"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

21 Titik Pemantauan Hilal Jawa Timur, Termasuk Malang untuk Menentukan Awal Ramadan 2026

Pemantauan Hilal Serentak di 96 Titik Seluruh Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan serangkaian kegiatan untuk menentukan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu langkah utamanya adalah pemantauan hilal yang dilakukan secara serentak di 96 titik se-Indonesia pada Selasa, 17 Februari 2026. Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan keputusan awal puasa berdasarkan data astronomi dan pengamatan langsung.

Di wilayah Jawa Timur, terdapat 21 lokasi pengamatan hilal yang dipilih dengan pertimbangan geografis, ketinggian, serta aksesibilitas. Lokasi-lokasi ini mencakup berbagai tempat seperti pantai, bukit, dan rooftop gedung. Salah satu titik pemantauan utama di Malang berada di Lantai 9 Kantor Bupati Malang, Kepanjen. Pengamatan dilakukan oleh jajaran Kanwil dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota bekerja sama dengan berbagai instansi terkait seperti Pengadilan Agama dan ormas Islam.

Proses Sidang Isbat sebagai Tahap Akhir

Setelah pemantauan hilal selesai, hasilnya akan dibahas dalam sidang isbat yang menjadi tahap akhir penetapan awal Ramadan. Sidang isbat digelar pada hari yang sama, yaitu Selasa, di Jakarta. Dalam sidang tersebut, data hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pemantauan hilal) dipertemukan secara terbuka agar keputusan yang diambil memiliki dasar ilmiah dan keagamaan yang kuat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa proses ini dilakukan secara objektif dan inklusif demi menjaga persatuan umat. “Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal,” ujarnya. “Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait.”

Analisis Astronomi dan Kondisi Hilal

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtima’ menjelang Ramadan 1447 H diprediksi terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB. Saat matahari terbenam, posisi hilal dilaporkan masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian negatif, antara -2° 24’ hingga -0° 58’, serta sudut elongasi di kisaran 0° 56’ sampai 1° 53’. Dengan kondisi tersebut, secara teoritis hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang berlaku.

Meski demikian, pemantauan lapangan tetap dilaksanakan sebagai bagian dari verifikasi dan tradisi keilmuan kalender Hijriah di Indonesia. “Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” tegas Abu Rokhmad.

Daftar Lokasi Pemantauan Hilal di Jawa Timur

Dari total 96 titik nasional, sebanyak 21 lokasi pengamatan berada di wilayah Jawa Timur. Berikut daftar lengkapnya:

  • Hotel Santika, Kota Blitar
  • Pantai Srau Ds. Candi, Kab. Pacitan
  • Pantai Pancur Alas Purwo, Ds. Kalipait, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi
  • Pantai Duta, Kab. Probolinggo
  • Ds. Banyuurip Kec. Senori, Kab. Tuban
  • Pondok Pesantren Al Basyariyyah, Pilangkenceng, Kab. Madiun
  • Aula dan Rooftop PT. BPR Bank Jombang, Kab. Jombang
  • Bukit Cindro Dipo Kecamatan Kebomas, Kab. Gresik
  • AWR TNI AU Pandanwangi, Kab. Lumajang
  • Gedung RS Ngudi Waluyo Wlingi, Kab. Blitar
  • Menara Mercusuar Pantai Puger Kecamatan Puger, Kab. Jember
  • Pantai Serang, Kab. Blitar
  • Pelabuhan Taddan Camplong, Kab. Sampang
  • Bukit Kerek Indah, Kab. Ngawi
  • Rooftop Gedung Laboratorium MAN IC Grati, Kab. Pasuruan
  • Lantai 9 Kantor Bupati Malang Penarukan Kec. Kepanjen, Kab. Malang
  • Masjid Agung At Taqwa, Kab. Bondowoso
  • Masjid Agung Darussalam Ds. Gemekan, Kec. Sooko, Kab. Mojokerto
  • Pantai Taneros, Kab. Sumenep
  • Tanjung Kodok, Kab. Lamongan
  • Balai Rukyah Ibnu Syatir PP Al Islam Joresan Mlarak, Kab. Ponorogo

Proses Finalisasi di Sidang Isbat

Pemantauan hilal dilakukan sesaat setelah matahari terbenam di masing-masing lokasi. Data hasil pengamatan dari Aceh hingga Papua akan dikompilasi dan dibahas secara komprehensif dalam sidang isbat yang dilaksanakan pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.

Sidang isbat mengundang berbagai unsur, mulai dari perwakilan DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, BIG, BRIN, akademisi astronomi, pakar falak, hingga pimpinan ormas Islam. Langkah ini mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pendekatan ilmiah demi mencapai kesepakatan nasional mengenai tanggal resmi awal Ramadan 2026.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *