Zakat Fitrah: Pengertian, Waktu, dan Tata Cara Menunaikannya
Zakat fitrah merupakan salah satu bentuk ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri. Ibadah ini dilaksanakan selama bulan Ramadan dan paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Zakat fitrah dikeluarkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah.
Besaran zakat fitrah yang ditetapkan adalah sebesar 2,5 kg beras atau bahan makanan pokok lainnya. Besaran ini dapat dibayarkan untuk diri sendiri maupun anggota keluarga seperti istri, anak laki-laki, atau anak perempuan. Dalam menunaikan zakat fitrah, disarankan untuk membaca niat sesuai dengan peruntukannya, termasuk niat zakat fitrah untuk anak laki-laki, anak perempuan, atau diri sendiri.
Waktu Penunaian Zakat Fitrah
Waktu penunaian zakat fitrah dimulai sejak awal bulan Ramadan hingga sebelum salat Idul Fitri dilaksanakan. Namun, terdapat waktu yang dianjurkan untuk menunaikan zakat fitrah yaitu pada saat setelah waktu Subuh di tanggal 1 Syawal hingga sebelum melaksanakan salat Idul Fitri. Hal ini bertujuan agar zakat dapat diterima oleh orang yang berhak secara tepat waktu.
Selain itu, zakat fitrah wajib ditunaikan bagi setiap jiwa yang memenuhi syarat, antara lain:
– Beragama Islam
– Menemui sebagian dari bulan Ramadhan dan sebagian dari awal bulan Syawal (malam hari raya)
– Memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri
Menghitung Besaran Zakat Fitrah
Sebelum menyerahkan zakat fitrah kepada orang yang berwenang atau langsung kepada orang yang berhak menerima, pastikan bahwa besaran zakat telah sesuai dengan ketentuan. Besaran zakat fitrah yang telah ditetapkan adalah sebesar 1 shaq kurma/gandum yang jika dikonversi menjadi beras yaitu 2,5 kg beras. Besaran ini tidak boleh kurang dari ketentuan, namun jika ingin memberi lebih dari ketentuan tersebut diperbolehkan.
Membaca Niat Ketika Memberikan Zakat Fitrah
Niat disyaratkan dibaca saat hendak menyerahkan zakat dan di dalam hati, namun boleh dilafalkan dengan tujuan memantapkan. Adapun niat zakat fitrah berbeda-beda tergantung apakah zakat itu untuk diri sendiri, istri, anak laki-laki, anak perempuan, atau orang yang diwakilinya.
Berikut beberapa contoh bacaan niat zakat fitrah:
-
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitrian nafsi fardhan lillahi taala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta`âlâ.” -
Niat Zakat Fitrah untuk Istri
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitrian zaujati fardhan lillahi taala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta`âlâ.” -
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitrian waladi fardhan lillahi taala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta`âlâ.” -
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta`ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.” -
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitrianni wa an jamii ma yalzimuniy nafaqatuhum syaran fardhan lillahi taala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta`âlâ.” -
Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitrian (….) fardhan lillahi taala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Doa dari Orang yang Menerima Zakat Fitrah
Setelah membaca niat dan menyerahkan zakat, orang yang menerimanya disunnahkan untuk mendoakan orang yang memberi zakat dengan doa-doa baik. Doa seperti ini boleh diucapkan dalam bahasa apa pun, berikut contohnya:
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran
Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











