Doa Berbuka Puasa yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW
Berpuasa merupakan salah satu ibadah utama dalam agama Islam, dan di bulan Ramadan khususnya, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah doa berbuka puasa. Nabi Muhammad SAW sering membaca doa tertentu sebelum membatalkan puasa, dan doa tersebut bisa menjadi contoh untuk kita ikuti.
Doa berbuka puasa yang sering dibaca oleh Nabi adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
Artinya:
“Telah hilang rasa haus dahaga, dan urat-urat telah basah, dan pahala akan kita peroleh, insyaa Allah.”
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Daud dan memiliki arti yang dalam. Membaca doa ini sebelum berbuka puasa dapat memberikan ketenangan hati dan kesadaran bahwa puasa yang dilakukan akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Selain doa, ada beberapa sunnah yang juga dianjurkan saat berbuka puasa. Berikut adalah empat sunnah yang disarankan oleh Nabi Muhammad SAW:
1. Menyegerakan Berbuka Puasa
Menyegerakan berbuka berarti membatalkan puasa begitu waktu maghrib tiba. Nabi bersabda:
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya:
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
Dari hadits ini, kita bisa memahami bahwa menyegerakan berbuka puasa adalah amalan yang baik dan dianjurkan.
2. Berbuka dengan Makanan Manis
Nabi Muhammad SAW biasanya berbuka dengan kurma basah atau kering. Jika tidak tersedia, beliau berbuka dengan seteguk air. Dalam hadits disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Artinya:
“Rasulullah biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”
3. Memberi Makan Berbuka untuk Orang Lain
Memberi makan orang lain saat berbuka puasa memiliki pahala besar. Nabi bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Artinya:
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”
4. Mendoakan Orang yang Memberi Makan Berbuka
Nabi juga menganjurkan untuk mendoakan orang yang memberi makan berbuka. Dalam hadits disebutkan:
وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ
Artinya:
“Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.”
Selain itu, ketika Nabi diberi minum, beliau mengucapkan:
اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى
Artinya:
“Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.”
Niat Puasa Ramadan
Niat merupakan salah satu rukun puasa. Umat Islam wajib berniat untuk berpuasa sebelum matahari terbenam. Ada beberapa lafadz niat yang digunakan, antara lain:
-
نويت صوم رمضان
Artinya: “Saya berniat puasa Ramadan.” -
نويت صوم غد عن أداء فرض شهر رمضان هذه السنة هلل تعاى
Artinya: “Saya berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.” -
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah.”
Niat puasa harus disampaikan dalam hati, namun disunnahkan untuk melafazkannya agar lebih fokus. Waktu terbaik untuk berniat adalah sepertiga atau separuh malam yang akhir.











