"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Dua Pemain Persebata Lembata Buka Suara Soal Isu Pengaturan Skor Liga Nusantara


Dua pemain Persebata Lembata akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait isu dugaan pengaturan skor yang muncul setelah laga playoff degradasi Liga Nusantara. Keduanya, Rizky Juang dan Denys Domaking, membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam praktik “main sabun” saat menghadapi Persikutim United di Lapangan UNS Solo.

Nama Rizky Juang dan Denys Domaking menjadi sorotan setelah beredarnya narasi miring di media sosial. Tuduhan tersebut muncul setelah Persebata kalah 0-2 dari Persikutim United dan dipastikan terdegradasi. Isu ini semakin memperburuk situasi internal tim yang sedang berjuang menghadapi kekalahan berat.

Rizky Juang mengaku sempat dihubungi seseorang yang mencoba mengarahkan mereka untuk melakukan pengaturan pertandingan. Namun, ia menolak ajakan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam apa pun. Ia juga menyebut bahwa orang tersebut kemudian mencoba merayu kapten tim untuk ikut serta dalam pengaturan tersebut.

“Saya benar-benar dihubungi oleh seseorang untuk pengaturan pertandingan. Saya tidak merespons dan tidak terlibat sama sekali. Setelah saya tidak menjawab, orang itu kemudian menelepon kapten untuk mencoba meyakinkannya,” tulis Rizky Juang di media pribadinya. Ia juga menyatakan bahwa dirinya merasa difitnah dan siap memberikan klarifikasi jika diminta oleh aparat berwenang.

“Saya difitnah bahwa saya adalah otak dari semua ini. Saya berani dipanggil pihak berwajib dan dihadirkan orang yang menelepon saya untuk klarifikasi,” tambahnya. Pernyataan ini menjadi bentuk pembelaan diri atas tudingan yang dinilai merusak reputasinya.

Kapten Persebata Lembata, Denys Domaking, juga memberikan klarifikasi terbuka terkait video yang beredar. Ia menyatakan bahwa pernyataannya bertujuan untuk membongkar siapa saja pemain yang benar-benar menerima uang.

“Mohon ijin saya akan klarifikasi video. Tujuan saya bicara begitu agar bisa diketahui pemain yang sudah menerima uang dan siapa pemain yang tidak terlibat,” tulis Denys Domaking di media pribadinya. Ia juga mempertanyakan logika tudingan yang diarahkan kepadanya.

“Kalau saya terima uang, buat apa saya membuat video?” lanjutnya. Denys menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan untuk membuka aib tim jika dirinya benar-benar terlibat dalam pengaturan skor.

Isu pengaturan skor ini muncul bersamaan dengan berakhirnya perjalanan Persebata Lembata di Liga Nusantara musim ini. Tim yang berjuluk Sembur Paus harus menerima kenyataan pahit terdegradasi usai kalah dari Persikutim United.

Laga playoff degradasi digelar pada Senin sore, 2 Februari 2026, di Lapangan UNS Solo. Persebata kalah dengan skor 0-2 dalam pertandingan yang berlangsung ketat namun minim efektivitas di kubu mereka.

Gol pertama Persikutim United tercipta melalui titik penalti. Pelanggaran pemain belakang Persebata di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti tersebut sukses dikonversi menjadi gol pembuka. Gol itu membuat Persebata harus bermain di bawah tekanan sejak pertengahan laga.

Upaya Persebata untuk mengejar ketertinggalan tidak berjalan mulus. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka justru kembali kebobolan di masa injury time. Gol kedua Persikutim United tercipta pada menit ke-91. Gol telat itu sekaligus memupus seluruh harapan Persebata untuk bangkit.

Sepanjang 20 menit awal pertandingan, Persebata Lembata kesulitan mengembangkan permainan. Aliran bola kerap terputus dan serangan mudah dipatahkan lawan. Setelah itu, Persebata sempat menemukan ritme permainan. Mereka beberapa kali tampil dominan, meski tidak cukup efektif menciptakan peluang bersih.

Lini tengah Persebata menjadi sorotan sepanjang babak pertama. Banyak kehilangan bola terjadi akibat pengambilan keputusan yang tergesa-gesa. Variasi serangan hampir tidak terlihat dari sektor ini. Absennya umpan terobosan membuat permainan Persebata mudah dibaca.

Minimnya konektivitas antarpemain membuat lini tengah kehilangan peran vital. Tidak ada pemain yang benar-benar mampu mengatur tempo permainan. Di lini depan, para penyerang Persebata juga tampil kurang tenang. Sejumlah peluang terbuang karena kesalahan passing dan penyelesaian akhir yang terburu-buru.

Dalam situasi tertekan, Persebata justru bergantung pada performa penjaga gawang. Jordy tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial. Penampilan Jordy mencegah skor menjadi lebih besar. Ia menjadi salah satu pemain yang tampil paling konsisten sepanjang laga.

Di sisi lain, Persikutim United menunjukkan efektivitas permainan yang lebih baik. Mereka mampu memanfaatkan setiap celah di pertahanan Persebata. Serangan Persikutim dibangun dengan rapi dan disiplin. Hasilnya, mereka mengamankan kemenangan penting untuk bertahan di Liga Nusantara.

Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Persebata yang sempat diunggulkan di fase grup. Saat tampil di Grup D di Surabaya, mereka menunjukkan performa menjanjikan. Namun, performa tersebut tidak berlanjut di laga penentuan. Tekanan tinggi dan minimnya ketenangan menjadi faktor krusial kegagalan.

Di tengah kekecewaan akibat degradasi, isu pengaturan skor memperparah situasi internal tim. Klarifikasi dari dua pemain diharapkan mampu meluruskan persepsi publik. Rizky Juang dan Denys Domaking menegaskan komitmen mereka terhadap integritas sepak bola. Keduanya berharap masalah ini dapat diusut secara jernih dan adil.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan kepercayaan di dunia sepak bola nasional. Publik kini menunggu langkah lanjutan dari pihak berwenang dan operator liga.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *