Perjuangan Ibu dan Anak Orang Utan di Kutai Timur
Video yang beredar di media sosial menampilkan perjuangan sepasang ibu dan anak orang utan di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kedua satwa tersebut tampak kebingungan saat mencoba menyeberangi sungai dengan arus yang cukup deras. Mereka harus berjuang keras karena tidak ada lagi ranting atau pohon untuk mereka gunakan sebagai alat bantu.
Peristiwa ini mendapat banyak perhatian setelah diunggah oleh akun Instagram @kaltiminfo_id. Dalam unggahan tersebut, terlihat ibu dan anak orang utan berdiri di tepian sungai. Keduanya berusaha menyeberang agar bisa mencapai hutan yang berada di sisi lain sungai. Namun, mereka tampak bingung karena tidak ada lagi ranting atau pohon untuk dipegang.
Anak orang utan terlihat menaiki pundak sang ibu, sementara induknya berusaha mencari cara untuk menyeberang. Sesekali, induk orang utan mencoba menginjakkan kakinya di aliran sungai sambil berpegangan pada ranting yang tersisa. Namun, lantaran derasnya aliran sungai, induk orang utan kembali mundur ke tepian.
Unggahan tersebut menyampaikan pesan tentang perjuangan ibu dan anak orang utan di Kutai Timur untuk menyeberangi kali yang deras tanpa adanya ranting dan pepohonan. Video ini memicu simpati dari warganet, yang menyayangkan aksi pembabakan hutan secara berlebihan yang menyebabkan habitat satwa-satwa liar hilang.
Orang Utan dalam Keberagaman Indonesia
Orang utan merupakan salah satu hewan langka yang dilindungi di Indonesia. Hewan langka adalah satwa yang terancam punah karena jumlahnya semakin sedikit di alam bebas. Perburuan liar dan pembukaan lahan menjadi salah satu penyebab penurunan jumlah satwa endemik di Indonesia, termasuk orang utan.
Menurut informasi dari internationalanimalrescue.or.id, orang utan adalah hewan endemik Indonesia yang termasuk dalam kelompok primata. Selain orang utan, kelompok primata juga terdiri dari monyet, kukang, tarsius, dan owa. Orang utan biasanya ditemukan di dalam jantung hutan hujan tropis Indonesia.
Kata “orang utan” berasal dari bahasa Melayu, di mana “orang” berarti manusia dan “utan” berarti hutan. Secara harfiah, makna dari satwa ini adalah manusia hutan. Orang utan memiliki bentuk tubuh dan wajah yang mirip dengan manusia, tetapi memiliki warna rambut yang berbeda dan tubuh yang lebih kecil.
Orang utan termasuk dalam hewan yang dilindungi. Perburuan liar dan pengurangan habitat menyebabkan jumlah satwa ini semakin sedikit di alam. Di seluruh dunia hanya terdapat tiga jenis orang utan dan semuanya merupakan endemik atau asli Indonesia.
Tiga Jenis Orang Utan di Indonesia
Berikut ini tiga jenis orang utan yang dapat ditemukan di Indonesia:
- Orangutan Sumatra (Pongo abelii)
Orangutan Sumatra berasal dari bagian utara Pulau Sumatera, yaitu Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Orangutan ini memiliki rambut berwarna merah cerah, mudah dibedakan dari jenis primata lainnya. Ukuran tubuh orangutan Sumatra bisa mencapai 1,7 meter dengan berat hingga 90 kg.
Orangutan Sumatra memiliki kebiasaan makan yang unik. Mereka cenderung menyukai buah-buahan dan serangga. Terkadang, mereka juga memakan telur burung atau mamalia kecil. Orangutan Sumatra dikenal sebagai hewan yang pintar, pernah teramati menggunakan alat seperti ranting untuk mencari makanan.
- Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus)
Orangutan Kalimantan berasal dari Pulau Kalimantan. Mereka tersebar di berbagai daerah dari bagian selatan hingga utara pulau, bahkan hingga ke negara Malaysia. Rambut orangutan Kalimantan berwarna lebih cokelat dibandingkan orangutan Sumatra. Ukuran tubuh orangutan Kalimantan jantan mencapai 1,2-1,7 meter dengan berat 50-100 kg, sedangkan betina sekitar 1-1,2 meter dan berat 30-50 kg.
Orangutan Kalimantan lebih penyendiri dibandingkan orangutan Sumatra. Mereka memiliki kebiasaan makan yang beragam, mulai dari buah-buahan, dedaunan, biji-bijian, bunga, hingga serangga dan mamalia kecil.
- Orang Utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)
Orangutan Tapanuli adalah jenis orang utan yang paling terakhir ditemukan. Pada tahun 2017, mereka ditetapkan sebagai spesies tersendiri, terpisah dari orangutan Sumatra. Orangutan Tapanuli hanya ditemukan di wilayah hutan bagian selatan Danau Toba, Pulau Sumatera.
Orangutan Tapanuli adalah orang utan terlangka di Indonesia. Wajah mereka sangat berbeda dari jenis orang utan lainnya, dengan bentuk tubuh yang lebih kecil, pipih, dan lebar. Rambut mereka juga lebih tebal daripada orangutan Sumatra maupun Kalimantan. Ukuran tubuh orangutan Tapanuli jantan mencapai 137 cm dengan berat 70-90 kg, sedangkan betina sekitar 110 cm dan berat 40-50 kg.











