Pandangan Song Ji Hyo tentang Pernikahan yang Menarik untuk Disimak
Bicara soal pernikahan, setiap orang memiliki timeline dan pandangan yang berbeda. Termasuk aktris Korea Selatan, Song Ji Hyo. Di tengah karier yang stabil dan kehidupan pribadi yang terasa nyaman, ia justru melihat pernikahan bukan sebagai sesuatu yang harus segera diwujudkan.
Dalam sebuah video YouTube bersama Ji Suk Jin berjudul Perayaan Ji Suk Jin atas Ji Hyo Menjadi Koki, yang tayang pada Kamis (19-2-2026), Ji Hyo membagikan pemikiran jujurnya dengan santai. Ia bicara soal kebahagiaan, tekanan sosial, sampai definisi cinta menurut versinya sekarang. Berikut beberapa pandangan Song Ji Hyo soal pernikahan yang menarik untuk disimak.
1. Belum Ada Rencana Menikah
Ji Hyo mengaku dirinya merasa sangat bahagia dengan kehidupan yang dijalani sekarang. Ia menikmati hari-harinya bersama keluarga serta hewan peliharaannya yang memberinya rasa nyaman dan hangat. Kondisi ini membuatnya tidak merasa ada urgensi untuk segera melangkah ke jenjang pernikahan. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari pasangan romantis, melainkan juga dari lingkungan terdekat yang sudah ia miliki.
“Ya, tidak untuk saat ini. Aku ingin hidup bersama putri kami (anjingnya), dan ibu serta ayahku. Begitulah perasaanku sekarang,” katanya.
2. Mau Mencari Pasangan yang Menghargai Gaya Hidup

Ji Hyo juga menekankan pentingnya memiliki pasangan yang bisa menghormati gaya hidupnya. Ia merasa nyaman dengan rutinitas yang sudah terbentuk selama ini, sehingga tidak ingin kehilangan identitas diri hanya demi menyesuaikan dengan orang lain. Baginya, hubungan yang sehat adalah ketika dua orang bisa berjalan berdampingan tanpa harus melebur sepenuhnya. Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya lebih menyukai konsep berbagi persimpangan hidup, bukan menyatukan seluruh aspek kehidupan secara total.
“Aku baik-baik saja dengan gaya hidupku saat ini. Aku menyukainya. Kecuali seseorang yang aku rasa dapat mengubah pikiranku datang,” jelas Ji Hyo. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia tetap terbuka pada kemungkinan cinta, namun dengan syarat tetap bisa menjadi dirinya sendiri.
3. Tidak Mau Menikah karena Tekanan

Pembawa acara Running Man ini juga bercerita pernah merasakan tekanan untuk menikah, terutama saat berada di usia 25 hingga 30 tahun. Bahkan, ia pernah sampai kabur dari rumah karena dipaksa mengikuti kencan buta oleh orang tuanya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa pernikahan seharusnya tidak dilakukan karena dorongan orang lain. Kini, ia memilih menjalani hidup tanpa terikat pada ekspektasi usia atau standar sosial.
“Aku tidak memikirkan tentang konsep umur. Aku tidak mau menikah karena rasa terpaksa, dahulu aku pernah mengalami kencan karena dipaksa dan itu membuatku merasa tidak nyaman,” ungkapnya.
4. Tidak Menutup Diri

Meski tidak menjadikan pernikahan sebagai tujuan utama, Ji Hyo tidak menutup diri terhadap cinta. Ia percaya bahwa hubungan bisa berkembang secara alami tanpa harus selalu berujung pada pernikahan, selama kedua pihak saling menghargai dan merasa nyaman. “Tentu saja, aku bisa jatuh cinta dan menjadi seorang romantis yang putus asa,” kata Ji Hyo. Pernyataan ini menunjukkan sisi romantisnya tetap ada, hanya saja ia lebih realistis dalam memandang hubungan di usianya yang sudah memasuki kepala empat tersebut.
5. Ngaku Masih Sulit Mengurus Diri

Ji Hyo juga secara jujur mengakui bahwa dirinya masih merasa kesulitan mengurus diri sendiri sepenuhnya. Ia merasa belum berada pada fase siap untuk bertanggung jawab terhadap orang lain dalam konteks rumah tangga. Kejujuran ini menunjukkan refleksi diri yang cukup dalam tentang kesiapan emosional. Menurut Ji Hyo, memahami kapasitas diri adalah hal penting sebelum memutuskan untuk menikah. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa baginya kesiapan pribadi jauh lebih penting dibanding sekadar memenuhi ekspektasi sosial.
“Masih sulit untuk mengurus diriku sendiri, jadi aku tidak bisa mengurus orang lain sekarang,” pungkas Ji Hyo.
Itulah beberapa pandangan Song Ji Hyo soal pernikahan yang seolah mengingatkan bahwa pernikahan bukan perlombaan. Kalau kamu sendiri, lebih setuju menikah karena kesiapan atau waktu, nih?
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











