Persib Bandung Kalah 3-0 dari Ratchaburi FC di Leg Pertama AFC Champions League Two
Langkah Persib Bandung menuju babak delapan besar AFC Champions League Two kini berada di jalur yang penuh tantangan. Hasil kurang menggembirakan harus diterima Maung Bandung pada leg pertama babak 16 besar saat bertandang ke markas Ratchaburi FC. Bermain di Thailand pada Rabu (11/2/2026), Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 3-0. Kekalahan itu membuat tugas Persib di leg kedua menjadi jauh lebih berat.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menilai timnya tidak memulai pertandingan dengan kondisi terbaik. Ia mengakui pada awal laga, tepatnya 10 menit pertama, Persib sudah berada dalam situasi sulit setelah kebobolan lebih dulu. “Setelah itu, perlahan kami mulai bangkit, punya peluang tapi kami tidak bisa memanfaatkan peluang itu. Beberapa peluang sangat bagus, mengenai tiang, dan ada beberapa kesempatan lainnya, tapi kami tidak mencetak gol,” kata Bojan, setelah laga.
Menurut Bojan, situasi di babak kedua semakin menyulitkan karena Persib kalah dalam duel di lini tengah. Ia menyebut penguasaan bola kedua lebih banyak dimenangkan oleh Ratchaburi. “Setelah melakukan pergantian pemain, kami mencoba sesuatu yang berbeda. Tapi kami tahu mereka berbahaya dalam serangan balik, dan kami tidak cukup hati-hati,” ujar Bojan.
Ia menambahkan bahwa laga tersebut menjadi salah satu pertandingan yang berat baginya, terlebih dengan kondisi cuaca yang berbeda dan cukup menyulitkan bagi Persib. “Tapi pada akhirnya, mereka memang lebih baik hari ini, saya merasa menyesal karena begitu banyak suporter (Persib) yang datang dan menciptakan atmosfer luar biasa, tetapi sayangnya hari ini mereka adalah tim yang lebih baik,” kata dia.
Pada paruh kedua pertandingan, Bojan juga memberikan kesempatan bermain kepada dua pemain anyar, Sergio Castel dan Layvin Kurzawa. Ia menilai keduanya masih membutuhkan waktu untuk menyatu dengan rekan-rekan setim. “Tapi keduanya punya potensi untuk bermain di starting eleven, dan pasti bisa membantu di liga,” kata dia.
Bojan juga menyoroti perbedaan level permainan di kompetisi ini dibandingkan dengan Liga Indonesia. Menurutnya, bermain di level yang lebih tinggi memang tidak mudah dan membutuhkan adaptasi. “Saya pikir di babak pertama, selain gol yang kami kebobolan, kami bermain cukup bagus. Di babak kedua, alasan utamanya adalah cuaca di sini panas. Anda lebih banyak berkeringat, kehilangan energi lebih banyak, dan itu menjadi keuntungan bagi tim tuan rumah,” ujarnya.
Namun, Bojan meyakini kondisi akan berbeda saat laga digelar di Bandung. Ia menilai cuaca dan atmosfer kandang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Ratchaburi. “Hal yang sama juga akan terjadi ketika mereka datang ke Bandung, itu akan sulit bagi mereka. Dalam laga tadi, terlalu terbuka dan kalah lini tengah. Kami punya peluang ketika menyerang lewat sayap, di situlah kami menciptakan banyak peluang. Tapi masalahnya kami tidak mencetak gol,” tuturnya.
Masalah penyelesaian akhir kembali menjadi catatan penting. Meski demikian, Bojan menyebut beberapa pemain kunci mulai kembali tersedia dan bisa memberi dampak pada laga selanjutnya. “Setelah mereka menjalani persiapan satu minggu penuh, tentu mereka akan siap untuk pertandingan kedua. Kita lihat nanti, saya harap mereka akan lebih tajam,” ujar Bojan.
Bojan juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Bobotoh yang hadir langsung di Thailand untuk mendukung Persib. “Saya merasa menyesal untuk mereka (Bobotoh) karena banyak yang datang jauh-jauh ke sini (Thailand). Itu tidak mudah bagi mereka, dan tentu mereka selalu memberikan energi tambahan,” katanya.
Ia mengakui bahwa performa timnya belum berada di level yang seharusnya, sehingga merasa perlu meminta maaf kepada suporter yang telah memberikan dukungan penuh. “Tentu saja dukungan mereka (Bobotoh) sangat memotivasi kami. Kami harus tampil lebih baik,” ujar Bojan.
Meski tertinggal cukup jauh, Bojan tetap menanamkan keyakinan bahwa dalam sepak bola segala kemungkinan bisa terjadi, terutama jika peluang bisa dimaksimalkan. “Jika bola yang membentur tiang itu masuk, ceritanya bisa berbeda. Namun, sepak bola adalah tentang mencetak gol, kami harus lebih baik. Tapi, saya pikir kami masih punya 90 menit lagi, saya selalu percaya bahwa dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi,” ucapnya.

Jalannya Laga
Sejak peluit awal dibunyikan, tim tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan dengan mencoba membongkar pertahanan Maung Bandung. Federico Barba dan rekan-rekannya masih mampu mematahkan tekanan di menit-menit awal. Situasi berubah cepat ketika laga baru berjalan lima menit. Ratchaburi memanfaatkan kelengahan Persib dan berhasil mencetak gol pembuka.
Denilson yang menerima umpan silang di kotak penalti terbebas dari pengawalan, lalu menyodorkan bola kepada Tana. Tembakan Tana tak mampu dibendung Teja Paku Alam dan membuat Persib tertinggal 1-0. Unggul satu gol tidak membuat Ratchaburi mengendurkan tekanan. Persib terlihat belum sepenuhnya nyaman mengembangkan permainan.
Memasuki menit ke-24, Persib mulai menunjukkan perkembangan dengan menciptakan peluang berbahaya. Berguinho mengirim umpan terobosan kepada Frans Putros yang diteruskan dengan crossing, namun sundulan Uilliam Barros masih bisa diamankan kiper Kampon. Satu menit berselang, Luciano “Lucho” Guaycochea nyaris menyamakan kedudukan. Sepakan dari luar kotak penalti hanya membentur tiang gawang. Peluang kembali hadir di menit ke-26 saat Berguinho menerima umpan Andrew Jung, tetapi bola masih melebar tipis.
Tekanan Persib berlanjut di menit ke-31 melalui kombinasi Barros dan Thom Haye. Sayangnya, penyelesaian akhir Barros masih mengarah tepat ke pelukan Kampon. Ratchaburi pun tidak tinggal diam. Di menit ke-40, Denilson melepaskan tembakan keras yang mengarah ke gawang, namun Federico Barba melakukan penyelamatan penting dengan kepalanya. Hingga turun minum, kedua tim sama-sama menciptakan peluang, namun skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Ratchaburi.

Memasuki babak kedua, Persib mencoba bermain lebih menekan. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Teja kembali kebobolan pada menit ke-53. Jakkapan berhasil melewati Andrew Jung dan mengirim umpan silang yang disambut sundulan Kupa. Meski sempat ditepis Teja, bola tetap masuk dan mengubah skor menjadi 2-0. Tertinggal dua gol, Persib melakukan penyegaran di lini tengah dan depan. Lucho, Berguinho, serta Andrew Jung ditarik keluar dan digantikan oleh Adam Alis, Saddil Ramdani, dan Sergio Castel. Pergantian ini membuat intensitas serangan Persib meningkat dan peluang kembali tercipta.
Selain Castel, Persib juga menurunkan Layvin Kurzawa yang masuk menggantikan Dewangga di sisi kiri pertahanan. Kendati lebih dominan menyerang, Persib kembali harus waspada terhadap pergerakan cepat Ratchaburi. Petaka kembali datang di menit ke-85. Tana mencetak gol keduanya setelah menerima umpan matang dari Gleyson di dalam kotak penalti. Berhadapan langsung dengan Teja, Tana dengan tenang mengarahkan bola ke gawang dan membawa Ratchaburi unggul 3-0.
Menjelang laga usai, Ratchaburi hampir menambah keunggulan melalui serangan balik. Teja yang mencoba keluar dari sarangnya sudah terlewati, namun Eliano berhasil menggagalkan tembakan Adisorn yang mengarah ke gawang. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tidak berubah. Meski Persib menciptakan sejumlah peluang emas, tak satu pun berbuah gol. Kekalahan 3-0 pun harus diterima Maung Bandung.
Hasil tersebut membuat Persib menghadapi tantangan berat di leg kedua. Untuk melangkah ke babak berikutnya, Persib dituntut meraih kemenangan dengan selisih minimal empat gol saat menjamu Ratchaburi di Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026). Meski berat, peluang itu belum sepenuhnya tertutup. Dengan dukungan penuh Bobotoh yang diprediksi memadati stadion, Persib berharap atmosfer kandang mampu membakar semangat pemain dan memberi tekanan mental kepada tim tamu.











