Interaksi Hangat Antara YouTuber Korea dan Warga Samarinda
Sebuah potongan video yang menunjukkan interaksi hangat antara seorang pemuda asal Korea Selatan dengan Julak Atui di Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam video berdurasi singkat tersebut, YouTuber yang dikenal melalui kanal Kang Moosik tampak antusias mengikuti “Kelas Bahasa Banjar” dadakan.
Video ini diunggah di akun TikTok pribadi Kang Moosik @kangmoosik pada 4 Maret 2026. Proses perekaman video ini berlangsung dalam suasana yang santai dan penuh keakraban. Keduanya duduk berhadapan di sebuah meja kayu yang tampaknya berada di sebuah area tempat makan atau ruang pertemuan di Samarinda. Pencahayaan ruangan yang hangat menambah kesan intim pada obrolan mereka.
Sambil sesekali memperhatikan gawai dan catatan, Kang Moosik mendengarkan dengan seksama setiap penjelasan yang diberikan oleh Pak Julak. Tawa kecil dan gestur tangan yang ekspresif menyelimuti percakapan mereka, menunjukkan betapa cairnya hubungan antara sang YouTuber asing dengan warga setempat.
Meskipun ada perbedaan budaya yang kontras, bahasa Banjar menjadi jembatan komunikasi yang menarik di antara keduanya. Percakapan dibuka dengan kebingungan Kang Moosik mengenai penyebutan jenis mie di Indonesia.
“Tapi kenapa katanya beda, bihun dan mihun?” tanyanya dengan logat Korea yang khas. Pak Julak pun menjelaskan dengan lugas, “Sama, cuma kalau mihun itu bahasa Samarinda, kalau bihun itu bahasa Indonesianya.”
Pembelajaran berlanjut ke penggunaan kata ganti orang yang lebih spesifik dalam bahasa Banjar. Pak Julak menerangkan bahwa kata ‘kamu’ dalam bahasa Banjar adalah ‘ikam’. Kang Moosik kemudian membandingkannya dengan bahasa Korea. “Kalau Korea apa kamu? Neo, neo. N-E-O, No,” jelas Kang Moosik yang kemudian diikuti dengan repetisi kata “No” berkali-kali secara jenaka oleh keduanya.
Ia juga menambahkan bahwa kata ‘saya’ dalam bahasa Korea adalah ‘na’. Namun, Pak Julak memberikan pemahaman bahwa dalam bahasa Banjar, terdapat tingkatan kesopanan yang berbeda. “Kalau bahasa Banjar, ulun, ulun. Pian, pian,” ujar Pak Julak sambil menunjuk dirinya sendiri dan Kang Moosik sebagai contoh penggunaan kata ganti yang lebih sopan (Saya = Ulun, Anda = Pian).
Istilah ‘Waluh’
Puncak dari interaksi tersebut adalah saat mereka membahas istilah untuk “bohong” atau “pembual”. Pak Julak memperkenalkan kata yang sangat populer di Kalimantan, yaitu ‘waluh’. “Kalau bohong bahasa Banjarnya waluh. Waluh! Jangan waluh. Bual, bual itu waluh,” kata Pak Julak yang langsung disambut dengan wajah penasaran Kang Moosik.
Kang Moosik pun membalasnya dengan istilah Korea, “Kalau bohong Korea apa? Geojitmal, geojitmal.” Di akhir video, Kang Moosik tampak mencoba merangkai kata-kata yang baru dipelajarinya dengan penuh semangat, “Pian, pian, bohong, waluh. Pian mengarampot,” ucapnya sambil tertawa, menutup sesi belajar singkat yang penuh tawa tersebut.
Video ini menjadi bukti betapa uniknya pertukaran budaya ketika bahasa lokal diperkenalkan kepada orang asing, menciptakan momen-momen lucu sekaligus edukatif yang menghibur bagi siapa saja yang menyaksikannya.
Respons Warganet
Warganet memberikan berbagai respons terhadap video tersebut. Salah satu komentar menulis, “Yaampun oppa ikam sampai belajar bahasa banjar.” Yang lain menanyakan, “Berhuni di mana kah Oppa Kang di Samarinda??? tanda tanya???” dan “Tiba tiba banar lawan julak.”
