Isu Pemboikotan Denada dan Kekacauan yang Muncul
Isu pemboikotan Denada dari layar televisi akhir-akhir ini memicu kehebohan di kalangan publik. Hal ini terjadi setelah Ressa Rizky Rossano, yang mengaku sebagai anak kandung Denada, dituduh menjadi pemicu konflik tersebut. Tudingan ini membuat Ressa merasa tertekan secara psikis, sementara pengacaranya menyebut bahwa Iis Dahlia memojokkan Ressa.
Peristiwa yang Mengubah Kehidupan Ressa
Pertemuan Ressa dengan Iis Dahlia pada hari Sabtu (31/1/2026) menjadi momen penting dalam perjalanan hidupnya. Ressa mengaku merasa diteror dan dituduh oleh Iis Dahlia terkait kasus yang sedang ia alami saat ini. Konflik antara Ressa dan Denada bermula ketika Ressa menyatakan bahwa dirinya adalah anak kandung Denada yang tidak pernah diakui. Setelah puluhan tahun diam, Ressa akhirnya membongkar aib Denada yang memiliki anak di luar nikah.
Dugaan Penyalahan Terhadap Ressa
Ketika Ressa mengungkapkan kebenaran ini, hal itu memicu reaksi beragam dari masyarakat. Publik mulai memberikan dukungan kepada Ressa, sementara Denada dikabarkan diboikot sejumlah stasiun televisi karena kasus penelantaran anak. Teman-teman Denada merasa iba dan menekan Ressa secara psikologis, sehingga Ressa merasa disalahkan atas diboikotnya Denada dari acara TV.
Ronald Armada, pengacara sekaligus ipar Ressa, menyampaikan fakta tersebut. Menurut Ronald, Ressa diteror dan diperlakukan seperti bersalah dalam masalah ini. “Teman-temannya Denada tadi sempat menekan dia secara psikologis,” kata Ronald. Ronald juga menyebut bahwa Iis Dahlia yang menjadi pihak yang memojokkan Ressa.
Perkataan Iis Dahlia yang Membuat Ressa Syok
Ronald mengungkapkan isi perkataan Iis Dahlia yang membuat Ressa syok. Iis mengatakan, “bagaimana pun itu masih darah dagingmu.” Ressa menjawab bahwa dirinya tidak meminta diboikot. Ronald menyindir Iis yang membela Denada, sementara yang harusnya dikasihani adalah Ressa yang ditelantarkan selama 24 tahun.
Penjelasan Iis Dahlia
Di sisi lain, Iis Dahlia mengklaim bahwa ia tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi Denada dan keluarganya. Iis mengatakan bahwa ia senang melihat Ressa mendapatkan banyak tawaran pekerjaan. “Alhamdulillah dia sekarang banyak berkah, banyak yang ngajakin menawarkan pekerjaan,” ujar Iis.
Iis juga mengatakan bahwa ia sempat mengabari Denada saat bertemu Ressa. Denada merasa bahagia melihat Ressa viral. Meski begitu, Iis tetap menegaskan bahwa ia hanya memberikan dukungan kepada Denada sebagai temannya.
Penyelesaian Masalah
Denada akhirnya mengakui Ressa sebagai anak kandungnya melalui kuasa hukumnya. Namun hingga kini, Denada belum memberikan klarifikasi langsung terkait isu penelantaran anak. Sementara itu, Ressa dan kuasa hukumnya tetap melanjutkan pelaporan ke pengadilan negeri atas dugaan penelantaran anak yang dilakukan Denada. Ressa menuntut Rp7 miliar dari Denada, sang ibu kandung yang diduga telah membuangnya selama 24 tahun.











