Rencana Pembangunan Petilasan untuk Vidi Aldiano
Harry Kiss, ayah dari penyanyi ternama Vidi Aldiano, mengungkapkan keinginannya untuk membangun sebuah petilasan sebagai bentuk penghormatan bagi putranya. Rencana ini muncul setelah melihat antusiasme besar yang ditunjukkan oleh para penggemar dan keluarga terhadap sosok Vidi. Bagi Harry, kehadiran tempat khusus tersebut akan menjadi wadah untuk mengenang peran Vidi sebagai pelaku seni sekaligus memberikan ruang bagi orang-orang yang ingin berziarah.
Petilasan tersebut direncanakan dibangun di Magelang, Jawa Tengah. Alasan pemilihan lokasi ini berasal dari kenyataan bahwa keluarga Vidi berasal dari daerah tersebut. Selain itu, Harry menegaskan bahwa lokasi tersebut memiliki suasana yang sejuk dan indah, cocok sebagai tempat peringatan bagi sosok Vidi.
“Karena tempatnya insyaAllah bagus, dan kita berasal dari Magelang kan,” ujar Harry.
Meski rencana sudah dipersiapkan, pembangunan petilasan masih membutuhkan waktu serta dukungan dana. Saat ini, keluarga sedang berdiskusi untuk mengumpulkan donasi agar bisa mewujudkan rencana tersebut. “Tapi itu masih rencana, ngumpulin duit dulu, nyari donasi,” tambahnya.
Rencana ini juga dilanjutkan dari gerakan yang digagas oleh keluarga dengan nama ‘Vidi Tetap Hidup’. Awal mula gagasan ini berawal dari keinginan Vidi sendiri sebelum meninggal dunia. Dikatakan Harry, putra sulungnya itu sempat menyampaikan harapan agar bisa tetap hidup dalam ingatan banyak orang. Meskipun kini raganya sudah tiada, namun jiwa dan sosok Vidi akan terus dihidupkan lewat karya-karyanya atau saat berkunjung ke petilasan.
“Karena Vidi sebelum meninggal, dia cuma mau tetap sehat dan hidup, gak mau yang lain,” jelas Harry.
Kebiasaan Ziarah Harry Kiss ke Makam Vidi Aldiano
Selain merencanakan pembangunan petilasan, Harry Kiss juga menjaga kebiasaan untuk terus ziarah ke makam Vidi Aldiano selama 40 hari. Setiap hari, ia tidak pernah absen untuk datang ke pemakaman dan mendoakan putranya. Keberlanjutan kebiasaan ini akan dilakukan hingga masa 40 hari usai kematian Vidi.
“Selama 40 hari ke depan saya akan terus ziarah, menemani peziarah yang lain,” ujar Harry.
Alasan mengapa ia memilih untuk terus berziarah selama 40 hari adalah karena keyakinan bahwa arwah seseorang masih ada selama periode tersebut. Ia berharap semoga Vidi terus dalam keadaan baik dan damai.
“Katanya kalau 40 hari itu, arwahnya masih ada. Setiap hari mudah-mudahan terus sehat,” tambah Harry.
Meski sedang berduka, Harry tetap berusaha untuk menyambut para peziarah dengan tulus. Ia menceritakan bahwa ada banyak orang yang rela menempuh jarak jauh hanya untuk berkunjung ke makam Vidi. Bahkan, ada peziarah yang berasal dari Lombok yang melakukan perjalanan puluhan kilometer hanya untuk melihat makam Vidi.
“Karena peziarah yang lain banyak sekali yang datang, yang paling jauh dari Lombok nyupir satu keluarga hanya untuk nengok Vidi,” cerita Harry.
Dengan adanya petilasan dan kebiasaan ziarah yang terus dilakukan, harapan besar dari keluarga Vidi adalah agar sosoknya tetap dikenang dan dihormati oleh banyak orang. Semua upaya ini dilakukan dengan tujuan agar Vidi tetap hidup dalam ingatan dan cinta para penggemarnya.











