.CO.ID, JAKARTA – Ratusan wilayah rukun tetangga di Jakarta dilanda banjir sejak Kamis (22/1/2026). Akibatnya, terdapat ratusan warga yang harus mengungsi karena rumahnya kebanjiran pada Jumat (23/1/2026).
Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno mengaku telah meninjau langsung dua lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Rusunawa KS Tubun dan Masjid Jami Al Fudhola, Jakarta Barat. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan penanganan banjir serta pemenuhan kebutuhan warga berjalan optimal.
“Saya bersama Gubernur Pramono hari ini turun ke beberapa lokasi. Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan penanganan banjir dan layanan pemenuhan kebutuhan warga berjalan dengan baik dan optimal,” kata dia, Jumat.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 58 orang yang mengungsi di Rusunawa KS Tubun. Sementara itu, sebanyak 60 orang mengungsi di Masjid Jami Al Fudhola.
Menurut Rano, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik untuk para pengungsi. Selain itu, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jakarta disebut telah mengoperasikan dapur umum di sejumlah lokasi pengungsian untuk menyediakan makanan siap saji, serta berbagai kebutuhan khusus, seperti makanan bayi bagi para pengungsi.
“Untuk bantuan, semuanya sudah sesuai protap. Dinas Sosial turun, dapur umum tersedia, dan makanan bayi juga disiapkan,” kata dia.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah menyiapkan 67.204 peralatan darurat, seperti perahu karet, tenda pengungsian, genset, pelampung, biskuit, serta makanan siap saji. Logistik tersebut telah didistribusikan ke 187 kelurahan yang terdampak banjir.
Tak hanya itu, Pemprov Jakarta juga telah menyiapkan 386 lokasi pengungsian. Titik pengungsian itu disiapkan di masjid, sekolah, GOR, dan RPTRA.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta hingga Sabtu (24/1/2025) pukul 03.00 WIB, jumlah wilayah yang masih terendam banjir mencapai 96 RT. Selain itu, terdapat 10 ruas jalan yang juga kebanjiran.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD Provinsi Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan banjir itu tersebar di berbagai wilayah ibu kota. Sebanyak 52 wilayah RT yang kebanjiran berada di Jakarta Barat, 11 RT di Jakarta Selatan, 26 RT di Jakarta Timur, dan tujuh RT di Jakarta Utara.
Sementara itu, ketinggian banjir bervariasi. Yang paling terdampak tercatat di wilayah Kelurahan Pejaten Timur, di mana tiga RT terendam banjir dengan ketinggian 210 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
Yohan mengatakan, BPBD telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
BPBD juga berkoordinasi dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. “Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” kata dia.
Adapun lokasi pengungsian hingga Sabtu pagi adalah sebagai berikut:
Jakarta Barat
– Kel. Kedaung Kali Angke
– Masjid Jami Al Khaeer: 11 KK 28 Jiwa
– Masjid Jami Al Fudhollah RT 01 RW 08: 13 KK 60 Jiwa
– Masjid Muhajirin: 3 KK 48 Jiwa
– PAUD Nusantara: 3 KK 48 Jiwa
– POS RW 002: 4 KK 49 Jiwa
– Musholla Nurul Ikhsan: 14 KK 24 Jiwa
- Kel. Rawa Buaya
- Masjid Baitul Rahman: 45 KK 177 Jiwa
-
Masjid Hidayatussalam: 3 KK 9 Jiwa
-
Kel. Jelambar
- Musholla AtTaqwa: 15 KK 67 Jiwa
-
Masjid NurulIslam: 5 KK 10 Jiwa
-
Kel. Kedoya Selatan
- Mushola Al Hijrah: 5 KK 10 Jiwa
- Kantor Kelurahan Kedoya Selatan: 31 KK 115 Jiwa
-
Aula RT 011 RW 005: 6 KK 14 Jiwa
-
Kel. Kembangan Selatan
-
Majlis Daarul Muhyi: 15 KK 60 Jiwa
-
Kel. Kembangan Utara
-
Masjid Jami Al Ikhlas: 11 KK 30 Jiwa
-
Kel. Meruya Selatan
-
Rumah Warga Dekat Musholla Al Jihad: 16 KK 57 Jiwa
-
Kel. Kota Bambu Selatan
- Aula Rusunawa KS Tubun: 20 KK 65 Jiwa
Jakarta Pusat
– Kel. Karet Tengsin
– RPTRA Segas RW.06: 60 Jiwa
– RPTRA Intiland RW.07: 38 Jiwa
– Aula Masjid Muhajirin RW.07: 68 Jiwa
– PAUD Nusantara RW.07: 78 Jiwa
– Pos RW.02: 12 Jiwa
Jakarta Timur
– Kel. Cipinang Melayu
– Masjid Al Muqorrobin: 65 KK 200 Jiwa
- Kel. Halim Perdana Kusuma
- Aula Kantor Kelurahan Halim Perdana Kusuma: 22 KK 89 Jiwa
-
Masjid At Taubah: 30 KK 120 Jiwa
-
Kel. Cawang
- Musholla Al Islah: 15 KK 60 Jiwa
Jakarta Utara
– Kel. Kapuk Muara
– Gang Masjid Nurul Jannah RW.02: 25 KK 97 Jiwa
Penanganan banjir
Rano menjelaskan, Pemprov Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi banjir. Meski ketinggian air tidak dapat diprediksi secara pasti karena dipengaruhi curah hujan, berbagai upaya mitigasi telah dirancang sejak awal.
“Sebetulnya kami sudah mendesain apa yang akan dilakukan apabila terjadi banjir seperti ini. Kami sudah memprediksi banjir akan terjadi, hanya saja tingkat ketinggiannya tidak bisa dipastikan karena faktor curah hujan,” kata dia.
Ia mengungkapkan, salah satu solusi jangka panjang penanganan banjir di Jakarta adalah melalui program normalisasi sungai. Namun, program itu tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, seperti normalisasi Sungai Ciliwung dan Kali Krukut.
Rano menilai, normalisasi sungai merupakan pekerjaan jangka panjang dan tidak bisa diselesaikan dalam kurun waktu lima tahun. “Tantangan terbesarnya bukan hanya pembebasan lahan, tetapi juga sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kesiapan mereka untuk tinggal di rumah susun karena kawasannya harus dibenahi,” kata dia.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov Jakarta terus mengoptimalkan berbagai langkah, termasuk operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI AU, dan pengoperasian pompa air di berbagai titik rawan genangan dan banjir. Selama periode cuaca ekstrem, Pemprov Jakarta memobilisasi 779 unit pompa mobil dan stasioner.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











