Perayaan Cap Go Meh di Glodok Jakarta Barat Berlangsung Meriah
Perayaan Cap Go Meh di kawasan Glodok, Jakarta Barat, berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Acara yang digelar pada Selasa (3/3/2026) menjadi momen penting dalam penutup rangkaian Tahun Baru Imlek. Banyak tokoh penting dari ibu kota hadir dalam perayaan ini, menunjukkan kerja sama dan harmoni antar generasi pemimpin.
Beberapa pejabat DKI Jakarta yang pernah menjabat di ibu kota tampak hadir dalam acara tersebut. Di antaranya adalah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022 Anies Baswedan, serta Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007 Sutiyoso atau yang akrab disapa Bang Yos. Mereka tiba di lokasi dengan mengenakan cheongsam yang mencerminkan nuansa budaya Tionghoa.
Anies Baswedan terlihat lebih dulu tiba sekitar pukul 16.18 WIB dengan mengenakan cheongsam berwarna biru. Tak lama kemudian, Bang Yos tiba dengan mengenakan cheongsam kuning. Sementara itu, Pramono Anung memilih cheongsam oranye yang mencolok. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari warga yang telah memadati kawasan Glodok sejak sore hari.
Selain para pejabat, turut hadir pula Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah, Sekretaris Daerah Uus Kuswanto, serta mantan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setiabudi. Ketiganya terlihat saling menyapa, berpelukan, dan bercengkrama hangat, mencerminkan suasana kebersamaan lintas generasi kepemimpinan di ibu kota.
Kawasan Glodok tampak semarak dengan ornamen khas Imlek yang menghiasi sepanjang jalan. Warga antusias menyaksikan berbagai pertunjukan budaya, mulai dari atraksi barongsai yang lincah, ondel-ondel khas Betawi, hingga alunan musik tanjidor yang menggema. Pertunjukan ini menambah kesan meriah dan kental akan nuansa budaya Tionghoa dan Betawi.
Permainan tradisional seperti egrang serta tarian selendang mayang juga turut memeriahkan acara. Perpaduan dua budaya ini menciptakan atmosfer kebersamaan yang kental di kawasan Pecinan Jakarta tersebut. Warga memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai hiburan yang ditampilkan.
Selain hiburan, deretan stand bazar UMKM juga turut meramaikan acara. Berbagai produk kuliner dijajakan, termasuk aneka takjil yang bisa dinikmati pengunjung untuk berbuka puasa. Momentum ini pun bisa dimanfaatkan warga untuk ngabuburit sambil menikmati pertunjukan seni dan budaya.
Acara Cap Go Meh tahun ini digelar dalam dua sesi, yakni pukul 10.00–14.00 WIB dan dilanjutkan pukul 16.00–18.00 WIB. Dengan konsep perpaduan budaya dan suasana Ramadan, perayaan tahun ini diharapkan semakin mempererat kebersamaan warga Jakarta di tengah keberagaman.
Cap Go Meh menjadi penanda berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Bagi masyarakat Tionghoa, momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan perayaan penting yang sarat makna sebagai penutup seluruh rangkaian tahun baru. Secara etimologis, istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang berarti “malam kelima belas”. Penamaan tersebut merujuk pada waktu pelaksanaannya, yakni tepat pada hari ke-15 setelah perayaan Tahun Baru Imlek.
Dalam tradisi internasional, Cap Go Meh dikenal sebagai Lantern Festival atau Festival Lampion, yang identik dengan hiasan lentera warna-warni. Sementara itu, di Tiongkok, perayaan ini disebut sebagai festival Yuan Xiao Jie dan telah menjadi bagian dari warisan budaya yang berlangsung turun-temurun.
Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir di Glodok
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar Glodok Pancoran. Rekayasa arus lalu lintas di Glodok diterapkan mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB hingga selesainya rangkaian acara Cap Go Meh.
Bagi pengendara yang datang dari arah Jalan Gajah Mada menuju Jalan Pintu Kecil dapat melintas melalui Jalan Pintu Besar Selatan, lalu belok kiri ke arah Pasar Asemka, dan belok kanan ke Jalan Pintu Kecil. Jika rute tersebut mengalami kepadatan, pengendara bisa memutar balik di Jalan Hayam Wuruk, masuk ke Jalan Labu, berlanjut ke Jalan Mangga Besar Satu dan Jalan Jembatan Batu hingga tiba di Jalan Asemka.
Opsi lainnya adalah melintasi Jalan Kemurnian IV, berbelok ke Jalan Kemenangan Raya dan Jalan Kemenangan III, lalu menuju Jalan Toko Tiga sebelum tiba di Jalan Pintu Kecil. Sementara itu, untuk arus lalu lintas yang mengarah ke Tambora, kendaraan dapat melewati Jalan Pintu Besar Selatan, berbelok ke Jalan Asemka, lalu naik ke Pasar Pagi Flyover menuju Jalan KH Moh Mansyur, Tambora.
Di sisi lain, arus kendaraan dari arah utara, barat, dan timur di Jalan Jembatan Batu dapat dilintasi secara normal tanpa ada rekayasa arus lalu lintas. Sementara, khusus untuk penghuni, karyawan, maupun penyewa di apartemen sekitar Jalan Pancoran, Syafrin memastikan mobilitas warga tak akan terganggu dan tetap bisa masuk ke area Pecinan melalui Gang Gloria.
Guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pengunjung festival, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga telah menyiapkan lima lokasi kantong parkir resmi di sekitar kawasan Glodok. Total kapasitas parkir yang disediakan mencapai lebih dari 5.000 kendaraan dan sangat memadai untuk menjadi fasilitas penunjang bagi warga yang ingin datang.
Lima lokasi kantong parkir yang secara total mampu menampung 2.519 unit mobil dan 3.184 unit sepeda motor. Titik parkir pertama dan paling dekat, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di Pelataran Parkir Ex Glodok yang terletak tepat di sebelah Chinatown dan dapat memuat 150 mobil dan 300 motor. Titik parkir kedua terdapat di Gedung Parkir PD Pasar Jaya yang letaknya tepat di depan area Gapura Pecinan Glodok dengan daya tampung untuk 200 mobil dan 125 motor.
Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan area parkir di Komplek Pertokoan Glodok Jaya yang berkapasitas 745 mobil dan 720 motor, serta Harco Glodok Jakarta yang menyediakan ruang bagi 449 mobil dan 390 motor. Adapun lokasi parkir terbesar berada di Glodok Plaza Jalan Pinangsia Raya, yang sanggup menampung hingga 975 mobil dan 1.649 motor.
Masyarakat diimbau memanfaatkan kantong-kantong parkir resmi dan tidak memarkirkan kendaraannya sembarangan atau di tempat-tempat ilegal untuk menekan adanya pungutan liar.











