"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Masalah lama Liverpool muncul kembali di Tahun Baru

Kekesalan di Anfield

Harapan pelatih Liverpool, Arne Slot, untuk memulai tahun 2026 dengan penampilan yang meyakinkan harus berakhir dengan kekecewaan. Juara bertahan Liga Inggris itu hanya mampu meraih hasil imbang tanpa gol melawan Leeds United di Anfield, Jumat dinihari, 2 Januari 2026, dalam laga pertama mereka pada tahun baru. Hasil tersebut menambah masalah konsistensi yang dialami oleh The Reds.

Pada awal musim, Slot diproyeksikan mulai membangun dominasi baru di Anfield. Namun kenyataannya berbeda. Liverpool kini tertinggal 12 poin dari pemuncak klasemen Arsenal dan kehilangan kepercayaan diri yang menjadi faktor utama keberhasilan mereka meraih gelar musim lalu.

Pemulihan Tidak Berkelanjutan

Liverpool sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan menjelang akhir tahun 2025. Setelah menjalani periode buruk dengan kalah sembilan kali dari 12 pertandingan di semua kompetisi, tim berjuluk The Reds mampu meraih sejumlah kemenangan penting atas Inter Milan, Brighton & Hove Albion, dan Tottenham Hotspur. Rentetan hasil tersebut membuat optimisme perlahan kembali.

Namun suasana Anfield saat menjamu Leeds jauh dari meriah. Meski hasil imbang itu memperpanjang rekor tak terkalahkan Liverpool menjadi delapan pertandingan dan mendekatkan mereka ke Aston Villa di posisi ketiga, persoalan lama kembali mencuat. Liverpool menguasai pertandingan, tetapi miskin ide dan minim menciptakan peluang.

Hasil 0-0 ini menjadi yang pertama bagi Liverpool dalam 84 pertandingan di bawah Arne Slot, sekaligus yang pertama sejak Desember 2023 saat mereka ditahan Manchester United. Yang lebih mengkhawatirkan, Liverpool hanya gagal mencetak gol empat kali di Liga Premier sejak awal musim lalu. Tiga di antaranya terjadi dalam sembilan laga terakhir. Statistik itu menegaskan tumpulnya lini serang Liverpool belakangan ini.

Permainan yang Tidak Memuaskan

Di babak pertama, Liverpool sempat memperlihatkan potensi. Sundulan jarak dekat Hugo Ekitike nyaris membuahkan gol sebelum digagalkan kiper Leeds, Lucas Perri, setelah menerima umpan silang Jeremie Frimpong. Namun selepas jeda, tekanan Liverpool menurun drastis. Tuan rumah hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari tendangan jarak jauh Dominik Szoboszlai. Peluang terbaik lainnya terjadi lewat sundulan Virgil van Dijk dari situasi bola mati melenceng dari sasaran.

Kegagalan mencetak gol terasa semakin mengecewakan mengingat Leeds datang dengan catatan pertahanan yang rapuh. Tim asuhan Daniel Farke bahkan belum mencatatkan clean sheet sejak akhir Agustus.

Komentar Pelatih

“Untuk mencetak gol melawan tim yang bertahan sangat rapat di sekitar kotak penalti, ada beberapa cara. Bisa melalui bola mati dan kami hampir berhasil lewat Virgil, atau momen individu seperti yang dilakukan Jeremie saat melawan Wolves. Kami banyak menguasai bola, tetapi itu tidak berarti apa-apa jika Anda tidak menciptakan cukup peluang,” ujar Slot, seperti dikutip dari ESPN.

Slot menekankan bahwa menghadapi pertahanan rendah membutuhkan kecepatan dan kualitas individu. “Anda memerlukan momen spesial untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain,” ujarnya.

Performa Leeds yang Mengagumkan

Leeds pantas mendapat pujian atas disiplin dan daya juang mereka. Tak terkalahkan dalam lima pertandingan sebelum bertandang ke Merseyside, Leeds bahkan hampir mencuri kemenangan jika gol Dominic Calvert-Lewin di menit akhir tidak dianulir karena offside.

Slot telah melakukan sejumlah pergantian untuk mengejar gol kemenangan, termasuk menarik keluar Florian Wirtz yang gagal mengulang penampilan impresifnya seperti saat menghadapi Wolverhampton. Minimnya dampak dari bangku cadangan menjadi sorotan lain. Hingga kini, pemain pengganti Liverpool baru mencetak delapan gol di Liga Inggris. Ini indikasi keterbatasan opsi penentu di skuad Slot.

Masalah yang Semakin Kompleks

Masalah Liverpool kian kompleks dengan absennya Mohamed Salah yang membela Mesir di Piala Afrika. Situasi diperparah dengan cedera Alexander Isak, rekrutan termahal dalam sejarah sepak bola Inggris, yang harus menepi selama beberapa bulan akibat operasi pergelangan kaki.

Skuad Liverpool masih terlihat tidak seimbang. Saat ini, hanya Cody Gakpo dan winger muda 17 tahun Rio Ngumoha yang berposisi alami sebagai sayap. Ngumoha memang tampil menjanjikan dalam debut singkatnya melawan Leeds, tetapi belum cukup untuk mengangkat performa serangan Liverpool secara keseluruhan.

Frimpong adalah salah satu pemain Liverpool yang frustrasi. “Kami ingin menang. Saya rasa kami tidak menciptakan banyak peluang. Leeds bertahan sangat baik. Hasil 0-0 jelas mengecewakan, tetapi kami harus fokus ke laga berikutnya,” kata dia, dikutip dari Sky Sports.

Kekecewaan itu terasa di lapangan maupun di tribun. Dengan jadwal tandang berat melawan Fulham dan Arsenal di depan mata, Liverpool tak punya banyak waktu. Jika tak ingin semakin tertinggal dalam perburuan gelar, Slot harus segera menemukan solusi agar lini serangnya kembali bernyawa.

Faridah Hasna

Reporter berita yang mengulas peristiwa cepat dan trending topic. Ia gemar memantau media sosial, mencoba aplikasi baru, dan membuat konten singkat. Waktu senggangnya dihabiskan dengan mendengarkan podcast opini. Motto: “Kecepatan harus sejalan dengan ketepatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *