Kesehatan Presiden AS, Donald Trump Terus Jadi Sorotan
Kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terus menjadi perhatian publik. Berbagai spekulasi dan rumor mengenai kondisi kesehatannya muncul, termasuk isu bahwa ia mengalami stroke saat berada di situasion room Gedung Putih. Namun, pihak Gedung Putih segera membantah hal tersebut.
Isu Stroke Saat Operasi Penyelamatan Pilot AS
Rumor terbaru menyebutkan bahwa Trump dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami stroke saat menonton operasi penyelamatan dua pilot AS yang pesawatnya ditembak jatuh di Iran. Namun, akun resmi pemerintahan Trump di X, yaitu Rapid Response 47, memberikan bantahan keras terhadap isu tersebut.
Dalam cuitannya, akun ini menyatakan bahwa para pendukung Trump yang tidak puas sering kali membuat teori konspirasi yang tidak masuk akal ketika presiden tidak berbicara kepada pers selama beberapa jam. Mereka juga membandingkan dengan Presiden Joe Biden yang sering tidak berbicara kepada media selama beberapa hari tanpa ada komentar dari pihak kiri.
Trump tetap bekerja tanpa henti, meskipun ada spekulasi mengenai kesehatannya. Meski begitu, ini bukan pertama kalinya kesehatan presiden 79 tahun itu menjadi sorotan.
Tanda-Tanda Kesehatan yang Mengkhawatirkan
Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang menjadi perhatian publik:
-
Tangan Memar
Spekulasi tentang kesehatan Trump mencuat setelah foto-foto yang beredar menunjukkan tanda merah dan memar misterius di tangannya. Pada bulan Januari, Trump terlihat dengan memar biru besar di tangan kirinya saat penandatanganan ‘Dewan Perdamaian’ bersama para pemimpin dunia. Gedung Putih kemudian mengumumkan bahwa Trump didiagnosis menderita insufisiensi vena kronis. -
Pergelangan Kaki Bengkak
Foto-foto terakhir Trump menunjukkan pergelangan kakinya bengkak, yang bisa mengindikasikan retensi cairan. Beberapa pihak menganggap ini sebagai tanda adanya tekanan kardiovaskular atau penyakit terkait usia. Namun, pendukungnya mengklaim bahwa pembengkakan hanya disebabkan oleh sudut pengambilan gambar atau potongan celana. -
Kulit Leher Mengelupas
Awal bulan ini, Trump terlihat dengan bercak merah gelap di lehernya selama upacara pemberian Medali Kehormatan di Gedung Putih. Dokter Gedung Putih, Sean Barbabella, menjelaskan bahwa luka-luka tersebut disebabkan oleh krim kulit yang digunakan Trump. -
Kelumpuhan Wajah
Ada rumor bahwa Trump menderita stroke karena wajahnya terlihat terkulai dalam beberapa penampilannya. Pada acara untuk menghormati korban 9/11, wajahnya tampak terkulai di satu sisi, memicu spekulasi bahwa ia sedang pulih dari TIA. -
Bicara Cadel dan Lupa Kata-kata
Selama masa jabatannya, Trump sering terlihat tidak fokus dan bertele-tele dalam pidato. Pada pidato penting tentang perang Iran, ia berbicara terbata-bata. Dalam pidato lain tentang isu transgender, ia juga kesulitan menyelesaikan kalimat. -
Gejala Demensia
Trump pernah menyimpang ke anekdot aneh dalam konferensi pers. Ia juga salah mengingat hewan-hewan yang diminta untuk diidentifikasi dalam ujian kognitif MoCA. Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa Trump “berhasil” dalam ujian tersebut, meskipun ada kesalahan dalam jawaban. -
Tertidur dalam Rapat
Trump dikenal sering tertidur dalam rapat, bahkan di depan kamera. Pada 23 Maret, ia kesulitan tetap terjaga selama pertemuan meja bundar di Memphis. Dua minggu sebelumnya, ia mengakui kepada pendukungnya bahwa ia tertidur dalam pertemuan perencanaan operasi militer.











