Persiapan Pekan Suci 2026 di Paroki Katedral Larantuka
Panitia perayaan Semana Santa 2026 Paroki Katedral Larantuka telah menyiapkan berbagai fasilitas khusus untuk para peziarah penyandang disabilitas. Hal ini dilakukan agar semua umat dapat merayakan Pekan Suci dengan nyaman dan tanpa hambatan.
Salah satu langkah yang diambil adalah menyediakan tempat duduk khusus serta fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang memadai. Selain itu, panitia juga mengatur jadwal khusus bagi para peziarah disabilitas untuk mengikuti devosi seperti Cium Tuan Ma dan Cium Tuan Ana. Prosesi ini akan dilaksanakan dengan jalur khusus selama prosesi penjelajahan kota Larantuka pada malam Jumat.
Katarina M. Riberu, Wakil Ketua DPP Paroki Larantuka, menjelaskan bahwa perayaan Pekan Suci Paskah di kota tersebut bertujuan untuk mewujudkan nilai inklusivitas. Ia menyampaikan hal ini dalam talkshow bertajuk “Sambu Hari Bae-Semana Santa Larantuka 2026” yang disiarkan oleh Komsos Keuskupan Larantuka melalui YouTube-nya, Jumat (27/8/2026).
Selain itu, panitia juga memastikan pelayanan kesehatan bagi para peziarah. Empat posko kesehatan dibangun di empat titik strategis, yaitu di kawasan Gereja Katedral Reinha Rosari, Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, dan Kelurahan Balela.
Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Semana Santa
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli, menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga membentuk panitia kecil untuk mendukung pelaksanaan Semana Santa. Ia menegaskan bahwa situasi di Larantuka saat ini dalam kondisi aman dan kondusif.
Ignasius mengimbau calon peziarah tidak terpengaruh oleh informasi di media sosial yang menyebutkan adanya konflik di kota tersebut. Ia menegaskan bahwa meskipun sebelumnya ada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), saat ini situasi telah stabil dan dipastikan aman.
Tradisi Semana Santa di Larantuka
Semana Santa merupakan salah satu tradisi Paskah yang unik dan diwariskan turun-temurun di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tradisi ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat bermakna bagi masyarakat setempat.
Semana Santa adalah momen suci dan penuh introspeksi bagi umat Katolik, yang kemudian dikenal sebagai Pekan Semana. Tradisi ini dilanjutkan dengan Tri Suci, Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Selama masa ini, masyarakat Larantuka dilarang melakukan aktivitas di luar keagamaan.
Banyak peziarah dari berbagai daerah datang ke Larantuka untuk menyampaikan permohonan doa agar dikabulkan. Salah satu prosesi utama dalam Semana Santa adalah prosesi bahari antar Tuhan Yesus Tersalib. Dalam prosesi ini, sebuah kapal tradisional bernama Berok membawa peti berisi patung Yesus Tersalib dari Pantai Kota menuju Pantai Kuce Pohon Sirih.
Kapal ini beratapkan daun gebang dan dikawal oleh perahu-perahu kecil serta kapal besar yang berisi ribuan umat dan peziarah. Hanya enam orang pilihan yang diizinkan masuk ke dalam kapal Berok, karena mereka dianggap bersih dari dosa. Prosesi ini dilakukan dengan penuh penghormatan dan kesakralan.
Selama perjalanan laut, ribuan umat Katolik mengumpulkan doa dan melantunkan kidung pujian, menciptakan suasana hening dan penuh haru. Air laut yang masuk ke dalam kapal dipercaya membawa berkat dan sering diambil oleh umat sebagai air suci.
Pada malam Jumat Agung menjadi puncak dari perayaan prosesi Semana Santa, yang dikuti oleh ribuan peziarah dan umat Katolik Larantuka. Mereka menyalakan lilin saat ikut arakan Tuan Ana (Tuhan Yesus) dan Tuan Ma (Bunda Maria) sambil memohon doa.











