Partai Politik Mendukung Prabowo Dua Periode, Tapi Tak Sepaket dengan Gibran
Beberapa partai politik di Indonesia telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menunjukkan dukungan mereka terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk masa jabatan kedua. Namun, meskipun sejumlah partai tersebut menyatakan dukungan terhadap Prabowo, tidak satu pun dari mereka secara terbuka menyebutkan bahwa Gibran Rakabuming Raka akan kembali menjadi Wakil Presiden.
Pertanyaannya adalah: Mengapa partai-partai ini enggan membawa Gibran sebagai pendamping Prabowo dalam Pilpres 2029? Apakah ada faktor-faktor tertentu yang membuat mereka memilih untuk tidak mengusungnya?
Alasan Partai Politik Enggan Mendukung Gibran
Menurut pengamat politik Lili Romli, peneliti senior di Badan Riset dan Inovasi Nasional, partai-partai yang mendukung Prabowo memiliki alasan logis untuk tidak kembali mengusung Gibran. Salah satu alasan utamanya adalah kontroversi yang masih melekat pada pencalonan Gibran sebagai cawapres pada Pilpres 2024 lalu.
“Para parpol tersebut tidak mau lagi ada cawapres yang kontroversial karena bisa merugikan elektabilitas partainya,” ujar Lili.
Selain itu, kinerja Gibran selama masa jabatannya sebagai wakil presiden dinilai oleh sebagian masyarakat memiliki citra negatif. Hal ini menjadi pertimbangan bagi partai-partai yang ingin menjaga reputasi mereka.
Lili juga menambahkan bahwa kemungkinan besar setiap partai ingin mengusung tokoh atau kadernya sendiri sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo. Ini bisa menjadi strategi untuk memperkuat posisi masing-masing partai dalam koalisi pemerintahan.
Keberadaan Kendaraan Politik yang Kuat
Secara terpisah, pengamat politik Engelbert Johannes Rohi (Jojo Rohi) menilai bahwa Gibran belum masuk perhitungan dalam opsi pasangan Prabowo untuk Pilpres 2029. Menurut Jojo, hal ini disebabkan oleh fakta bahwa Gibran saat ini belum memiliki kendaraan politik yang kuat.
“Kendaraan politik adalah partai. Paling mungkin Gibran akan ‘nebeng’ PSI,” ujar Jojo.
Ia juga menilai bahwa langkah agresif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam mendukung Gibran bisa berpotensi menjadi bumerang bagi posisi Gibran dalam koalisi pendukung Prabowo.
“PSI bisa menjadi musuh bersama bagi partai-partai lain, bukan cuma PDIP, tetapi juga partai-partai dalam koalisi Prabowo,” tambahnya.
Partai Pendukung Prabowo Tidak Otomatis Dukung Gibran
Beberapa partai seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar telah menyatakan dukungan mereka terhadap Prabowo dua periode. Namun, ketiga partai ini belum memberikan jawaban tegas terkait kemungkinan dukungan Gibran sebagai cawapres.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa partainya siap kembali mendukung Prabowo. Namun, ia belum memberikan jawaban tegas tentang apakah Gibran akan kembali menjadi wakil presiden.
“Oh belum dibahas. Belum,” tegas Cak Imin saat ditanya mengenai sosok cawapres pendamping Prabowo pada 2029.
Sementara itu, PAN menyatakan bahwa mereka mendukung Prabowo dua periode, tetapi belum menetapkan sikap resmi mengenai calon wakil presiden. Wakil Ketua Umum PAN Eddy menegaskan bahwa penentuan pasangan capres-cawapres membutuhkan banyak pertimbangan.
“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu,” ujar Eddy, sembari menegaskan bahwa sikap tersebut belum menjadi keputusan resmi partai.

Kesimpulan
Dari berbagai perspektif, terlihat bahwa partai-partai politik lebih memilih mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan apakah Gibran akan kembali menjadi wakil presiden. Meski dukungan terhadap Prabowo dua periode cukup kuat, keputusan akhir mengenai pasangan cawapres masih menunggu pertimbangan lebih lanjut.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."










