"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Budaya  

Perayaan Santo dan Santa Pelindung 5 April 2026

Santo Vinsensius Ferreri, Pembuat Mukjizat dan Wartawan Hari Kiamat

Santo Vinsensius Ferreri dikenal sebagai seorang yang memiliki kemampuan luar biasa dalam mewartakan Injil dan membantu orang-orang berdosa untuk bertobat. Ia lahir pada tanggal 23 Januari 1350 di Valensia, Spanyol. Sejak kecil, ia telah menunjukkan bakat dan rahmat istimewa dari Tuhan. Pada usia 14 tahun, ia sudah menyelesaikan pendidikannya dalam bidang filsafat di Valensia.

Pada usia 17 tahun, Ferreri masuk ke dalam ordo Dominikan dan dikirim ke Barcelona, Spanyol. Setelah beberapa waktu mengajar filsafat di Lerdia, ia kembali ke Barcelona pada tahun 1373. Setelah belajar di Toulouse, Prancis, kepribadian dan cara hidup Ferreri menarik perhatian kardinal Pedro de Luna, yang kemudian menjadi Paus Benediktus XIII pada tahun 1394-1423. Pada tahun 1379, Luna mengangkat Ferreri sebagai pembantunya untuk menangani masalah kepausan di Avignon. Ketika kardinal Luna dipilih menjadi Paus, Ferreri menjadi penasehat dan bapa pengakuan pribadi Paus di Avignon. Ia menolak pangkat kardinal dan jabatan gereja karena lebih suka menjadi misionaris.

Pada tahun 1398, Ferreri mengalami serangan demam yang berbahaya. Dalam penglihatan, ia melihat Yesus bersama Santo Dominikus dan Fransiskus Asisi. Yesus memerintahkannya untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa. Setelah itu, Ferreri mulai melakukan misi mewartakan Injil selama 20 tahun di Spanyol, Italia, Jerman, dan Swiss. Khotbahnya selalu dilakukan di luar gereja karena jumlah umat terlalu banyak. Tuhan memberinya kemampuan berbicara dalam berbagai bahasa sehingga khotbahnya dapat dimengerti oleh semua orang.

Ferreri juga meramalkan bahwa Benediktus dari Siena akan menjadi Santo dan bahwa Alphonso Borja akan menjadikannya Santo ketika ia menjadi Paus. Ramalan ini terbukti benar setelah ia meninggal.

Proses penyelidikan terhadap Ferreri dilakukan dan setelah 873 mukjizat diperiksa, panitia menyatakan bahwa ia layak diangkat menjadi Santo. Mukjizat terbesarnya adalah cara hidupnya yang keras dengan doa, matiraga, dan tapa, tetapi tetap semangat dalam tugasnya sebagai pewarta. Vincentius Ferreri meninggal di Vannes, Inggris, pada tanggal 5 April 1419.

Santa Yuliana dari Kornillon, Pengaku Iman

Hari raya Tubuh Darah Kristus (Corpus Christi) yang dirayakan dalam lingkaran penanggalan atas wahyu Tuhan kepada Santa Yuliana dari Kornillon. Prosesnya sangat rumit dan membutuhkan pengorbanan besar dari suster Yuliana. Penglihatan ajaib yang dialaminya membawanya pada penderitaan hingga hari raya itu direstui oleh pemimpin tertinggi Gereja dan dirayakan oleh seluruh Gereja. Pesta ini dirayakan pada minggu biasa setelah masa Paskah, tepatnya pada hari minggu biasa sesudah hari raya Tritunggal MahaKudus.

Yuliana lahir di Liege, Belgia pada tahun 1192. Pada usia 5 tahun, ia menjadi anak yatim piatu dan dititipkan di sebuah biara di Mount Cornillon. Di sana, ia tinggal bersama adiknya Agnes di sebuah rumah pertanian yang jauh dari rumah induk. Disitu mereka diasuh oleh Sr. Sapiensia. Tugas mereka adalah belajar, membersihkan rumah, memelihara bunga-bunga, dan menjaga sapi. Kedua kakak-beradik ini selalu ikut serta dalam doa, perayaan Ekaristi, dan upacara-upacara lainnya. Yuliana sangat hormat kepada Sakramen MahaKudus dan suka membaca buku-buku karya Santo Agustinus dan Santo Bernardus.

Pada usia 16 tahun, Yuliana mengalami penglihatan ajaib tentang bulan purnama yang aneh. Setelah dua tahun, Yesus menampakkan diri dan menerangkan arti penglihatan itu: bulan itu adalah lingkaran tahun Liturgis Gereja, sedangkan cabikan pada pinggiran bulan menandakan bahwa lingkaran tahun liturgi belum sempurna karena tidak ada hari raya khusus untuk menghormati Sakramen MahaKudus. Yesus meminta Yuliana menyampaikan pesan itu kepada pemimpin Gereja agar menetapkan hari khusus untuk menghormati Sakramen MahaKudus.

Yuliana akhirnya menjadi prior di biara St. Agustinus Mount Carnillon pada tahun 1225 dan mulai membuka rahasia penampakan itu. Awalnya ia menyampaikan pesan itu kepada Eva, seorang pertapa wanita yang saleh. Eva kemudian berbicara dengan para imam, antara lain dengan Hugo, Propinsial Ordo Dominikan, Uskup J. Pantelleon, dan para ahli dibidang liturgi dan teologi. Hasil pertama diperoleh pada tahun 1246 ketika hari raya Corpus Christi disetujui dan diresmikan oleh Uskup J. Pantellon.

Namun, Yuliana mengalami banyak penderitaan. Banyak orang mencapnya sebagai orang yang kerasukan setan dan menuduh dia memanfaatkan kedudukannya untuk ambisi pribadi. Ia dipecat dari kedudukannya sebagai pemimpin biara dan diusir dari biara itu. Ia lalu bergabung dengan Eva di pertapaannya. Akhirnya, Yuliana meninggal pada tanggal 5 April 1258.

Setelah kematian Yuliana, Eva melanjutkan perjuangannya didukung oleh Uskup J. Pantalleon. Delapan tahun kemudian, Hugo, Propinsial Dominikan, terpilih menjadi Paus di Roma dengan nama Paus Urbanus IV (1261-1264). Tak lama kemudian, pada tahun 1264, Paus Urbanus IV menetapkan hari raya Tubuh dan Darah Kristus sebagai pesta gereja. Kemudian Paus Klemens V (1305-1314) mengesahkannya pada tahun 1312.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *