Profil Muhammad Suryo, Pengusaha Sukses yang Kini Diuji dengan Kecelakaan Maut
Muhammad Suryo adalah seorang pengusaha yang kini menjadi sorotan publik setelah kecelakaan maut yang menimpa istrinya. Sebagai CEO dari Surya Group Holding Company yang berpusat di Yogyakarta sejak tahun 2016, ia memiliki peran penting dalam mengembangkan bisnis-bisnis besar yang mencakup berbagai sektor seperti konstruksi, pertambangan, minyak & gas, properti, maskapai penerbangan Fly Jaya, serta industri rokok dengan merek HS.
Sebelum sukses seperti sekarang, Suryo pernah menjalani berbagai pekerjaan sederhana untuk bertahan hidup. Ia pernah menjadi penjual air galon isi ulang dan sopir rental. Namun, melalui kerja keras dan strategi bisnis yang tepat, ia berhasil membangun aset yang melimpah dan lini bisnis yang sangat luas.
Surya Group, yang dipimpin oleh Suryo, terdiri dari beberapa anak perusahaan seperti PT Surya Mataram Sakti, PT Sumber Wijaya Sakti, PT Surya Karya Setiabudi, dan lainnya. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki maskapai penerbangan Fly Jaya dan berbagai unit bisnis lainnya.
Nama Muhammad Suryo semakin dikenal luas setelah didirikannya pabrik rokok HS pada tahun 2024 di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada Maret 2026 dan diperkirakan akan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja lokal. Selain itu, Suryo juga aktif melakukan investasi di tanah kelahirannya, Lampung, termasuk pembangunan pabrik rokok HS yang diproyeksikan menyerap 3.000 tenaga kerja.
Pada Desember 2025, Suryo menerima penghargaan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta sebagai alumni peduli atas dedikasinya menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Saat ini, ia memiliki banyak unit bisnis yang mencakup perusahaan rokok HS, konstruksi, perkebunan, pertambangan, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya. Menurut Suryo, pabrik rokok HS saat ini sudah memiliki lebih dari 3.000 karyawan, dan pada tahun 2026 nanti, ia akan membangun pabrik baru yang ditargetkan menyerap 10.000 karyawan.
Kecelakaan Moge yang Mengubah Hidup Suryo
Pada Minggu (1/3/2026) sore, Muhammad Suryo bersama istrinya, Anis Syarifah (41), mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo. Nahas, dalam kecelakaan tersebut, Anis Syarifah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum dibawa ke RS Rizki Amalia.
Kabar meninggalnya Anis Syarifah dikonfirmasi oleh Surya Group Holding Company melalui postingan duka di Instagram @karyahsofficial. Dalam unggahan tersebut, keluarga besar Surya Group menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Ibu Hj. Anis Syarifah. Sementara itu, Muhammad Suryo dilaporkan dalam kondisi kritis dan dirujuk ke Jogjakarta International Hospital (JIH) untuk mendapatkan perawatan intensif.
Selain itu, pengendara Yamaha Jupiter MX yang terlibat dalam kecelakaan tersebut mengalami patah tulang pada kaki kanan dan menjalani perawatan di RSUD Wates, Kulon Progo. Anak yang diboncenginya juga dirawat di rumah sakit yang sama.
Penanganan Kecelakaan oleh Pihak Berwenang
Polres Kulon Progo telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) sebanyak dua kali, yaitu pada Minggu kemarin dan Senin (2/3/2026). Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menyampaikan bahwa kegiatan olah TKP dilakukan dengan metode TAA (Traffic Accident Analysis).
Menurut informasi, motor gede jenis Harley Davidson dikendarai oleh MS sambil membonceng AS, yang merupakan istrinya. MS melaju di Jalan Nasional Wates-Purworejo dari arah timur ke barat sekitar pukul 16.45 WIB. Setibanya di Simpang Mlangsen, Kalurahan Palihan, Temon, MS bertemu dengan motor Jupiter Z yang dikendarai oleh AA berboncengan dengan DN. AA diketahui hendak menyeberang dari selatan ke utara.
MS disebut tak sempat menghindar dari AA sehingga tabrakan antara keduanya tak bisa dihindari. AS meninggal dunia akibat kejadian itu, sedangkan tiga korban lainnya luka-luka. Menurut informasi, para korban luka dirujuk ke Rumah Sakit (RS) di Kota Yogyakarta.
Sarjoko mengaku belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut, termasuk seperti apa dugaan penyebab kejadian laka hingga kemungkinan adanya tersangka. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut. Adapun saat ini masih proses pengumpulan saksi-saksi dan menggali keterangan dari mereka.
Perkembangan lebih lanjut pun akan disampaikan ke publik setelah hasil olah TKP dan penyelidikan dinyatakan lengkap. Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat juga mengatakan pihaknya saat ini masih terus mendalami kejadian laka tersebut. Ia turut menyampaikan belasungkawa pada para korban.











