Potensi Pasar Ekspor Jasa dari SMK di Kudus Meningkat Pesat
Kudus, Jawa Tengah, kini menjadi pusat perhatian dalam upaya memperluas peluang pasar ekspor jasa, terutama di bidang ekonomi kreatif. Dukungan pemerintah dan partisipasi aktif dari berbagai lembaga telah membuka jalur baru bagi siswa SMK untuk mengembangkan potensi mereka di tingkat internasional.
Program Pemerintah yang Mendukung Pengembangan SMK
Dalam kunjungannya ke tiga sekolah mitra dengan Djarum Foundation; SMK Raden Umar Said (RUS), SMK NU Banat, dan SMK Wisudha Karya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi koneksi antara sekolah dan industri. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris, dan Wakil Bupati Kabupaten Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton.
Mendag Busan menekankan pentingnya transformasi pendidikan di SMK-SMK tersebut. Ia menjanjikan dukungan melalui dua jalur utama: industri animasi dan fashion.
Fasilitasi Industri Animasi
Salah satu inisiatif utama adalah pengadaan pertemuan antara SMK dengan 46 Perwakilan Dagang (Perwadag) Indonesia di luar negeri. Pertemuan ini akan dilakukan secara daring dan memberikan kesempatan bagi SMK RUS untuk mempresentasikan produk animasinya kepada perwakilan dagang di 33 negara.
“Perwakilan kita yang 46 itu kita kumpulkan. Sekolah [nanti] presentasi produknya apa. Kalau enggak tahu produknya [Perwadag] enggak bisa jualan. Tugas mereka jualan. Nah, kita ada namanya business matching. Ketika sudah tahu produknya mereka akan jalan, nyari pasarnya,” ujar Busan.
Peluang di Industri Fashion
Selain itu, Mendag juga mengundang siswa SMK untuk mempresentasikan karya mereka di Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Gelaran tahunan ini menjadi ajang penting bagi desainer dan industri fashion. Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk menghubungkan SMK dengan asosiasi retail modern, sehingga produk busana dari SMK NU Banat dapat hadir di mal-mal.
“Tapi syaratnya memang produknya juga bagus dan sudah diakui. Jangan sampai kita kalah dengan desain asing yang ada di mal-mal, tapi lama-lama harus kita geser, kita isi,” tambah Busan.
Fokus pada Pasar Luar Negeri
Program Manager Djarum Foundation Galuh Paskamagma menjelaskan bahwa pihaknya fokus mengirim siswa dan karya mereka ke luar negeri. Alasan utamanya adalah target gaji yang layak bagi lulusan serta realistis terhadap kondisi industri.
“Pasar dalam negeri luas juga, tapi kayaknya kita bermimpi untuk punya target yang lebih besar, lebih baik lagi. Industri animasi di Indonesia bagus, tapi di luar negeri peluang juga sangat besar,” ujarnya.
Sistem Teaching Factory sebagai Solusi
Sistem teaching factory menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan kemampuan siswa. Pendekatan ini memungkinkan siswa mendapatkan proyek nyata dari industri luar negeri selama masa sekolah. Contohnya adalah studio animasi yang diampu oleh praktisi industri, yang menyalurkan project ke para siswa.
Pendapatan sekolah dari sistem ini digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan memberikan penghasilan yang layak. Hal ini mencegah guru terlatih beralih ke industri karena tawaran penghasilan yang lebih menarik.
Kesuksesan dan Harapan Masa Depan
Galuh mengungkapkan bahwa siswa SMK RUS sering kali tidak ingin pulang karena asik mengerjakan project dari industri. Setelah lulus, kebanyakan siswa terserap di industri yang bonafide dan mendapat gaji besar.
“Pendidikan itu tanggung jawab semua orang dalam komunitas, utamanya keluarga. Sistem yang terukur dan baik, serta dukungan positif dari keluarga akan mampu mendorong siswa untuk lebih terpicu menorehkan prestasi,” tutup Galuh.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











