Gadis Korea Selatan Curhat Jadi Korban Bullying dari Sesama Knetz
Seorang gadis muda asal Korea Selatan yang memiliki akun X bernama @lsg_152 menjadi sorotan setelah mengungkapkan pengalamannya menjadi korban bullying dari sesama netizen Korea (Knetz). Peristiwa ini terjadi di tengah perseteruan antara Knetz dan SEAblings, yang semakin memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam cuitannya, ia menyampaikan bahwa ia telah menjadi sasaran bullying sejak kecil. Ia sering menerima ejekan dengan kata-kata seperti “jelek” di media sosial. Bullying yang ia alami membuatnya merasa minder dan kehilangan kepercayaan diri.
Namun, ketika perseteruan antara Knetz dan SEAblings mulai ramai dibicarakan di media sosial, pandangannya berubah. Cara SEAblings melawan bullyian Knetz ternyata memberinya semangat untuk melakukan hal yang sama. Ia menyadari bahwa komentar jahat yang diterimanya hanya berasal dari dunia maya dan tidak perlu dianggap serius dalam kehidupan nyata.
“Saya memiliki sepasang gigi dan maloklusi. Saya tidak memiliki rasa percaya diri karena sejak kecil saya selalu dibilang jelek di internet, tetapi setelah melihat ini, saya berpikir, ‘Mungkin saya juga bisa melakukannya.'”
Ia juga menulis bahwa meskipun banyak orang yang menganggapnya cantik dalam kehidupan nyata, ia hanya menerima komentar jahat secara online. Foto-foto miliknya diejek di Facebook, sehingga membuatnya merasa dicuci otak hingga kehilangan kepercayaan diri.
Terima kasih banyak, terimakasih kepada Anda,” tulisnya dalam utas yang ia buat.
Melihat cerita dari gadis Korea Selatan ini, SEAblings langsung memberikan dukungan dan membela dirinya. Mereka meyakinkannya bahwa komentar jahat di media sosial tidak akan memengaruhi kehidupan di dunia nyata.
Perseteruan Knetz vs Netizen Indonesia
Perseteruan antara netizen Korea (Knetz) dengan netizen Indonesia kini menjadi trending di media sosial. Konflik ini mencapai puncaknya pada hari ini, Kamis (12/2/2026), dan tidak hanya melibatkan dua negara, tetapi juga netizen dari negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Warganet dari ASEAN membela netizen Indonesia atau yang sering disebut sebagai netizen +62. Akhirnya, gelar SEABlings alias ikatan persaudaraan di antara netizen negara-negara ASEAN pun menjadi trending di X (Twitter).

Dilansir dari Twitter, awal mula konflik antara Knetz dengan netizen Indonesia bermula dari sebuah kejadian beberapa hari lalu. Awalnya, ada band asal Korea Selatan bernama Day6 yang menyelenggarakan konser di Malaysia di akhir Januari 2026 lalu. Di konser Day6 tersebut, terdapat fansite yang bertugas mengambil foto idol Kpop dari Korea yang datang ke konser itu.
Saat konser berlangsung, fansite asal Korea terciduk membawa kamera profesional berukuran besar dan mengganggu fans lain. Hal ini kemudian diviralkan oleh fans Day6 Malaysia hingga membuat fansite tersebut mengamuk. Keributan antara fans Day6 dengan fansite Korea pun terjadi di X setelah konser berlangsung.
Fansite Korea itu bahkan kabarnya mengancam netizen Malaysia dengan pasal hukum. Hingga akhirnya perseteruan itu selesai dan fansite Korea tersebut meminta maaf sendiri.
“Perkara awalnya tuh krn pas konser DAY6 di KL, si fansite bawa kamera pro & lensa tele pdhl barang yg dilarang sama promotor konser. Ke foto sama penonton MY. Fansitenya ngamuk, ngancem pake UU ITE. Sempet war kecil, tp akhirnya dia ngetwit minta maaf,” tulis akun @kcharenina.
Namun setelah perseteruan antara fans Day6 dengan fansite Korea mereda, justru ada Knetz yang kembali mengungkit soal idol Kpop. Knetz tersebut lantas melayangkan cuitan bernada rasis terhadap orang-orang di Asia Tenggara hingga kondisi perekonomiannya.

Cuitan Knetz bernada rasis itu lantas dibalas oleh netizen Indonesia. Ingin membela fans Kpop di Malaysia, netizen Indonesia tak terima warga di ASEAN dihina. Konflik bernada rasis itu akhirnya merembet sampai Knetz membahas soal video klip grup vokal asal Indonesia, No Na.
Knetz meledek video klip lagu No Na yang diambil di tengah sawah. Tak terima No Na diejek Knetz, netizen Indonesia pun membalasnya. Beberapa netizen lain dari ASEAN seperti Malaysia hingga Thailand pun membantu netizen Indonesia membalas Knetz.
“Saya tidak punya uang jadi saya tidak bisa menyewa peralatan. Saya mengambil foto ini di ladang. Apakah Anda sedang dalam perjalanan menanam bibit padi?” tulis Knetz.
“Ingat sikit eh ko makan nasi pun sampai kerak kerak rendam air tau,” balas netizen Malaysia.
“Kenapa ya orang korea kalo interact sama tweet bahasa inggris, balesnya pake korea. Negara maju tapi penduduknya mostly bobrok inggrisnya,” tulis netizen Indonesia.
“Saya iri kepada mereka yang fasih berbahasa Inggris tetapi hidup dalam kemiskinan,” balas Knetz.











