Ringkaman Berita Bencana di Kota Batu Tahun 2025
Pada tahun 2025, Kota Batu mencatat sejumlah besar kejadian bencana yang terjadi sepanjang tahun. Dari tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2025, tercatat sebanyak 209 kejadian bencana yang melanda kota ini. Angka ini menunjukkan peningkatan drastis dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 2024, yang hanya mencatat 122 kejadian bencana.
Bencana alam menjadi dominasi dari total kejadian tersebut, dengan jumlah sebanyak 199 kejadian. Sementara itu, kejadian bencana non alam hanya berjumlah 10 kejadian. Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menunjukkan bahwa bencana tanah longsor adalah jenis bencana yang paling sering terjadi, dengan total 127 kejadian. Disusul oleh kejadian cuaca ekstrem sebanyak 46 kali, banjir sebanyak 25 kejadian, serta kebakaran gedung dan bangunan sebanyak 10 kejadian. Satu kejadian lainnya adalah kebakaran hutan dan lahan.
Jenis-Jenis Bencana di Kota Batu Tahun 2025
- Bencana Tanah Longsor: 127 kejadian
- Cuaca Ekstrem: 46 kejadian
- Banjir: 25 kejadian
- Kebakaran Gedung dan Bangunan: 10 kejadian
- Kebakaran Hutan dan Lahan: 1 kejadian
Selain itu, dampak bencana alam juga sangat dirasakan oleh masyarakat. Total orang yang terdampak bencana mencapai 281 orang, dengan 26 di antaranya harus mengungsi. Kerusakan rumah juga cukup signifikan, dengan rincian sebagai berikut:
- Rumah rusak berat: 19 unit
- Rumah rusak sedang: 16 unit
- Rumah rusak ringan: 24 unit
- Rumah terendam: 19 unit
Selain itu, lahan pertanian juga terdampak, yaitu seluas 1,175 hektar sawah milik warga.
Lokasi Bencana Terbanyak di Kota Batu
Wilayah Kecamatan Bumiaji menjadi lokasi dengan jumlah bencana terbanyak, yaitu sebanyak 99 kejadian. Disusul oleh Kecamatan Batu dengan 78 kejadian dan Kecamatan Junrejo dengan 32 kejadian.
Penyebab Peningkatan Bencana
Menurut data dan informasi yang diperoleh, peningkatan jumlah bencana tidak hanya disebabkan oleh musim penghujan, tetapi juga karena indikasi alih fungsi lahan. Hal ini sesuai dengan temuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu pasca banjir luapan bercampur lumpur dan sampah yang terjadi di Bumiaji beberapa waktu lalu.
Mitigasi Bencana yang Dilakukan
Setelah kejadian bencana tersebut, DPUPR melakukan pengambilan foto udara untuk mengetahui aliran alur Sungai Kali Paron. Hasilnya menunjukkan adanya indikasi alih fungsi lahan di kawasan hulu sungai. Pengambilan foto udara ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Batu, Nurochman, agar dapat diketahui penyebab banjir luapan bercampur lumpur hingga masuk ke rumah warga dan jalan raya.
“Saya instruksikan Dinas PUPR segera melakukan foto udara untuk pemetaan sungai dan kanal-kanal banjir eksisting. Data ini akan memudahkan pemerintah dalam melakukan pemetaan dan intervensi kebijakan, termasuk rencana menambah kanal-kanal baru atau sudetan untuk memecah debit air,” ujar Nurochman.
Peran Masyarakat dalam Pencegahan Bencana
Nurochman juga menyoroti pentingnya komitmen masyarakat dalam menjaga kawasan hulu. Menurutnya, pemerintah akan menambah sudetan, tetapi perilaku masyarakat terkait alih fungsi lahan harus menjadi komitmen bersama.
“Masyarakat pengelola hutan harus berpikir jangka panjang bahwa ada saudara-saudara kita di posisi bawah yang harus dipertimbangkan keselamatannya. Kepatuhan terhadap ketentuan pemanfaatan kawasan hulu adalah kunci,” jelasnya.
Upaya Mitigasi yang Sudah Dilakukan
Meski BPBD telah melakukan upaya mitigasi beberapa bulan lalu, kendala utama di lapangan adalah aliran air yang membawa material berat seperti lumpur, sampah, dan potongan kayu. Hal ini menyebabkan sulitnya menampung debit air meskipun sudah ada banyak kanal dan sudetan sungai.
“Sebanyak apapun kanal dan sudetan sungai, tetap tidak akan bisa menampung jika air membawa material lumpur, sampah, hingga potongan kayu. Inilah mengapa kesadaran menjaga hutan dan tidak membuang sampah ke aliran sungai menjadi sangat penting agar upaya mitigasi kami di hilir tidak sia-sia,” jelas Nurochman.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











