Mulyadi Mudik Lintas Sumatera Tanpa Tidur Dua Hari Sambil Bawa THR Rp 50 Juta
Mulyadi, seorang perantau asal Sumatera Barat, menjalani perjalanan mudik Lebaran 2026 yang luar biasa. Ia melakukan perjalanan lintas Sumatera sendirian tanpa tidur selama dua hari demi tiba di kampung halaman tepat waktu. Perjalanan ini dilakukannya menggunakan mobil Mitsubishi Xpander miliknya dari Kebun Jeruk, Jakarta Barat.
Perjalanan panjang ini melibatkan lima anggota keluarga, termasuk keponakan, istri keponakan, dan tiga cucu. Meski menempuh ribuan kilometer, Mulyadi tampak bugar saat beristirahat di jalur ekstrem Sitinjau Lauik. Ia mengatakan bahwa ia berhasil sampai di Pelabuhan Merak pada pukul 00.00 WIB, lalu menyeberang ke Bakauheni dan tiba pada pukul 02.00 WIB dini hari.
Sejak merantau ke Jakarta pada tahun 1990 dan bekerja di bidang ekspedisi pakaian, Mulyadi sudah sangat akrab dengan berbagai jalur alternatif di Sumatera untuk menghindari kemacetan. Selain fisik yang prima, Mulyadi juga membawa dana tunjangan hari raya (THR) dalam jumlah cukup besar untuk dibagikan kepada keluarga besar di kampung halaman.
Ia mengaku membawa uang tunai sebesar Rp 50 juta untuk berbagi kebahagiaan bersama sanak saudara dan kerabat di lapau (warung). Bagi Mulyadi, berbagi rezeki memiliki makna spiritual yang mendalam. Ia meyakini bahwa kebiasaan berbagi tidak akan membuatnya merugi, melainkan justru mendatangkan doa-doa baik dari orang-orang di kampung halaman yang terus mengalir untuknya.
Ledakan Petasan di Pamekasan
Tragedi di malam takbiran Lebaran 2026 menimpa warga Dusun Sakola’an, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Seorang pelajar berinisial AR (17) terluka parah akibat ledakan petasan yang diraciknya. Ledakan tersebut terjadi menjelang malam takbir Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, mengungkapkan bahwa ledakan mercon membuat AR terluka parah. Diduga, ledakan tersebut berasal dari pembuatan mercon atau petasan di rumah Affandi pada pukul 16.00. Selain melukai korban, petasan mengakibatkan rumah warga rusak. Jendela dan atap rumah rusak berat akibat ledakan.
Sementara korban mengalami luka di sekujur tubuhnya. Saat ini, korban yang masih berstatus sebagai pelajar dirawat intensif di rumah sakit. Korban mengalami luka bakar di bagian wajah, leher, tangan, dada, dan kaki. Lengan kanan robek.
Polisi sudah melakukan olah TKP dan mendapatkan keterangan dari sejumlah saksi. Diduga, korban sedang meracik mercon dan meledak. Selain itu, Tim Inafis Satreskrim Polres Pamekasan bersama personel Polsek Larangan telah mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut yakni serbuk hitam diduga sisa bahan peledak seberat 10 gram, bahan mentah berupa belerang dan serbuk arang.
Selain itu, sejumlah peralatan pembuat mercon seperti gulungan kertas, mangkok pencampur, kain pengayak, dan kayu pengepres. Serpihan kaca serta asbes yang hancur akibat ledakan, juga kita amankan sebagai barang bukti.
Denada Bertemu Putranya Ressa Setelah Berbulan-Bulan Berseteru
Penyanyi Denada bertemu dengan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano setelah berbulan-bulan berseteru perkara penelantaran anak. Ressa, pemuda berusia 24 tahun yang diasuh oleh paman dan bibi Denada di Banyuwangi, Jawa Timur, tak kuasa menahan tangis. Ressa akhirnya bisa bertemu langsung dengan sang ibu kandung.
Dalam foto dan video yang dibagikan manajer Denada, Risni Ories, terlihat Ressa sesenggukan saat akhirnya bisa dipeluk sang ibu kandung. Momen pertemuan Denada dengan Ressa itu terjadi dua hari jelang Lebaran 2026. Kepada publik, Risni menceritakan momen haru saat Denada bertemu Ressa. Pertemuan itu dilaksanakan saat buka puasa bersama di sebuah restoran.
Alhamdulillah terealisasi saat buka puasa bersama di Jakarta Selatan. Denada didampingi sama saya, Ressa didampingi kakaknya. Saat masuk ke ruangan restoran, Denada yang melihat Ressa langsung berlari kecil memeluk sang putra. Bak rindu yang tertahan lama, Ressa pun segera memeluk Denada erat.
Melihat pertemuan perdana Denada dengan Ressa, Risni ikut menangis. Begitu masuk, Dena langsung meluk, langsung nangis, Ressa langsung masuk, meluk, nangis, aku merinding, itu benar-benar indah banget pertemuannya, masya Allah, akhirnya pertemuan itu terlaksana juga.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











