Peran Doa Kamilin dalam Ibadah Tarawih
Ibadah tarawih di bulan Ramadan 2026 tidak hanya menjadi bagian dari ritual harian setelah berpuasa. Ia menjadi ruang yang sangat penting untuk menenangkan jiwa, memperdalam khusyuk, dan mengingatkan diri pada tujuan utama ibadah. Dalam praktiknya, doa-doa seperti Doa Kamilin sering dibacakan menjelang akhir rangkaian tarawih sebagai bentuk permohonan agar iman semakin sempurna dan amal ibadah diterima oleh Allah.
Doa Kamilin adalah untaian doa yang disusun oleh para ulama untuk memohon kesempurnaan iman, istiqamah dalam menjalani kewajiban sebagai umat Muslim, hingga harapan untuk masuk surga bersama para Nabi. Meskipun redaksinya tidak berasal langsung dari Al-Qur’an maupun Hadits, doa ini sangat populer di Indonesia karena maknanya yang dalam dan mendalam.
Berikut adalah lafaz Arab, tulisan Latin, serta terjemahan dari Doa Kamilin:
Lafaz Arab:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ. وَلِزَكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ ﷺ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْhِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولٰئِكَ رَفِيْقًا. ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللّٰهِ وَكَفَى بِاللّٰهِ عَلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Lafaz Latin:
Allaahummaj-‘alnaa bil-iimaani kaamiliin. Wa lil-faraa-idhi mu-addiin. Wa lish-sholaati haafizhiin. Wa liz-zakaati faa-‘iliin. Wa limaa ‘indaka thoolibiin. Wa li‘afwika roojiin. Wa bil-hudaa mutamassikiin. Wa ‘anil-laghwi mu‘ridhiin. Wa fid-dunyaa zaahidiin. Wa fil-aakhiroti rooghibiin. Wa bil-qodhoo-i roodhiin. Wa lin-na‘maa-i syaakiriin. Wa ‘alal-balaa-i shoobiriin.
Wa tahta liwaa-i Muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallama yaumal-qiyaamati saa-iriin. Wa ilal-haudhi waaridiin. Wa ilal-jannati daakhiliin. Wa minan-naari naajiin. Wa ‘alaa sariiril-karoomati qoo-‘idiin. Wa min huurin ‘iinin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabroqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tho-‘aamil-jannati aakiliin. Wa min labanin wa ‘asalin mushoffan syaaribiin. Bi-akwaabin wa abaariiqa wa ka’sin min ma-‘iin.
Ma-‘alladziina an-‘amta ‘alaihim minan-nabiyyiina wash-shiddiiqiina wasy-syuhadaa-i wash-shoolihiin. Wa hasuna ulaa-ika rofiiqoo. Dzaalikal-fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi ‘aliimaa.
Allaahummaj-‘alnaa fii haadzihil-lailatisy-syahrisy-syariifatil-mubaarokati minas-su‘adaa-il-maqbuuliin. Wa laa taj-‘alnaa minal-asyqiyaa-il-marduudiin. Wa shollallaahu ‘alaa sayyidanaa Muhammadin wa aalihi wa shohbihi ajma-‘iin. Birohmatika yaa arhamar-roohimiin wal-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang menunaikan kewajiban-kewajiban, yang memelihara sholat, yang menunaikan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk, yang berpaling dari perbuatan sia-sia, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridho dengan qadha (ketentuan)-Mu, yang bersyukur atas nikmat-nikmat, dan yang sabar atas segala musibah.
Dan (jadikanlah kami) orang-orang yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat, yang mendatangi telaga (Kautsar), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas dipan-dipan kemuliaan, yang menikah dengan bidadari, yang mengenakan pakaian dari sutra tipis dan tebal serta sutra dibaj, yang memakan makanan surga, dan yang meminum air susu dan madu murni dengan gelas-gelas dan cerek-cerek serta piala (cawan) yang langsung dari sumbernya.
Bersama orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, yaitu dari golongan para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang sholeh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Karunia itu dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui.
Ya Allah, jadikanlah kami di malam bulan yang mulia dan penuh berkah ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima (amal ibadahnya), dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang celaka dan ditolak (amalnya). Dan semoga Allah melimpahkan sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya semua. Dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Doa Usai Shalat Witir
Setelah menunaikan shalat witir, umat Muslim juga disunnahkan untuk membaca doa usai witir. Berikut bacaan doa tersebut:
Lafaz Arab:
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا، وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِين. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya:
“Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.”
Tips Persiapan untuk Ibadah Malam Ramadan
Selain memanjatkan doa, umat Muslim juga disunnahkan untuk melantunkan wirid atau zikir terlebih dahulu setelah salam shalat witir. Dengan persiapan yang matang, Anda bisa menjalani ibadah malam Ramadan tahun ini dengan lebih mantap dan tenang. Pastikan untuk memahami arti dan makna dari setiap doa yang dibaca agar ibadah Anda lebih khusyuk dan bermakna.











