut di Kandang Persib, Ngeri Lihat Atmosfer Bobotoh

Pengalaman Sergio Castel di AFC Champions League Two

Pemain anyar Persib Bandung, Sergio Castel, mengaku atmosfer saat menghadapi Ratchaburi FC dalam pertandingan AFC Champions League Two di Stadion GBLA sangat luar biasa. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 dan menjadi pertandingan keduanya memperkuat Persib. Ia merasakan langsung sensasi bermain di kandang yang didukung langsung oleh Bobotoh.

Castel mengatakan bahwa ia sudah melihat suasananya sebelumnya di pertandingan liga. Ia mengetahui seperti apa atmosfernya. Namun, pertandingan menghadapi Ratchaburi terasa sulit, terutama karena timnya bermain dengan kekurangan satu pemain. Pada laga tersebut, penyerang Persib, Uilliam Barros, diganjar kartu merah di akhir babak pertama.

“Sangat berat untuk bisa bangkit. Tapi kami sudah mencoba yang terbaik,” kata Castel. Wasit yang memimpin pertandingan leg kedua babak 16 ACL-2 dinilai banyak orang tidak sesuai, dan banyak merugikan Persib. Saat disinggung hal itu, Sergio mengaku tidak suka terlalu banyak berbicara soal wasit.

“Saya percaya mereka sudah berusaha melakukan yang terbaik. Menurut saya, Bobotoh harus fokus mendukung tim, kami sudah berusaha maksimal, kami mencetak satu gol, lalu ada satu gol lain yang dianulir karena offside,” ujarnya.

Saat itu, kata Castel, timnya terus mencoba mencetak gol meski bermain dengan satu pemain lebih sedikit. “Saya pikir suporter harus bangga pada tim,” katanya. Menurut Sergio, yang membuat situasi sulit adalah kekalahan 0-3 di laga sebelumnya pada leg pertama di Thailand.

“Di kompetisi seperti ini, kami tidak boleh kalah 3-0 karena sangat sulit untuk membalikkan keadaan. Saya rasa peluang lolos sebenarnya sudah terlepas di sana,” tuturnya. Castel mengaku, saat menghadapi Ratchaburi, pihaknya sudah berjuang maksimal meski bermain dengan kemurangan satu pemain.

“Perjalanan di Champions League sudah selesai. Sekarang kami harus fokus ke liga, dan mencoba meraih gelar untuk tim ini,” ucapnya. Sebab memang meski Persib menang 1-0 tapi tetap tersingkir dari ACL-2 karena di laga sebelumnya Persib kalah 3-0 oleh Ratchaburi saat berlaga di Thailand.

Sergio mengaku adaptasinya bersama Persib Bandung semakin membaik, kini ia sudah dua kali berlaga memperkuat tim Maung Bandung. Laga perdana Castel, saat Persib kalah oleh Ratchaburi FC di Thailand dengan skor 3-0, sedangkan laga keduanya saat mengalahkan Ratchaburi 1-0 di Stadion GBLA.

“Adaptasi semakin membaik, saya butuh sedikit waktu karena perjalanan saya sangat panjang. Dari Siprus ke Spanyol, lalu dari Spanyol ke sini sekitar 20 jam perjalanan, setelah itu saya sempat ke Thailand, lalu kembali lagi,” ujar Castel, di Stadion GBLA. Sekitar 10-15 hari pertama, kata Castel, adalah masa adaptasi karena hampir tidak punya waktu istirahat perjalanannya sangat melelahkan.

“Saya sudah menemukan tempat tinggal di sini dan saya yakin semuanya akan jauh lebih mudah ke depannya,” ujar Castel. Setelah dipastikan Persib gugur di AFC Champions League Two, Castel mengaku, kini pihaknya fokus ke Liga.

Sejujurnya kata Castel, dirinya belum melihat banyak (pertandingan di liga) karena baru 10 hari di sini. “Seperti yang saya bilang, saya berpindah dari Siprus ke Spanyol, lalu ke Indonesia, ke Thailand, lalu kembali lagi. Saya belum sempat mengecek banyak hal, saya butuh sedikit istirahat,” katanya.

Sekarang kata Castel, dirinya fokus berlatih keras agar bisa cepat beradaptasi dengan cuaca, dengan tim, dan dengan taktik pelatih. “Saya belum tahu banyak tentang tim di liga, Persija atau tim lain, tapi kami ada di posisi pertama. Saya percaya kami adalah tim terbaik, kami harus fokus dan memenangkan setiap pertandingan,” ujar Castel.

Castel mengungkapkan, Persib ini klub besar dengan suporter besar, tekanannya memang seperti ini. “Anda harus menang di setiap pertandingan. Kami akan mencoba melakukan yang terbaik, untuk memenangkan setiap laga dan meraih gelar juara,” ucapnya.


Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *