Penyegelan Gerai Tiffany & Co di Jakarta
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kanwil Jakarta melakukan penyegelan terhadap sejumlah gerai Tiffany & Co pada Rabu (11/2/2026). Penyegelan ini dilakukan karena dugaan pelanggaran administrasi atas barang impor bernilai tinggi. Kepala Seksi Penindakan DJBC Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto, menjelaskan bahwa operasi dilakukan terhadap barang high value goods yang diduga tidak diberitahukan dalam dokumen impor. Pernyataan tersebut disampaikan di butik Tiffany & Co di Plaza Senayan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut adanya indikasi praktik selundupan dan under invoicing. Ia mengungkapkan kekhawatiran tentang kemungkinan kongkalikong antara oknum Bea Cukai dan pihak perusahaan. Menurutnya, ada dugaan bahwa barang masuk tanpa prosedur sah dan nilai barang dilaporkan lebih rendah dari harga transaksi sebenarnya.
Meski tengah menjadi sorotan, profil Tiffany & Co tetap menunjukkan bahwa perusahaan ini merupakan salah satu ikon industri perhiasan global dengan sejarah panjang dan reputasi kelas dunia. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai profil Tiffany & Co.
Sejarah Perjalanan Tiffany & Co
Tiffany & Co berawal pada tahun 1837 di New York, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan oleh Charles Lewis Tiffany dan John B. Young dengan modal pinjaman 1.000 dollar AS dari ayah Tiffany. Toko pertamanya berlokasi di 259 Broadway dan awalnya menjual alat tulis serta barang-barang mewah sederhana. Pada era 1830-an, New York sedang berkembang pesat, dan Tiffany menghadirkan gaya Amerika yang berbeda dari dominasi estetika Eropa era Victoria.
Inovasi menjadi fondasi penting dalam membentuk identitas merek. Profil Tiffany & Co berkembang seiring reputasi kualitas dan desainnya. Pada 1845, Tiffany & Co menerbitkan Blue Book, katalog penjualan langsung pertama di Amerika Serikat. Blue Book kemudian berkembang menjadi katalog koleksi High Jewelry yang menampilkan batu permata langka dan pengerjaan tingkat tinggi.
Pengakuan internasional datang pada 1867 ketika Tiffany meraih medali perunggu kategori perak di Paris Exposition Universelle. Perusahaan ini juga menjadi yang pertama di Amerika Serikat menerapkan standar perak Inggris dengan kemurnian 92 persen.
Momen Legendaris dan Inovasi
Salah satu momen paling legendaris dari sepak terjang Tiffany & Co yakni pada 1878. Saat itu, perusahaan membeli berlian kuning besar dari tambang Kimberley, Afrika Selatan. Berlian seberat 287,42 karat itu dipotong menjadi 128,54 karat dengan 82 faset dan dikenal sebagai Tiffany Diamond.
Inovasi lain muncul pada 1886 melalui peluncuran Tiffany Setting, desain cincin pertunangan yang merevolusi standar global dan tetap menjadi model ikonik hingga kini.
Memasuki abad ke-20, profil Tiffany & Co semakin mendunia dengan pembukaan toko di London dan Paris. Pada 1902, Louis Comfort Tiffany, putra pendiri, menjadi Direktur Artistik pertama dan memperkuat posisi perusahaan dalam gerakan Art Nouveau dan Arts and Crafts.
Diakuisisi LVMH dan Transformasi Modern
Babak baru dalam Tiffany & Co terjadi pada 2019 ketika diakuisisi oleh LVMH dengan nilai sekitar 14,7 miliar euro atau setara 16,2 miliar dollar AS. LVMH merupakan grup mewah milik Bernard Arnault. Akuisisi tersebut memperkuat posisi LVMH di sektor perhiasan global dan memperluas penetrasi di pasar Amerika Serikat. Tiffany menjadi bagian dari divisi Watches & Jewelry LVMH dan melengkapi puluhan brand ternama lainnya dalam portofolio grup tersebut.
Dalam beberapa dekade terakhir, profil Tiffany & Co menunjukkan adaptasi terhadap tren modern. Koleksi Tiffany T yang diluncurkan pada 2014 menjadi simbol era baru, sementara cincin pertunangan Tiffany True® menandai desain engagement ring pertama dalam lebih dari satu dekade.
Selain inovasi desain, profil Tiffany & Co juga menonjolkan komitmen keberlanjutan. Sejak 2017, perusahaan menyumbangkan 100 persen keuntungan dari koleksi Tiffany Save the Wild untuk konservasi satwa liar. Pada 2019, Tiffany meluncurkan Diamond Source Initiative yang menjanjikan transparansi asal-usul setiap berlian baru berukuran 0,18 karat ke atas.
Kini dan Masa Depan
Pada 2012, perusahaan merayakan ulang tahun ke-175 dengan mereset Tiffany Diamond dalam kalung berlian putih spektakuler sebelum kembali dipamerkan di toko Fifth Avenue, New York. Kini, dengan lebih dari 300 gerai di seluruh dunia, profil Tiffany & Co mencerminkan filosofi kemewahan yang dapat dinikmati dalam kehidupan sehari-hari. Dari toko kecil di Broadway hingga menjadi ikon global, Tiffany & Co terus mempertahankan warisan dan citra kemewahan yang telah terbangun selama hampir dua abad, meski kini tengah menghadapi sorotan tajam di Indonesia.











