Keindahan Alam dan Keanekaragaman Hayati Taman Hutan Rakyat Prof. Ir. Herman Yohanes
Taman Hutan Rakyat (Tahura) Prof. Ir. Herman Yohanes yang berada di wilayah Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, adalah salah satu tempat yang menawarkan keindahan alam yang tidak hanya terbatas pada pantai, gunung, atau air terjun. Di sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan hutan yang masih terjaga dengan baik dan menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa endemik seperti Kuskus, Rusa Timor, serta berbagai jenis burung.
Tahura ini memiliki luas mencapai 1900 hektar dan menjadi sumber cadangan air yang sangat melimpah bagi masyarakat sekitar. Pada tahun 2002, pemerintah kembali melakukan proses tata batas fungsi Tahura, sehingga diperoleh luasan riil di lapangan seluas 2.038,30 Ha yang disahkan melalui peta tata batas pada tanggal 25 Oktober 2002.
Tahura Prof. Ir. Herman Yohanes merupakan bagian dari kawasan hutan sisimeni sanam. Selain itu, Tahura ini merupakan satu-satunya Tahura di NTT yang kaya akan keanekaragaman hayati. Dalam hutan ini, banyak ditemukan hewan langka seperti Rusa Timor, Babi hutan, Biawak Timor, Ayam hutan, Kuskus, serta Perkici dada kuning.
Vegetasi alami yang tumbuh di hutan ini juga sangat beragam, termasuk pohon ampupu, cendana, hue, haubesi, dan cemara gunung. Luasnya hutan ini juga menciptakan iklim mikro yang sering mengakibatkan hujan di wilayah hutan tersebut. Bagi yang pernah berkunjung ke pantai Teres atau Fatu Braon, maka mereka pasti melewati hutan ini dengan jarak sekitar 7 KM.
Pada saat sore hari, jika berkendara di dalam hutan, suasana akan terasa sangat gelap karena rapatnya pepohonan yang tumbuh. Di sini, dedaunan tidak pernah terlihat gugur. Saat memasuki hutan, pengunjung akan menemukan papan di wilayah desa Kotabes yang bertuliskan “Selamat Datang di Taman Hutan Raya Prof. Ir. Herman Yohanes”.
Banyak mahasiswa kehutanan atau mahasiswa yang mengambil ilmu terkait tanaman dan tumbuhan sering melakukan penelitian di hutan ini. Mengingat pentingnya hutan ini, lembaga masyarakat hukum adat Kelurahan Buraen (LMAH) meminta pemerintah daerah untuk mengintensifkan pengamanan agar tidak terjadi aksi perambahan liar. Pasalnya, pengelolaan Tahura Yohanes merupakan kewenangan pemerintah Kabupaten Kupang.
Ketua LMAH Kelurahan Buraen, Samuel Tnunay, menegaskan bahwa Tahura ini sangat bernilai karena menyediakan air bagi masyarakat serta sebagai penyeimbang cuaca. Untuk itu, sebagai masyarakat adat, mereka merasa perlu adanya komitmen untuk menjaga dan merawat kelestarian Tahura.
“Kelestarian Tahura harus kita rawat untuk keberlangsungan hidup anak cucu kita. Itu adalah tanggung jawab kita bersama dan LMHA akan selalu berada di garis terdepan dalam melaksanakannya sehingga terbebas dari segala bentuk perusakan hutan,” tegas Samuel Tnunay.
Fungsi dan Potensi Tahura Prof. Ir. Herman Yohanes
Tahura Prof. Ir. Herman Yohanes tidak hanya menjadi sumber air dan penyeimbang cuaca, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam di Kabupaten Kupang. Dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan keindahan alam yang menarik, hutan ini bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang asri dan damai.
Selain itu, hutan ini juga menjadi tempat yang ideal untuk aktivitas penelitian dan edukasi. Mahasiswa dan peneliti sering kali datang ke lokasi ini untuk mengamati dan mempelajari berbagai spesies flora dan fauna yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa Tahura bukan hanya sekadar hutan biasa, tetapi juga menjadi pusat pengetahuan dan eksplorasi alam.
Dengan berbagai manfaat yang dimiliki, Tahura Prof. Ir. Herman Yohanes layak mendapatkan perlindungan dan perawatan yang maksimal. Masyarakat adat, pemerintah, dan instansi terkait harus bekerja sama untuk menjaga kelestariannya agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











