"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

Pipa PDAM Bocor di Plangon Cirebon, 30 Ribu Pelanggan Terdampak

Kebocoran Pipa Utama PDAM Kota Cirebon Berdampak Luas

Kebocoran pipa utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Cirebon telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap suplai air bersih di sejumlah wilayah. Titik kebocoran telah ditemukan dan saat ini sedang dalam proses penanganan oleh tim teknis di lapangan. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua hari, bergantung pada kondisi cuaca di lokasi kejadian.

Akibat dari kebocoran tersebut, banyak wilayah di Kota Cirebon mengalami gangguan dalam pemasokan air bersih. Diperkirakan sekitar 30 ribu pelanggan terdampak, atau sekitar 50 persen dari total pelanggan PDAM. Keluhan dari masyarakat mulai berdatangan sejak kejadian terjadi. Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih warga, PDAM Kota Cirebon menyiapkan layanan distribusi air menggunakan mobil tangki.

Proses Perbaikan dan Dukungan Tambahan

Direktur Utama PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari, menyatakan bahwa titik kebocoran telah ditemukan dan sedang ditangani oleh tim teknis. Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan diperkirakan akan memakan waktu satu hingga dua hari, tergantung pada kondisi cuaca. Jika cuaca mendukung, perbaikan bisa selesai lebih cepat.

Untuk membantu masyarakat, PDAM menyiapkan tiga unit mobil tangki dan mendapatkan dukungan tambahan dari PDAM di wilayah sekitar. “Kami punya tiga mobil tangki, dan juga disupport oleh teman-teman PDAM sekitar. Mudah-mudahan cukup untuk menanggulangi kondisi ini,” ujar Sofyan.

Dari sisi kerugian air, Sofyan menyebut debit air yang terbuang akibat kebocoran tergolong besar. “Kurang lebih sekitar 75 ribu kubik per hari air yang keluar akibat kebocoran ini,” ucapnya.

Faktor Penyebab Kebocoran

Pipa yang mengalami kebocoran merupakan pipa utama jenis DCIP (Ductile Cast Iron Pipe) yang telah terpasang sejak sekitar tahun 1978. Meski usianya mendekati 50 tahun, Sofyan menegaskan bahwa pipa tersebut masih dinilai layak secara teknis. “Secara teknis masih layak, karena umur teknis pipa DCIP itu hampir 50 tahun dan selama ini kami lakukan maintenance,” jelas dia.

Ia menduga kebocoran terjadi bukan semata karena faktor usia, melainkan akibat beban kendaraan di atas jalan yang kondisinya menanjak dan labil. “Kebetulan di sini jalannya nanjak dan labil, kemungkinan kena beban di atas dari kendaraan,” katanya.

Meski demikian, PDAM memastikan akan melakukan penggantian pipa pada titik yang mengalami kerusakan.

Tindakan Pencegahan dan Pengamanan

Pantauan Tribun sekitar pukul 09.30 proses perbaikan pipa bocor masih berlangsung. Sejumlah petugas mengenakan pakaian kerja dan rompi keselamatan tampak berjibaku di sekitar galian jalan. Sebagian petugas turun langsung ke area pipa yang bocor, sementara lainnya membantu dari atas jalan.

Pipa besar berwarna cokelat gelap yang tampak berkarat terlihat berada di bawah lapisan aspal yang amblas dan berlubang besar. Dari celah badan pipa, air sempat menyembur dengan tekanan cukup kuat dan menggenangi area di bawahnya. Aspal jalan tampak terkelupas dan pecah berantakan. Tumpukan tanah serta material bebatuan hasil galian berserakan di sekitar lokasi.

Untuk mencegah risiko kecelakaan, PDAM telah memasang garis pengaman dan papan peringatan bertuliskan “Hati-Hati Ada Galian Pipa – Perumda Air Minum Kota Cirebon”, serta menyiagakan lampu penerangan pada malam hari.

Gangguan Lalu Lintas

Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami penyempitan. Pengendara roda dua dan roda empat terpaksa memperlambat laju kendaraan dan bergeser ke sisi jalan yang lebih aman.

Kebocoran Malam Hari

Sebelumnya, kebocoran pipa utama PDAM Kota Cirebon terjadi di kawasan Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (4/2/2026) malam. Peristiwa tersebut meninggalkan kerusakan parah pada badan jalan. Aspal terkelupas, lubang besar menganga, dan semburan air bertekanan tinggi menjadi penanda seriusnya insiden tersebut.

Tekanan air dari bawah tanah menghancurkan lapisan aspal hingga material tanah dan bebatuan terseret ke permukaan. Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Cirebon, Nedi Tresnadi, menyebut kebocoran pertama kali diketahui sekitar pukul 21.55 WIB. “Kami dapat informasi dari teman-teman piket, setelah dicek air sudah keluar dan ada kemungkinan bocor di bawah,” ujarnya.

Kebocoran pipa transmisi berdiameter 600 milimeter itu berdampak pada terganggunya layanan air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Cirebon. Peristiwa tersebut bahkan terekam kamera warga dan videonya viral di media sosial, memperlihatkan aliran air deras menyerupai banjir bandang menerjang jalan raya.

Hingga kini, proses penanganan kebocoran pipa utama tersebut masih terus dipantau oleh pihak PDAM Kota Cirebon.






Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *