Fadhilah Puasa Hari ke-10 Ramadhan 1447 H
Puasa hari ke-10 Ramadhan 1447 H memiliki keistimewaan yang sangat besar bagi umat Muslim. Dalam beberapa sumber ajaran Islam, disebutkan bahwa pada hari tersebut, Allah SWT memberikan pahala yang luar biasa, yaitu tujuh puluh ribu hajat dan memohonkan ampunan untuk berbagai makhluk di alam semesta. Termasuk dalam hal ini adalah matahari, bulan, bintang-bintang, binatang yang melata, burung, binatang buas, serta setiap bebatuan dan bongkahan tanah liat.
Selain itu, pada hari ke-10 puasa Ramadhan, Allah SWT juga mengabulkan tujuh puluh ribu keinginan yang dipanjatkan oleh orang-orang yang berpuasa. Hal ini menjadi bentuk anugerah yang diberikan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesadaran akan nilai spiritualnya.
Pada hari Sabtu (28/2/2026), masyarakat Muslim di Indonesia memasuki hari ke-10 puasa Ramadhan 1447 H. Pemilihan tanggal ini didasarkan atas hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Tanggal-tanggal puasa Ramadhan selalu ditentukan secara resmi agar umat Muslim dapat menjalani ibadah dengan benar dan sesuai dengan tuntunan agama.
Ramadhan merupakan bulan suci dalam kalender Hijriyah yang diyakini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Selama bulan ini, Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya lebar-lebarnya. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, baik dalam bentuk sholat, dzikir, membaca Al-Qur’an, maupun berbagi kepada sesama.
Keutamaan Puasa Ramadhan
Pada bulan Ramadhan, Allah SWT akan melipat gandakan pahala bagi mereka yang mampu menjaga syariat dan adab dalam berpuasa. Umat Islam dapat berlomba-lomba meraih keutamaan atau fadhilah puasa Ramadhan 1447 H. Salah satu contohnya adalah fadhilah puasa hari ke-10 Ramadhan 2026 yang bisa menjadi pemompa semangat beribadah agar mendapat kesempurnaan.
Saat berpuasa, kita tidak hanya dilatih secara fisik dan dididik secara batin, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meraih derajat ketakwaan yang menjadi puncak dari segala ibadah. Rasulullah SAW dalam sabdanya menegaskan betapa besarnya nilai pengampunan di bulan suci ini. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Jika umat muslim dan muslimah mengetahui fadhilah puasa hari ke-10 Ramadhan 1447 H, diharapkan setiap Muslim di tahun 2026 dapat menjalani sisa hari Ramadhan dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan setiap waktu senggangnya sebagai ladang untuk berzikir dan membaca Al-Qur’an.
Doa dan Niat Puasa Ramadhan
Berdasarkan kitab “Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah”, tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, keutamaan puasa hari ke-10 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi pahala tujuh puluh ribu hajat, memohonkan ampunan untuk kalian matahari, bulan, bintang-bintang, binatang yang melata, burung, binatang buas, setiap bebatuan dan bongkahan tanah liat.
Setiap yang kering dan yang basah, setiap binatang di laut dan dedaunan di pepohonan. Pada hari ke-10, Allah mengabulkan tujuh puluh ribu keinginan yang dipanjatkan orang-orang yang berpuasa pada hari tersebut. Selain itu, Allah SWT juga akan memberi rezeki kebaikan dunia dan akhirat.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang sabda Rasulullah SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan 1447 H. Hadis riwayat al-Baihaqi, yang bersumber dari Abdullah Ibn Abbas r.a., menyebutkan bahwa surga mempercantik dan menghiasi diri dari tahun ke tahun karena datangnya bulan Ramadhan.
Bacaan Doa Hari ke-10 Ramadhan 1447 H
Yaa Allah! Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Bertawakkal Kepada-Mu, Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Menang Disisi-Mu, Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Dekat Kepada-Mu Dengan Ihsan-Mu, Wahai Tujuan Orang-Orang Yang Memohon.
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H
Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama”.
Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











