"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Pengamat: PKB Lebih Mudah Usung Cak Imin Jadi Capres Dibanding Cawapres Prabowo 2029

Peluang Cak Imin sebagai Capres 2029 Dinilai Lebih Realistis

Adi Prayitno, seorang pengamat politik, menilai bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lebih mudah mengusung Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2029 dibandingkan membidik posisi cawapres yang persaingannya sangat ketat.

Menurut Adi, peluang tersebut terbuka lebar setelah kebijakan penghapusan presidential threshold. Selain itu, PKB memiliki internal yang solid tanpa rival serta dukungan dari basis NU yang kuat.

Pencalonan Cak Imin sebagai capres dinilai memiliki efek elektoral jangka panjang bagi PKB, termasuk peningkatan suara di Pileg.

Persaingan untuk Posisi Cawapres yang Sangat Ketat

Adi menyatakan bahwa jika PKB mengincar posisi cawapres, khususnya mendampingi Prabowo Subianto, maka jalannya akan jauh lebih rumit dan kompetitif.

“Mengusung Cak Imin sebagai cawapres itu bagi saya jalan di tempat. Apalagi kalau targetnya jadi cawapresnya Prabowo, itu akan semakin rumit,” ujarnya dalam unggahan video di laman YouTube-nya (@adiprayitnoofficial), yang tayang perdana pada Sabtu (11/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini hampir seluruh partai dalam koalisi pemerintahan memiliki kepentingan yang sama, yakni mengincar posisi pendamping Prabowo.

“Semua partai pengusung Prabowo hari ini ngincar posisi cawapres. Tokohnya banyak sekali, persaingannya sangat ketat,” ujarnya.

Peluang Cak Imin sebagai Capres Lebih Terbuka

Adi menilai bahwa peluang Cak Imin untuk maju sebagai capres dinilai jauh lebih terbuka dan realistis.

Menurutnya, hal ini tidak lepas dari putusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus presidential threshold. Seperti diketahui, MK menghapus ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen adalah Putusan Nomor 62/PUU-XXII/2024. Putusan ini dibacakan pada awal Januari 2025 dan menyatakan Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu inkonstitusional.

“PKB sudah punya boarding pass untuk mencalonkan Gus Muhaimin. Tidak perlu bergantung pada partai lain,” jelasnya.

Internal PKB yang Solid Tanpa Rival

Adi juga menyoroti faktor internal PKB yang solid sebagai keunggulan tersendiri.

Ia menegaskan, tidak ada kompetitor yang berarti di dalam partai untuk posisi capres.

“Ketua umum partainya adalah Gus Muhaimin, dan tidak ada saingan internal. Ini membuat jalannya jauh lebih mudah,” katanya.

Selain itu, basis massa PKB yang kuat dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dinilai menjadi modal besar.

“NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia. Ini aset politik yang bisa dikapitalisasi,” ujarnya.

Dampak Elektoral Jangka Panjang

Adi menilai, pencalonan Cak Imin sebagai capres juga memiliki dampak elektoral jangka panjang bagi PKB.

Dengan majunya Cak Imin, maka PKB akan menikmati efek ekor jas atau coattail effect yang mengakibatkan suara di Pilegnya berpotensi ikut naik.

“Bahkan di daerah yang sebelumnya PKB tidak dapat kursi, mulai muncul efek elektoralnya,” ucapnya.

Di sisi lain, langkah Cak Imin menjadi capres di 2029 bisa menjadi investasi politik pada kontestasi berikutnya.

“Ini insentif untuk membangun popularitas dan elektabilitas, bukan hanya untuk 2029 tapi juga 2034,” jelasnya.


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *