Kultum Ramadhan 2026: Nuzulul Quran dan Pesan Pentingnya
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk menghadapi bulan suci Ramadhan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadi teladan bagi umat manusia hingga akhir zaman.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Pada bulan Ramadhan ini, kita tidak hanya berpuasa dan beribadah, tetapi juga memperingati peristiwa besar dalam sejarah umat Islam, yaitu Nuzulul Quran. Peristiwa turunnya Al-Quran dari langit ke bumi merupakan momen penting yang membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia.
Apa Itu Nuzulul Quran?
Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Quran secara utuh dari Lauhul Mahfuz di langit ketujuh ke Baitul Izzah di langit dunia. Peristiwa ini terjadi pada malam Lailatul Qadr, yang dianggap sebagai malam paling mulia dalam sejarah umat Islam.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:
“Ramadhan, bulan yang di paduhi (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil.”
Peringatan Nuzulul Quran biasanya dilakukan setiap tanggal 17 Ramadhan melalui berbagai kegiatan seperti pengajian, kultum singkat, atau doa bersama.
Mengapa Diperingati Pada Tanggal 17 Ramadhan?
Jamaah yang berbahagia,
Mungkin muncul pertanyaan dalam benak kita, mengapa Nuzulul Quran diperingati pada tanggal 17 Ramadhan?
Secara historis, para ulama merujuk pada Surat Al-Anfal ayat 41 yang menyebutkan tentang “Hari Furqan” atau hari bertemunya dua pasukan. Hari tersebut adalah hari pertempuran Perang Badar yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Selain itu, tradisi ini juga mendapat dorongan sejarah saat Presiden Soekarno menerima saran dari Buya Hamka.
Peringatan ini dimaksudkan sebagai rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17, sehingga momen ini memiliki makna spiritual dan nasionalisme yang kuat.
Hubungan Nuzulul Quran dengan Lailatul Qadr
Membicarakan Nuzulul Quran tidak bisa lepas dari malam Lailatul Qadr. Allah berfirman dalam Surat Al-Qadr ayat 1:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran pada malam Qadr.”
Para ulama menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan dalam dua fase. Fase pertama adalah turunnya Al-Quran secara sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadr. Fase kedua adalah turunnya ayat-ayat Al-Quran secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun.
Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai tanggal pastinya—ada yang menyebut malam-malam ganjil di akhir Ramadhan atau tanggal 21 Ramadhan—esensi utamanya tetap sama.
Al-Quran: Bukan Sekadar Seremonial
Jamaah yang dirahmati Allah,
Peringatan Nuzulul Quran tahun 2026 ini hendaknya tidak menjadi rutinitas seremonial belaka. Membaca dan mempelajari Al-Quran harus dijadikan tradisi dalam setiap keluarga Muslim.
Al-Quran diturunkan agar manusia mendapat rahmat dan kegembiraan melalui petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-A’raaf ayat 2:
“Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.”
Penutup: Menjadikan Al-Quran Pedoman Hidup
Mari kita jadikan momentum 17 Ramadhan 2026 ini sebagai titik balik untuk kembali berinteraksi dengan Al-Quran. Bukan hanya sekadar menghias rak buku, tetapi dibaca, ditadabburi, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika nilai-nilai Al-Quran sudah mendarah daging dalam diri kita, maka peradaban yang mulia akan kembali muncul dari umat ini.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk istiqamah bersama Al-Quran hingga akhir hayat.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.