Jelajah Universitas Mulawarman
Selain itu, vlogger asal Korea Selatan tersebut membagikan pengalamannya saat pertama kali menginjakkan kaki di kawasan kampus Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur, pada Selasa (3/3/2026). Sebagai informasi, Universitas Mulawarman, disingkat UNMUL, adalah perguruan tinggi negeri di Samarinda, Kalimantan Timur.
Lokasi lengkapnya di Jalan Kuaro, Gn. Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Perguruan tinggi ini berdiri pada tanggal 27 September 1962, sehingga merupakan universitas tertua di Kalimantan Timur.
Perekaman dimulai tepat di depan gerbang utama Universitas Mulawarman yang ikonik dengan tulisan besar berwarna kuning. Cuaca di lokasi terlihat sangat cerah dengan langit biru yang bersih. Sepanjang video, penonton disuguhkan dengan visual jalanan kampus yang rindang, dikelilingi oleh pepohonan besar dan tanaman hijau yang tertata rapi.
Meski matahari bersinar terik, suasana terasa asri. “Saya sudah sampai di gerbang kampus Universitas Mulawarman,” ucap Kang moosik. Dengan gaya santainya, ia sempat bertanya kepada petugas keamanan setempat untuk memastikan arah menuju jantung kampus. “Saya baru pertama kali ke sini, mau ambil video kampus ya,” ucapnya ke petugas keamanan.
Ia juga sempat mengomentari topografi jalanan kampus yang cukup menantang. “Wah, tuh tanjakannya gila banget!” serunya sambil terengah-engah saat berjalan kaki. Perekaman berlanjut menyisuri jalanan aspal yang dikelilingi pepohonan rimbun.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika ia menyoroti papan petunjuk arah yang menunjukkan lokasi Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi & Bisnis, serta Masjid Al-Fatihah Unmul. Namun, rasa lelahnya terbayar dengan keindahan tata taman kampus. “Tapi kelihatannya kampusnya cukup perhatian sama tata taman dan lingkungannya. Ditata dengan bagus jadi terasa estetik juga. Memang Fakultas Pertanian, ah ini nggak ada hubungannya ya?” candanya sambil tertawa.
Tak hanya soal fisik bangunan dan taman, vlogger asal Korea Selatan juga sempat merekam momen syahdu saat sekelompok mahasiswa duduk bersantai di sebuah gazebo (saung) sambil memetik gitar dan bernyanyi bersama. Baginya, pemandangan tersebut adalah gambaran nyata dari indahnya masa perkuliahan. “Nah, itu baru namanya romantis. Kalau lihat teman-teman kumpul terus main musik bareng kayak gitu, saya juga jadi ikut bangga padahal bukan saya yang ikut. Itu namanya masa muda.”
Sebagai penutup, ia menekankan betapa asrinya kampus ini meski harus berurusan dengan serangga. “Di kampus ini rasanya kayak lagi ada di tengah alam. Pohonnya banyak banget, jenis tanamannya beragam. Tapi nyamuknya juga banyak banget, saya sudah digigit beberapa kali. Kayaknya memang lebih panas di Kalimantan Timur dibanding Jakarta.”
Komentar Warganet
Unggahan tersebut pun menuai berbagai reaksi warganet. “Jauh banget itu jalan kaki dari gerbang depan,” tulis warganet. “Kita yang anak Unmul aja ga pernah jalan kaki,” tulis warganet. “Lebih panas dari Jakarta, iya, Samarinda 1 orang 1 matahari wkwkwk,” tulis warganet.
Sosok Kang Moosik
Kang Moosik atau pemilik nama asli ‘Kang Minjae’, YouTuber dan TikToker asal Korea Selatan. Ia lahir pada tahun 1991, kerap membagikan konten mengenai destinasi di Indonesia. Selain itu, dalam konten-kontennya tampak Kang Moosik sudah fasih berbahasa Indonesia. Adapun akun TikToknya yaitu @kangmoosik, kini memiliki lebih dari 37 ribu followers.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











