"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Gempa 2,7 SR Guncang Kodi Sumba Barat Daya, Ini Pernyataan BMKG

Gempa Bumi Magnitudo 2,7 Guncang Kodi, Sumba Barat Daya

Pada hari Minggu (21/12/2025), wilayah Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,7. Gempa tersebut terjadi pada pukul 21.27.05 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 11.12 LU-118.11 BT dengan kedalaman sekitar 10 km. Lokasi gempa berada sejauh 213 km barat daya Kodi, Sumba Barat Daya.

BMKG memberikan informasi mengenai gempa tersebut melalui akun X @infobmkg. Dalam rilisnya, BMKG menyampaikan bahwa gempa yang terjadi memiliki skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang menunjukkan tingkat getaran yang dirasakan oleh masyarakat. Informasi ini bersifat sementara dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa

Gempa bumi sering kali menimbulkan kepanikan. Namun, untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  • Tetap tenang
    Saat gempa terjadi, usahakan untuk tidak panik. Tarik napas dalam-dalam dan amati lingkungan sekitar. Cari tempat yang aman untuk berlindung.

  • Di dalam rumah
    Jika sedang berada di dalam bangunan, segera berlindung di bawah meja atau struktur kokoh. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau tangan yang ditempatkan secara tertelungkup.

  • Di luar ruangan
    Jika sedang berada di luar ruangan, segera berpindah ke area terbuka dan jauhi bangunan serta tiang. Jangan melakukan aktivitas apapun karena bisa terjadi gempa susulan.

  • Di kerumunan
    Jika sedang berada di tempat ramai, ikuti arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat untuk mencapai area yang lebih aman.

  • Di gunung atau dataran tinggi
    Jika sedang berada di daerah lereng atau dataran tinggi, segera berpindah ke area lapang. Hindari daerah dekat lereng untuk menghindari risiko longsoran.

  • Di laut
    Gempa bawah laut dapat memicu gelombang tsunami. Jika terjadi gempa di laut, segera bergerak ke ketinggian yang lebih aman.

  • Di dalam kendaraan
    Jika sedang berkendara saat gempa terjadi, pegang kemudi dengan erat dan segera berhenti di tempat yang lapang. Jangan meninggalkan kendaraan hingga gempa berakhir.

Skala MMI dan Tingkat Getaran Gempa

BMKG juga memberikan penjelasan mengenai skala MMI yang digunakan untuk mengukur intensitas gempa. Berikut penjelasannya:

  • I MMI
    Getaran tidak dapat dirasakan kecuali dalam kondisi luar biasa oleh beberapa orang.

  • II MMI
    Beberapa orang merasakan getaran. Benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI
    Getaran terasa nyata dalam rumah. Seperti sensasi naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI
    Getaran terasa oleh banyak orang di dalam dan luar rumah. Gerabah pecah, jendela dan pintu bergoyang, dinding berbunyi.

  • V MMI
    Hampir semua orang merasakan getaran. Orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, dan benda besar bergoyang.

  • VI MMI
    Semua orang merasakan getaran. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar. Plester dinding jatuh, cerobong asap rusak, dan terjadi kerusakan ringan.

  • VII MMI
    Semua orang di dalam rumah keluar. Bangunan kuat mengalami kerusakan ringan, sedangkan bangunan kurang kuat mengalami retakan atau bahkan hancur.

  • VIII MMI
    Kerusakan ringan pada bangunan kuat. Keretakan pada bangunan kurang kuat, dinding terlepas dari rangka, dan air berubah keruh.

  • IX MMI
    Bangunan kuat mengalami kerusakan, rangka rumah menjadi tidak lurus, dan pipa dalam rumah putus.

  • X MMI
    Bangunan kayu kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondasi, tanah terbelah, rel melengkung, dan tanah longsor di sungai atau daerah curam.

  • XI MMI
    Hanya sedikit bangunan yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah, dan pipa dalam tanah tidak dapat digunakan lagi.

  • XII MMI
    Hancur total. Gelombang tampak di permukaan tanah, pemandangan berubah, dan benda-benda terlempar ke udara.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *