Pemain Termuda Timnas Futsal Indonesia Mengungkap Pesan “Ancaman” dari Pelatih
Pemain termuda dari Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia, Israr Megantara, berbagi pengalaman unik setelah pertandingan final Piala Asia Futsal 2026. Dalam laga yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2026), Israr mengungkapkan pesan dari pelatih Hector Souto yang justru menjadi motivasi baginya.
Perayaan suporter di Indonesia Arena menjadi saksi perjuangan luar biasa dari Timnas Futsal Indonesia dalam pertandingan final Piala Asia Futsal 2026. Meskipun gagal meraih gelar juara, Skuad Garuda menunjukkan semangat dan kegigihan yang luar biasa.

Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan Iran usai kalah dalam adu penalti dengan skor 5-5 (4-5). Pertandingan ini penuh drama dan emosi, dengan berbagai momen menegangkan yang membuat semua penonton terpukau.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Timnas Futsal Indonesia tampil sangat agresif dan tidak takut menghadapi tim besar seperti Iran. Strategi disiplin dan serangan balik cepat membawa mereka memimpin 3-2 pada babak pertama. Keunggulan ini membangkitkan harapan bagi 10.733 suporter yang hadir di tribune.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat. Iran berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Laga pun berlanjut ke babak tambahan waktu. Di fase ini, Timnas Futsal Indonesia dan Iran masih berimbang. Skor akhirnya sama 5-5, sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Babak adu penalti menjadi titik puncak ketegangan. Akhirnya, Iran keluar sebagai juara setelah mengalahkan Timnas Futsal Indonesia dengan skor 5-4. Dua pemain Tim Merah Putih, yaitu Dewa Rizki dan Israr Megantara, gagal mencetak gol. Sementara itu, hanya satu pemain Iran, Masoud Yousef, yang gagal menjalani tugasnya.
Israr Megantara, yang menjadi eksekutor keenam, juga gagal mencetak gol. Sementara itu, Hossein Sabzi dari Iran berhasil menyarangkan bola. Situasi ini membuat Timnas Futsal Indonesia dipastikan gagal menjadi juara, dan Iran menjadi pemenang.
Setelah gagal mencetak gol, Israr Megantara merasa sedih dan sempat dihampiri oleh pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto. Ia menceritakan pesan dari sang pelatih setelah gagal melakukan tendangan penalti.
“Coach bilang, ‘kamu datang, tendang bola, dan habis itu lupakan,’” ujar Israr kepada awak media. “Tapi Coach juga bilang, ‘mau kamu lupakan atau saya akan membunuh kamu?’” kata Israr menirukan pesan dari Hector Souto.
Meski mengungkapkan pesan tersebut dengan senyum, Israr tetap menunjukkan rasa sedihnya. Setelah pertandingan, ia bahkan sempat menghampiri ibunya yang berada di tribune. Israr menangis di pelukan ibunya karena gagal mencetak gol penalti, sehingga Timnas Futsal Indonesia harus puas menjadi runner-up.
Israr meminta maaf atas kegagalannya dan mengucapkan terima kasih kepada para suporter. Menurutnya, dukungan yang diberikan oleh suporter sangat luar biasa, dan dia berharap mereka tetap mendukung Tim Merah Putih meskipun hasilnya tidak sesuai harapan.
“Terima kasih sudah dukung kami dari awal sampai sekarang. Mungkin hasilnya tidak sesuai yang diinginkan, tapi kita tidak berhenti di sini,” ujar Israr. “Kita terus menjaga masa depan. Terima kasih sudah dukung kami.”
Menjadi pemain muda yang disebut-sebut sebagai potensi masa depan tidak membuat Israr merasa puas. Ia memiliki target pribadi untuk bisa bermain di luar negeri dan membantu Timnas Futsal Indonesia lolos ke Piala Dunia 2028.
“Target pribadi saya adalah bisa main di luar dan membawa Indonesia tampil di Piala Dunia,” jelas Israr. Ia mengaku ingin terus berkembang dan tidak puas dengan apa yang telah dicapai.
“Saya ikuti apa yang diberikan oleh senior atau pelatih. Harus selalu berkembang, tidak boleh berhenti, tidak boleh puas, dan harus tetap merasa kurang supaya punya ambisi lebih besar,” pungkasnya.











